BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Seribuan masyarakat korban banjir dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Bireuen, Senin, 6 April 2026.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap lambannya penyaluran bantuan serta dugaan ketidakmerataan pendataan korban terdampak banjir.
Massa yang didominasi warga dari berbagai kecamatan yang terdampak banjir dan tanah longsor di Bireuen, datang membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah daerah segera memenuhi hak-hak mereka sebagai korban bencana.
Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menilai proses pendataan tidak transparan. Mereka juga menyoroti banyaknya warga terdampak yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan dengan alasan Tidak Memenuhi Kriteria (TMK).
Salah seorang perwakilan korban banjir asal Jangka mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut masih banyak warga yang kehilangan harta benda dan rumah terendam, namun belum menerima bantuan hingga saat ini.
“Banyak dari kami belum menerima bantuan, baik Dana Tunggu Hunian (DTH), bantuan rumah rusak, maupun dana stimulan lainnya. Ada yang tidak terdata, ada juga yang dianggap tidak memenuhi syarat. Ini yang kami pertanyakan,” ujarnya di tengah aksi.
Para demonstran mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk segera melakukan pendataan ulang secara menyeluruh dan transparan, serta memastikan bantuan disalurkan secara adil kepada seluruh korban yang berhak.
Mawardi (50), warga Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, ikut turun ke jalan. Ia adalah satu dari sekian banyak korban banjir yang tergabung dalam Aksi Damai Jilid 2 di halaman Kantor Bupati Bireuen.
Mawardi juga menagih tanggung jawab pemerintah yang dinilai abai terhadap hak-hak penyintas bencana. Ia pun menegaskan, kehadirannya di barisan massa murni panggilan nurani untuk menuntut keadilan, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.
“Bupati bek neukubah peng bantuan Presiden Prabowo lam eumpang han Ceh..(Pendemo Minta Bupati Jangan Simpan Uang Bantuan Prabowo Dalam Karung Tidak Akan Beranak Lagi-red),” ujar Mawardi dalam orasinya. (*)




















