Langkat | TribuneIndonesia.com — Dalam upaya membentuk karakter personel yang berintegritas Polres Langkat menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal), Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara terpisah sesuai dengan agama masing-masing personel, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman sekaligus memperkuat nilai toleransi di lingkungan kepolisian.
Bagi personel beragama Islam, Binrohtal digelar di Masjid Darussalam Polres Langkat dengan menghadirkan penceramah Ustadz Ardiansyah, S.Ag. Dalam tausiyahnya yang bertema “Arti dan Manfaat Halal bi Halal dalam Lebaran”, ia menekankan pentingnya saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan keikhlasan setelah perayaan Idul Fitri.
Sementara itu, personel beragama Kristen mengikuti kegiatan di Aula Jasmin Polres Langkat. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Budi Kasenda, ST, dengan mengangkat tema “Berlomba dengan Tekun dalam Iman” yang diambil dari Ibrani 12:1–2. Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaat untuk tetap setia dalam iman, meninggalkan beban dosa, serta senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan dan tugas.
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan bagian penting dalam pembinaan mental dan spiritual personel.
Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh personel dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di lingkungan kerja.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga mempererat persaudaraan dan soliditas antar personel. Dengan landasan moral dan spiritual yang kuat, pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal,” tambahnya.
Kegiatan Binrohtal merupakan agenda rutin Polres Langkat sebagai sarana pembinaan karakter. Diharapkan, melalui kegiatan ini, seluruh personel semakin memiliki integritas, disiplin, serta semangat pengabdian tinggi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Ilham Gondrong
















