Deli Serdang I TribuneIndonesia.com–Seorang wartawan media online mengaku mengalami tindakan arogansi dan intimidasi saat hendak melakukan peliputan di Mapolresta Deli Serdang, Kamis (2/4/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi di area pos penjagaan pintu masuk Mapolresta Deli Serdang. Korban, Edo Tarigan, yang sehari-hari meliput di lingkungan Polresta Deli Serdang, menyebut dirinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum petugas piket.
Edo menjelaskan, kejadian bermula saat dirinya hendak memasuki area Mapolresta untuk menuju Satuan Lalu Lintas.
“Saya masuk seperti biasa dengan membuka kaca mobil di depan pos piket. Namun tiba-tiba salah satu petugas yang memakai ban provos berteriak dengan nada tinggi dan bersikap arogan,” ujar Edo.
Merasa diperlakukan tidak wajar, Edo kemudian turun dari kendaraan untuk menemui petugas tersebut dan menjelaskan identitasnya sebagai wartawan yang bertugas di Polresta Deli Serdang.
Namun, situasi justru memanas. Menurut Edo, petugas tersebut kembali membentaknya dengan nada keras dan menunjukkan sikap tidak bersahabat.
“Petugas itu membentak, menanyakan saya mau ke mana, bahkan gesturnya terkesan menantang. Saya sudah menjelaskan identitas saya sebagai pers,” tambahnya.
Tak hanya itu, Edo juga mengaku mendapat perlakuan tidak pantas berupa tindakan meludah yang dilakukan oleh oknum petugas saat berinteraksi.
Di lokasi yang sama, seorang petugas lain dari Sabhara disebut sempat menunjukkan papan imbauan bertuliskan “tamu wajib lapor”. Namun, situasi yang semakin tegang membuat Edo memilih meninggalkan lokasi guna menghindari konflik lebih lanjut.
“Saya memilih keluar karena suasana sudah tidak kondusif,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polresta Deli Serdang, Iptu Terrysvo Tarigan, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait dugaan tindakan arogansi oleh petugas piket tersebut.
Kasus ini menimbulkan perhatian terkait pentingnya profesionalitas aparat dalam memberikan pelayanan, termasuk kepada insan pers yang menjalankan tugas jurnalistik.
Ilham Gondrong



















