Proyek Paving Block Desa Pangkalan Diduga Asal Jadi! Dana Banprov 2025 Disinyalir Jadi Bancakan Oknum Desa

- Editor

Kamis, 9 Oktober 2025 - 13:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG|TribuneIndonesia.com 

Proyek pembangunan paving block di Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, kembali menuai sorotan tajam. Pasalnya, proyek yang bersumber dari Dana Bantuan Keuangan Provinsi (Banprov) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp 30.500.000 dan volume pekerjaan 64 meter x 1,5 meter, diduga kuat dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Proyek yang dilaksanakan oleh PPKD Desa Pangkalan itu semestinya menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur desa. Namun hasil pantauan awak media di lapangan justru menimbulkan dugaan adanya pelanggaran mutu dan lemahnya pengawasan.

Berdasarkan hasil investigasi, ditemukan bahwa Lapisan Pondasi Bawah (LPB) pada proyek paving block tersebut menggunakan batu sekrop dan pasir, bukan abu batu sebagaimana seharusnya menurut standar teknis pekerjaan jalan lingkungan.

Hal ini jelas menyalahi ketentuan teknis sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 28/PRT/M/2016 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum.
Dalam regulasi itu disebutkan, LPB wajib menggunakan agregat kelas C atau abu batu agar memiliki kepadatan dan stabilitas yang cukup menahan beban konstruksi di atasnya.

“Kalau pondasinya pakai batu sekrop dan pasir, pasti nggak kuat. Baru beberapa bulan juga sudah bisa rusak,” ungkap salah satu warga setempat dengan nada kecewa.

Selain mutu pekerjaan yang dipertanyakan, proyek tersebut juga tidak ditemukan papan informasi kegiatan di lokasi pekerjaan.
Padahal, hal itu wajib dipasang sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Pasal 25 ayat (1) huruf (f), yang menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik.

Baca Juga:  Bupati Simeulue Beri Motivasi Kepada Peserta Ujian TKA Tingkat SMP Dalam Rangka Peninjauan Langsung.

Ketiadaan papan proyek ini semakin memperkuat dugaan minimnya transparansi dan potensi adanya pelanggaran administratif.

Lebih ironis lagi, pekerja proyek di lapangan terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), yang berarti tidak mematuhi aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagaimana diamanatkan dalam Permen PUPR Nomor 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

Apabila benar terdapat unsur pelanggaran dan kelalaian, maka pihak pelaksana dapat dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, karena mengandung unsur penyalahgunaan wewenang yang berpotensi merugikan keuangan negara.

“Dana Banprov itu uang rakyat, bukan uang pribadi. Kalau dikerjakan asal-asalan, ini bentuk pengkhianatan terhadap amanah publik,” tegas salah satu aktivis pemerhati anggaran Pandeglang.

Publik kini mendesak Inspektorat Kabupaten Pandeglang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Pemerintah Provinsi Banten untuk segera turun tangan memeriksa proyek Banprov Desa Pangkalan tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, Mulyadi selaku Kepala Desa Pangkalan belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait dugaan proyek asal jadi itu.
Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi agar pemberitaan ini tetap berimbang dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.”(Tim/red)

Berita Terkait

Sambut HUT ke-81 TNI, Prajurit Gabungan di Manado Gelar Ziarah Nasional di TMP Kairagi
Dituduh Beli Solar Ilegal, Tokoh Masyarakat Bitung Ical Mawuntu Buka Suara dan Tunjukkan Dokumen Sah
Suhartini Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Jadi Penekanan
“Prabowo Rombak Kabinet dan Polri: Suyudi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Wakapolri”
Kenaikan Pangkat 14 Personel Kodaeral VIII, Kadispen Kolonel Laut (P) Andreas Suko Turut Resmi Naik Pangkat
Prabowo Dikabarkan Reshuffle Sejumlah Posisi Strategis, Menlu Sugiono Diisukan Masuk Daftar Reshuffle
EMPAT QANUN PRIORITAS DISETUJUI, BUPATI MONAS: PERKUAT LANDASAN PEMBANGUNAN DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
“22 Tahun DPD RI, Hartono Tancapkan Komitmen: Suara Papua Tak Boleh Padam dari Jakarta
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:17

Kapolres Aceh Timur Ngopi Bareng Bersama Elemen Masyarakat Peudawa, Bahas Narkoba hingga Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 30 September 2026 - 01:13

Sambut Hari Jadi Ke-24 Propam Polri, Propam Polres Bireuen Salurkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Kurang Mampu

Selasa, 29 September 2026 - 15:41

BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat

Selasa, 29 September 2026 - 13:57

Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.

Selasa, 29 September 2026 - 01:56

Subuh Keliling, Langkah Kapolres Aceh Timur Merawat Harkamtibmas

Senin, 28 September 2026 - 16:33

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Senin, 28 September 2026 - 15:29

BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal

Senin, 28 September 2026 - 11:08

Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

RSUD Langsa Jadi yang Tertinggi dalam Capaian Pemeriksaan Viral Load se-Aceh

Jumat, 2 Okt 2026 - 09:39

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x