Teungku Jamaica Bantah Terima Bantuan, Ungkap Fakta di Port Klang

- Editor

Senin, 13 April 2026 - 01:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | TribuneIndonesia.com

Isu bantuan untuk korban banjir Aceh yang disebut-sebut mencapai 2.000 ton kini menuai polemik. Teungku Jamaica angkat bicara, membantah keras tudingan bahwa dirinya menerima bantuan tersebut, sekaligus mengungkap hasil peninjauan langsung ke Malaysia.

Pada Selasa, 7 April 2026, Teungku Jamaica bersama sejumlah rekannya berangkat ke Port Klang, Malaysia. Tujuannya jelas: memastikan keberadaan bantuan yang diklaim telah terkumpul dalam jumlah besar dan siap dikirim ke Aceh. Namun, setibanya di lokasi, kenyataan yang ditemukan jauh dari informasi yang beredar.

*Klaim 2.000 Ton Tak Terbukti*
Di gudang penyimpanan (warehouse) Port Klang, Teungku Jamaica menyaksikan langsung kondisi barang bantuan. Ia menyebut, jumlah bantuan yang ada tidak mencapai angka yang selama ini disebutkan. “Faktanya tidak ada 2.000 ton. Yang ada hanya empat kontainer,” ujarnya.

Ia memperkirakan setiap kontainer berisi sekitar 20 hingga 30 ton barang. Artinya, total bantuan yang terkumpul jauh lebih kecil dari klaim sebelumnya. Bahkan, bantuan berupa toilet portabel yang disebut-sebut mencapai dua kontainer juga tidak ditemukan.

Bantuan tersebut, menurutnya, berasal dari sumbangan masyarakat Malaysia serta warga Aceh yang bermukim di negara tersebut, yang dikumpulkan oleh Ummah Aid Foundation (UAF) Malaysia.

*Bantuan Tak Kunjung Tiba di Aceh*
Sebelumnya, bantuan ini disebut akan dikirim menggunakan kapal perang Angkatan Laut Malaysia. Rencana itu batal. Alternatif lain, menggunakan kapal milik Jusuf Kalla melalui Kalla Line, juga tidak terealisasi. Hingga saat ini, Teungku Jamaica menegaskan, belum ada satu pun bantuan yang tiba di Aceh. “Jangankan ribuan ton, satu kotak mi instan pun belum sampai,” katanya.

Baca Juga:  Narasi “Kriminalisasi” Dipertanyakan, PTPN IV Regional VI Buka Fakta Kasus Brondolan Kebun Baru

*Dugaan Penjualan Bantuan*
Selain jumlah yang tidak sesuai, ia juga mengaku menerima informasi adanya penjualan sebagian bantuan.
Disebutkan, puluhan ton beras dijual dengan alasan telah berkutu, serta minyak goreng yang turut diperjualbelikan. Hal ini, menurutnya, harus dipertanggungjawabkan oleh pihak terkait.

*Soroti Dugaan Pembohongan Publik*
Teungku Jamaica menyayangkan beredarnya informasi yang dinilainya menyesatkan publik. Ia menilai klaim 2.000 ton bantuan telah menciptakan harapan besar, khususnya bagi korban banjir di Aceh.

Ia mendesak pihak yang menyebarkan informasi tersebut untuk segera meminta maaf secara terbuka.
“Rakyat Aceh tidak boleh dibohongi, apalagi dalam situasi bencana,” tegasnya.

*Bantah Kenal “Bos Pon”*
Dalam pernyataannya, Teungku Jamaica juga menanggapi video yang beredar, di mana seseorang yang dikenal sebagai “Bos Pon” mengklaim bahwa bantuan telah diserahkan kepadanya.

Ia membantah keras tudingan tersebut. “Saya tidak kenal, tidak pernah berkomunikasi, dan tidak pernah menerima bantuan apa pun dari dia,” ujarnya.

Ia bahkan menantang pihak tersebut untuk menunjukkan bukti. Jika tidak, ia menyatakan siap menempuh jalur hukum atas dugaan pencemaran nama baik.

Dengan pernyataan ini, Teungku Jamaica berharap polemik bantuan kemanusiaan ini dapat segera menemukan kejelasan, serta pihak-pihak terkait bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat Aceh.

Berita Terkait

YBM PLN UP3 Langsa Hadirkan Kepedulian, Bantu Pengajian Al-Amin dan Usaha Kedai Kopi
Heboh Penertiban Aset! Bentak Warga, Bupati Diminta Evaluasi
Raih Terbaik III Regional Sulawesi, Kota Bitung Sabet 200 Kuota Bedah Rumah
Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Lokasi Longsor dan Kerusakan PDAM Tirta Tawar di Aceh Tengah
GRPK Apresiasi Gerak Cepat Ditreskrimsus Polda Sumut, Tangani Dugaan Pelanggaran UU Perlindungan Konsumen di PT Sari Inco Food Corporation
SMP Negeri 13 Langsa Perkuat Karakter dan Disiplin Siswa, Gandeng TNI-Polri
Di Tengah Musibah Kebakaran Aceh Tenggara, Kapolres dan Bupati Hadir Kuatkan 13 KK Korban Terdampak
Kedepankan Syariat Islam di Aceh, APH dan Pejabat Diimbau Prioritaskan Restorative Justice bagi Kasus Antar-Siswa di Sekolah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:54

YBM PLN UP3 Langsa Hadirkan Kepedulian, Bantu Pengajian Al-Amin dan Usaha Kedai Kopi

Jumat, 18 September 2026 - 15:58

Heboh Penertiban Aset! Bentak Warga, Bupati Diminta Evaluasi

Jumat, 18 September 2026 - 10:58

Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Lokasi Longsor dan Kerusakan PDAM Tirta Tawar di Aceh Tengah

Jumat, 18 September 2026 - 07:44

GRPK Apresiasi Gerak Cepat Ditreskrimsus Polda Sumut, Tangani Dugaan Pelanggaran UU Perlindungan Konsumen di PT Sari Inco Food Corporation

Jumat, 18 September 2026 - 06:59

SMP Negeri 13 Langsa Perkuat Karakter dan Disiplin Siswa, Gandeng TNI-Polri

Jumat, 18 September 2026 - 04:55

Di Tengah Musibah Kebakaran Aceh Tenggara, Kapolres dan Bupati Hadir Kuatkan 13 KK Korban Terdampak

Jumat, 18 September 2026 - 04:33

Kedepankan Syariat Islam di Aceh, APH dan Pejabat Diimbau Prioritaskan Restorative Justice bagi Kasus Antar-Siswa di Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 04:28

SKANDAL PROYEK IRIGASI KAMPUNG NANGKA: Bau Busuk Korupsi Menyengat, CV Putra Jaya Tantang Hukum dan Keselamatan Rakyat!

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Heboh Penertiban Aset! Bentak Warga, Bupati Diminta Evaluasi

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:58

Pemerintahan dan Berita Daerah

52 Rumah Nelayan Paluh Sibaji Mulai Direnovasi

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:01

Pemerintahan dan Berita Daerah

Industri Daur Ulang Sampah Elektronik Dijajaki, Potensi Serap 10.000 Tenaga Kerja

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:10