
Bener Meriah– Sejumlah tenaga pengajar di SD Negeri Datu Derakal, Desa Bintang Berangun, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, mengeluhkan dugaan pemotongan gaji yang dilakukan oleh kepala sekolah.
Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, praktik tersebut diduga telah berlangsung selama sekitar lima bulan terakhir. Besaran potongan disebut berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per guru.
“Aneh, gaji kami terus dipotong tanpa alasan yang jelas. Walau nilainya kecil, praktik ini tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, para tenaga pengajar sempat mempertanyakan kebijakan tersebut, termasuk dugaan pemotongan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idulfitri. Keluhan itu bahkan disampaikan melalui grup WhatsApp internal sekolah.
“Ada yang bertanya di grup, tapi kepala sekolah menjawab bahwa itu hanya untuk mengetes dan uangnya akan dikembalikan,” katanya.
Selain persoalan dugaan pemotongan gaji, para guru juga menyoroti sejumlah hal lain dalam pengelolaan sekolah. Di antaranya terkait jabatan lain yang diemban kepala sekolah sehingga dinilai tidak maksimal menjalankan tugas, serta hak konsumsi atau snack bagi tenaga pengajar yang disebut tidak pernah diberikan meski anggarannya ada.
“Anggaran untuk snack itu ada, tapi kami tidak pernah menerima,” ungkapnya.
Para tenaga pengajar berharap adanya perhatian dari instansi terkait untuk menelusuri persoalan tersebut guna memastikan transparansi pengelolaan anggaran serta pemenuhan hak-hak tenaga pendidik.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Datu Derakal, Hasan Basyri, saat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut meminta agar kebenaran informasi terlebih dahulu ditelusuri.
“Dari mana bapak dengar berita ini, silakan selidiki dulu ke guru-guru lain, karena yang transfer anak saya,” ujarnya.
Terkait pernyataannya di grup WhatsApp mengenai dugaan pemotongan gaji serta persoalan snack bagi tenaga pengajar, Hasan Basyri belum memberikan penjelasan lebih lanjut.


















