DELI SERDANG | TribuneIndonesia.com — Dugaan korupsi Dana Desa di Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, kembali menyengat. Rabu (18/2/2026), warga bersama tokoh masyarakat Abdul Hadi dan Ilham Syahputra mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Deli Serdang serta Inspektorat Deli Serdang untuk menuntut kejelasan progres pengaduan masyarakat (Dumas) terkait dugaan mark up dan proyek fiktif Anggaran Dana Desa Aras Kabu.
Di hadapan warga, Ezral, jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Deli Serdang, mengakui penanganan Dumas masih “menggantung”. Proses disebut tinggal menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat. Ia bahkan menunjukkan surat resmi yang telah dilayangkan Kejari kepada Inspektorat sebagai bukti koordinasi. Kejari, katanya, akan bersikap proaktif mengawal laporan warga.
Namun, di sisi lain, Inspektorat Deli Serdang mengonfirmasi pemeriksaan belum menyentuh inti perkara. Tim khusus memang sudah dibentuk, tetapi proses diklaim tertahan lantaran menunggu tenaga ahli dari dinas cipta karya untuk mengurai teknis pekerjaan proyek yang diduga bermasalah. Salah satu anggota tim menyebut, hasil investigasi baru akan dikirim ke Kejari setelah pendalaman teknis rampung. Tim tersebut dibentuk atas arahan Edwin selaku Kepala Inspektorat Deli Serdang.
Situasi ini memantik kegeraman warga. Abdul Hadi menegaskan, masyarakat tidak akan berhenti mengawal Dumas yang dinilai berjalan lamban dan berisiko “dipingpong” antarinstansi. Ia menyebut akan membawa persoalan ini ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara bila Kejari atau Inspektorat dinilai tidak kooperatif, apalagi jika terendus praktik “main mata” dalam penanganan perkara.
“Kami datang bukan untuk basa-basi. Ini uang rakyat. Jika proses terus ditunda, kami pastikan perkara ini naik tingkat. Kami ingin kebenaran, bukan janji,” tegas Abdul Hadi di hadapan warga.
Gelombang desakan publik kini menguat. Warga menuntut transparansi, tenggat waktu yang jelas, serta keberanian aparat membongkar dugaan mark up dan proyek fiktif yang disinyalir merugikan desa. Jika aparat lamban, amarah publik bisa berubah menjadi krisis kepercayaan. Di Aras Kabu, kesabaran warga sudah di ujung tanduk.
Ilham Gondrong

















