Setahun berlalu, kasus penikaman Abdul Hadi di Batang Kuis belum terungkap

- Editor

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batang Kuis I TribuneIndonesia.comGenap satu tahun sudah peristiwa dugaan upaya pembunuhan yang menimpa Abdul Hadi, warga Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, namun hingga kini para pelaku masih belum terungkap. Kasus yang terjadi pada Kamis malam, 12 Februari 2025 itu menyisakan luka fisik sekaligus trauma mendalam bagi korban.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi usai Abdul Hadi pulang menunaikan salat Isya dari Masjid Istiqomah. Dalam perjalanan menuju rumahnya, korban yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba dipepet dua orang tak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario.

Tanpa banyak kata, salah seorang pelaku yang dibonceng langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis sangkur. Tikaman tersebut menghujam paha kanan Abdul Hadi hingga membuatnya terjatuh dari sepeda motor.

Meski dalam kondisi terluka, korban sempat berdiri dan menanyakan maksud para pelaku. Namun jawaban yang diterima justru mengerikan.

“Saya dengar mereka bilang, ‘Bunuh, habisi!’” ungkap Abdul Hadi mengenang detik-detik mencekam itu.

Alih-alih melarikan diri, korban mengaku sempat mendatangi kedua pelaku sambil menantang mereka. Namun kedua pelaku justru kabur melarikan diri ke arah Kota Batang Kuis. Abdul Hadi bahkan sempat mencoba mengejar meski dalam keadaan menahan sakit akibat luka tikaman, tetapi para pelaku berhasil lolos.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Batang Kuis dengan nomor laporan LP/B/29/II/2025/SPKT/Sek.Bt.Kuis/Polresta Deli Serdang/Polda Sumut. Namun, tepat setahun setelah kejadian, korban mengaku belum melihat perkembangan signifikan dalam pengungkapan kasus yang nyaris merenggut nyawanya itu.

Baca Juga:  Satgas TMMD Ke-123 Kodim 0111/Bireuen,Pembuatan Sumur Bor Di  Meunasah Pulo.

“Sampai sekarang saya masih trauma. Setiap naik sepeda motor rasanya was-was, takut kejadian seperti itu terulang lagi,” ujar Abdul Hadi.

Ia juga mengaku kecewa karena para pelaku maupun dugaan aktor intelektual di balik peristiwa tersebut belum berhasil diungkap. Menurutnya, kejadian ini bukan sekadar tindak kekerasan biasa, melainkan sudah masuk kategori percobaan pembunuhan yang mengancam keselamatan warga.

Perasaan tidak aman masih terus menghantui korban dalam aktivitas sehari-hari. Luka fisik memang telah mengering, tetapi luka batin masih terasa.

Meski demikian, Abdul Hadi mengaku hanya bisa berharap pada proses hukum yang berjalan. Ia mendoakan agar penyidik, Kanit, dan Kapolsek Batang Kuis diberikan kemudahan, kekuatan, serta keberanian dalam mengungkap pelaku kejahatan tersebut.

“Semoga aparat penegak hukum diberi jalan untuk menangkap pelakunya. Saya hanya ingin keadilan,” tuturnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut rasa aman masyarakat di wilayah Batang Kuis. Warga berharap kepolisian dapat segera mengungkap motif, pelaku, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, agar tidak muncul anggapan bahwa pelaku kejahatan kekerasan bisa bebas berkeliaran tanpa tersentuh hukum.

Setahun berlalu, satu pertanyaan besar masih menggantung: siapa pelaku yang mencoba menghabisi nyawa Abdul Hadi di jalan gelap sepulang dari rumah ibadah?

Masyarakat kini menunggu jawaban tegas dari aparat penegak hukum.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

KELUARGA 8 TERDAKWA KASUS DUGAAN PEMALSUAN STNK DAN MOTOR BODONG DI SIMEULUE DESAK PENEGAKAN ASAS PERSAMAAN HUKUM*
Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa
Tanggal yang Tak Beres di Putusan Pengadilan Negri Lubuk Pakam
Gencarkan Budaya Antikorupsi, Kejari Bitung Sambangi Kampus STBM Dua Sudara
​Bentuk Agen Perubahan, Kejari Bitung Isi Pembekalan Revolusi Mental bagi Capaska
​Sidang Praperadilan Lodewyk Pusung Ungkap Pengelolaan Dapur MBG di Manado, OC Kaligis: Dapurnya Ada dan Memenuhi Syarat
​Kajari Bitung Hadiri FGD Evaluasi Restorative Justice di Kejati Sulawesi Utara
Pengawasan Ketat Korps Adhyaksa: Kejari Bitung dan Tiga Kejari Daerah Jalani Evaluasi Kinerja Serentak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:18

Satgas TMMD ke-129 Tebar Lele dan Isi Kandang Ayam Petelur di Lima Lokasi RTLH

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:09

Kapolres Bireuen Terima Penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:09

LSM KPK RI Desak P3-TGAI Kuning II Diaudit: “Jangan Main-Main dengan Uang Negara!”

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:41

Keamanan Digaji Layak, Pendidikan Disuruh Berjuang — Itu Bukan Kebijakan, Itu Ketidaksadaran yang Fatal

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:39

Dewan Diberi Segalanya, Guru Diabaikan — Di Mana Letak Kemajuan Bangsa?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:50

Sambut HUT RI ke-81, TP-PKK Kecamatan Jangka Gelar Senam Bersama dan Lomba Voli Gembira

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:34

Serah Terima Jabatan Ketua Komite RSUD dr. Fauziah Bireuen Berlangsung Khidmat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:03

​Gandeng Personel Lintas Agama, Polres Bitung Gelar Doa Bersama Pascatragedi Kotamobagu

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Jalur Tikus di Tengah Macet Jamin Ginting

Rabu, 12 Agu 2026 - 07:37