Negara Hadir di Aceh, Ruslan M Daud Dorong Percepatan Infrastruktur Pascabencana

- Editor

Kamis, 9 April 2026 - 14:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh/Tribuneindonesia.com

Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M. Daud atau akrab disapa HRD, mengapresiasi langkah pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Aceh pascabencana.

Namun demikian, HRD menegaskan bahwa percepatan pembangunan sangat dibutuhkan agar manfaatnya segera dapat dirasakan oleh masyarakat Aceh.

Dalam kunjungan kerja Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Irmawan, rombongan meninjau langsung progres pembangunan sejumlah sarana dan prasarana di Aceh.

Politisi PKB ini menilai, kehadiran negara sudah terlihat nyata melalui pembangunan infrastruktur yang saat ini terus berjalan, dengan total anggaran mencapai triliunan rupiah.

“Pertama, kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan seluruh jajarannya, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan kementerian lainnya.

Kata HRD, infrastruktur di Aceh saat ini sudah mulai berjalan dengan baik dan sangat membanggakan,” ujar Ruslan, Kamis (09/04/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur bukanlah proses instan dan membutuhkan waktu serta tahapan yang harus dipahami oleh masyarakat. “Tidak mungkin seperti membalikkan telapak tangan. Perlu waktu yang cukup panjang berbulan-bulan, bahkan sampai tahunan,” terangnya.

Meski demikian, Ruslan mengakui masih banyak wilayah di Aceh yang menghadapi kendala akses, terutama dalam konektivitas antar desa, kecamatan, hingga antar kabupaten. Oleh itu, ia mendorong pemerintah pusat untuk terus mempercepat pembangunan.

“Kami meminta kepada pemerintah pusat agar percepatan ini terus dilakukan. Jika semua akses tersambung, tentu masyarakat akan sangat terbantu,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat tidak hanya tercermin dari alokasi anggaran, tetapi juga perhatian langsung dari Presiden yang telah beberapa kali mengunjungi Aceh.

“Ini bukti bahwa negara hadir. Bukan hanya anggaran yang turun, tetapi perhatian langsung dari Presiden untuk masyarakat Aceh,” pungkas H Ruslan.

Diketahui Target 20 Ribu Lebih Hunian Tetap, pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menetapkan rencana aksi pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana di Aceh untuk periode 2026–2028. Program ini menargetkan pembangunan sebanyak 20.647 unit rumah dengan total anggaran mencapai Rp5,94 triliun.

Baca Juga:  Jaksa Limbah Perkara Study Banding Kec. Peusangan Ke PN Tipikor Banda Aceh.

Rinciannya:
2026: 6.220 unit (Rp1,79 triliun)
2027: 9.747 unit (Rp2,80 triliun)
2028: 4.680 unit (Rp1,34 triliun)
Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan alokasi terbesar, yakni 10.456 unit dengan anggaran Rp3,01 triliun. Disusul Kabupaten Aceh Utara sebanyak 4.827 unit dan Kabupaten Gayo Lues 3.350 unit.
Sejumlah daerah lain juga mendapatkan alokasi pembangunan, antara lain:
Kabupaten Bireuen: 644 unit
Kabupaten Aceh Tengah: 533 unit
Kabupaten Aceh Timur: 349 unit
Kabupaten Bener Meriah: 183 unit
Kabupaten Pidie: 89 unit
Kabupaten Pidie Jaya: 110 unit
Kota Lhokseumawe: 66 unit
Kabupaten Aceh Tenggara: 40 unit
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memastikan masyarakat terdampak memiliki hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Pembangunan Hunian Sementara Terus Berjalan Selain hunian tetap, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum juga telah membangun hunian sementara (huntara) di berbagai wilayah terdampak.

Total hunian sementara yang telah dibangun mencapai 1.218 unit, dengan rincian:

Aceh Tamiang: 240 unit
Bener Meriah: 228 unit
Aceh Utara: 522 unit
Pidie Jaya: 168 unit
Kota Subulussalam: 60 unit
Saat ini, terdapat 84 unit yang masih dalam tahap pembangunan, seluruhnya berada di Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan tambahan sebanyak 386 unit, yang tersebar di: Aceh Tamiang (Desa Rimba Sawang, Kebun Medang Ara, dan Mekar Jaya): masing-masing 108 unit.

Proses pembangunan dilakukan berdasarkan usulan pemerintah daerah serta hasil koordinasi antara satuan kerja dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dengan berbagai program yang berjalan, Ruslan berharap pembangunan infrastruktur dan perumahan di Aceh dapat terus dipercepat, sehingga pemulihan pascabencana tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat di lapangan.

Berita Terkait

BERJUANG SENDIRI, TAPI TIDAK HARUS MENUTUP DIRI
Polsek Gandapura Gencarkan Patroli KRYD Cegah Karhutla, Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi
Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
FKLL Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Tangani Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama
Kapolres Aceh Timur Silaturahmi ke Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Polri dan Ulama
Peringati Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni puluhan Anak Yatim
Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:40

Jepang Memberi Makan Gratis Tanpa Keracunan- Mengapa Kita Tidak Bisa? Pemimpin Harus Mencicipi Dulu!

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:19

Jangan Menjadi Pemimpin — Gubernur Atau Siapa Pun — Untuk Menciptakan Kebohongan Kepada Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:14

Korupsi Menggurita — Mengapa Koruptor Diperlakukan Istimewa, Rakyat Yang Disiksa?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:48

Ketika Tanah Leluhur Diambil — Tanda Peradaban yang Akan Hancur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 04:43

Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:59

Kerajaan Babilon: Kekuasaan yang Lupa Pencipta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:56

Bangsa Kaya yang Terjatuh karena Melupakan Rakyat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:54

Kesombongan yang Menjatuhkan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Kembangkan Bawang Merah di Namorambe, Target Produksi 13 Ton

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:04

Sosial

BERJUANG SENDIRI, TAPI TIDAK HARUS MENUTUP DIRI

Minggu, 27 Sep 2026 - 07:11

Feature dan Opini

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Minggu, 27 Sep 2026 - 01:29