Bitung, Sulut | TribuneIndonesia.com
Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga ekologi wilayah pesisir melalui aksi Kerja Bakti Peduli Lingkungan yang digelar di Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Rabu (11/02/26).
Kegiatan ini merupakan bagian dari akselerasi Gerakan Indonesia Asri, sebuah program strategis pemerintah guna memastikan kelestarian alam tetap terjaga di tengah dinamika pembangunan.
Langkah konkret TNI-AL ini menyasar sejumlah titik krusial yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga.
Fokus pembersihan diarahkan pada pembenahan fasilitas umum, normalisasi saluran air guna mencegah penyumbatan, serta penataan area pemukiman padat penduduk.
Fokus ini dipilih untuk memastikan dampak kesehatan dan estetika lingkungan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Kegiatan diawali tepat pukul 15.30 WITA dengan apel kelengkapan personel di lokasi.
Di bawah komando langsung para pimpinan, seluruh jajaran Satrol Kodaeral VIII menyisir sepanjang jalan protokol dan lorong-lorong di Kecamatan Aertembaga.
Sinergi antara prajurit dan warga terlihat dalam upaya membebaskan wilayah tersebut dari tumpukan sampah dan rimbunan vegetasi yang tidak teratur.
Hadir memimpin jalannya aksi tersebut, Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr. Hanla., CRMP.
Kehadiran jajaran perwira menengah seperti Pasminlog, Pasops, serta para Komandan Unsur di lapangan menegaskan bahwa agenda ini merupakan prioritas satuan dalam memperkuat kemanunggalan TNI-AL dengan rakyat di wilayah operasionalnya.
Dalam keterangannya, Kolonel Marvill menekankan bahwa karya bakti ini bukan sekadar seremonial pembersihan sampah, melainkan upaya memicu kesadaran kolektif.
Ia berharap semangat gotong royong ini kembali menjadi budaya yang mengakar kuat di tengah masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara militer dan warga adalah kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Seluruh rangkaian agenda sosial ini berakhir pada pukul 17.00 WITA dalam situasi yang tertib dan kondusif.
Melalui aksi ini, Satrol Kodaeral VIII membuktikan bahwa kehadiran mereka tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan di laut, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan positif bagi lingkungan hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat di darat. (Kiti)












