UPTD Tahura Tegaskan Pembangunan di Sidakarya untuk Jalan Melasti ​

- Editor

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


DENPASAR | Tribuneindonesia.com

Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, I Putu Agus Juliartawan, menepis spekulasi yang berkembang di masyarakat terkait aktivitas pembangunan di kawasan pesisir Sidakarya, Denpasar Selatan.

Ia memastikan infrastruktur yang baru rampung tersebut tidak berkaitan dengan rencana proyek Terminal Liquefied Natural Gas (LNG), melainkan akses kegiatan religius bagi masyarakat adat setempat terutama desa adat Sidakarya.

​Pernyataan ini disampaikannya guna merespons isu yang mengaitkan pembangunan jalan inspeksi di sekitar kawasan mangrove tersebut dengan kepentingan komersial energi.

​”Itu tidak benar, peruntukannya berbeda. Pembangunan akses itu terikat perjanjian kerja sama religi dan normalisasi sungai dengan Desa Adat Sidakarya,” ujar Agus saat dikonfirmasi di Denpasar, Senin (19/1/2026).

​Ia merinci, proyek tersebut bermula dari persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang terbit pada 2023. Persetujuan itu kemudian ditindaklanjuti melalui nota kerja sama antara Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali dengan Desa Adat Sidakarya.

​Fokus utama kerja sama ini adalah normalisasi Sungai Tukad Ngenjung sebagai upaya mitigasi banjir yang kerap melanda wilayah Denpasar Selatan, serta penyediaan akses untuk upacara Melasti.

​”Pembangunannya menggunakan anggaran APBD Pemerintah Kota Denpasar tahun 2025. Jalan sepanjang 800 meter dengan lebar 6 meter ini diperuntukkan bagi kegiatan upacara keagamaan, bukan kepentingan komersial,” tegasnya.

​Terkait isu yang mengaitkan lokasi tersebut dengan Terminal LNG, Juliartawan menyebut dugaan tersebut tidak berdasar. “Wah, tidak ada kaitannya, jauh sekali itu. Baik dari segi lokasi maupun peruntukan awal, ini murni fasilitas adat,” imbuhnya.

Baca Juga:  ​Terjerat UU Kesehatan, Pengedar Obat Keras di Girian Diciduk Polisi Saat Jemput Paket

​Secara fisik, pengerjaan proyek telah rampung pada akhir Desember 2025. Pihaknya kini tengah menunggu peresmian dan upacara melaspas (penyucian bangunan) yang akan diinformasikan dalam waktu dekat.

Hal senada diungkapkan Bendesa Adat Sidakarya, Ketut Suka. Ia menargetkan upacara pemelaspasan proyek tersebut dapat digelar pada Februari 2026.

“Jadi krama Desa Adat Sidakarya dapat melaksanakan ritual Melasti jelang Nyepi bulan Maret di wilayah sendiri, tanpa perlu lagi menumpang ke Pantai Mertasari,” ucapnya.

​Suka menegaskan, penataan ini beriringan dengan normalisasi Tukad Ngenjung oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Langkah ini dinilai krusial untuk memitigasi banjir di kawasan Sidakarya hingga Renon.

Efektivitasnya bahkan telah teruji saat wilayah tersebut aman dari genangan ketika banjir bandang melanda Bali pada 10 September 2025 lalu.

​Selain mempermudah pembangunan Pura Pemelastian, Suka turut menepis isu liar yang mengaitkan pembukaan akses jalan tersebut dengan proyek LNG atau terkait kabar yang beredar mengenai hadirnya investasi perusahaan Rusia.

Ia menegaskan, seluruh pembangunan ini murni aspirasi untuk kepentingan masyarakat adat, bukan pihak asing.

“Itu hanya perkiraan tanpa dasar. Ini murni untuk masyarakat adat, tidak ada kepentingan lain,” tegasnya.(***)

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Kota Bakti dan UPT Pemasyarakatan Pidie Gelar Donor Darah Serentak
MAN 1 Pidie Perkuat Kiprah di Kancah Internasional, Dua Siswa Raih Juara III Robotik
Bukan Sekadar Tanpa Plang! P3-TGAI Desa Rikit Disorot: Pekerjaan Bergelombang, K3 Dipertanyakan, Aspirasi Dewan Ikut Disorot
Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan
Ketika Sumber Daya Habis — Lalu Ke Mana Bangsa Ini Akan Melangkah?
Di Norwegia Melayani dengan Sederhana — Di Indonesia Justru Dilayani Berlebihan
Selamat Jalan Kak, Semoga Husnul Khatimah
Dinas DPKP Bireuen dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Empat Kecamatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:02

Ironi Negeri Ini — Guru Disuruh Sarjana, Tapi Dewan Bisa Cukup Lulus SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:32

Memimpin Bukan Bermain Catur — Membangun Peradaban atau Menjadi Cerita Keruntuhan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:14

Peradaban Bangsa Akan Bersih dan Maju Jika Dimulai dari Indonesia Timur

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:44

Jack Ma: Seorang Guru yang Membuktikan — Bukan dengan Buku, Tapi dengan Karya

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:38

Sekolah Itu Fondasi: Di Situlah Identitas dan Masa Depan Bangsa Dibentuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:28

Perampasan Aset Koruptor: Antara Ketakutan Pemegang Kuasa dan Keadilan bagi Rakyat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:27

Pemimpin Itu Melayani, Bukan Dilayani

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:04

Kekerasan Tidak Pernah Menjadi Jalan Penyelesaian Sesungguhnya

Berita Terbaru

Headline news

KINERJA PEMKAB SIMEULUE DAPAT PENGAKUAN NASIONAL TAHUN 2026

Kamis, 13 Agu 2026 - 03:37