SANFFEST 2025: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Apresiasi Karya Santri Berharap Memperkuat Ekosistem Perfilman

- Editor

Senin, 22 Desember 2025 - 13:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta/Tribuneindonesia.com

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan, Santri Film Festival (SANFFEST) 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat peran santri sebagai bagian dari ekosistem perfilman dan diplomasi kebudayaan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon dalam sambutannya pada Malam Anugerah SANFFEST 2025 yang digelar di Sasono Langgen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Ahad (21/12/2025) malam.

Menurut Fadli, tema “Dari Jendela Santri Memandang Dunia” bukan sekadar slogan, melainkan visi besar bahwa santri tidak hanya menjadi pewaris tradisi pesantren, tetapi juga aktor penting dalam membangun dan mempromosikan kebudayaan Indonesia melalui medium film.

“Pesantren selama ini telah melahirkan beragam karya sastra, seni pertunjukan, dan musik. Kini kita juga sedang membangun ekosistem film di pesantren,” ujar Fadli Zon di hadapan para peserta, tamu undangan, dan insan perfilman.

Ia mengapresiasi capaian SANFFEST 2025 yang berhasil menghimpun 125 film karya santri dari 115 pesantren di 20 provinsi dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal positif lahirnya generasi sineas baru dari kalangan pesantren yang kelak dapat berkontribusi dalam perjalanan perfilman nasional.

Fadli menjelaskan, Kementerian Kebudayaan terus berupaya memperkuat berbagai ekosistem seni, mulai dari sastra, film, musik, seni pertunjukan, hingga seni rupa. Salah satu bentuk dukungan konkret adalah melalui Dana Indonesiana, yang pada 2025 telah menyalurkan anggaran sekitar Rp465 miliar kepada lebih dari 2.800 penerima, baik individu, komunitas, maupun sanggar seni secara transparan dan inklusif.

Baca Juga:  ​Dorong Tertib Administrasi, PPS Bitung Sosialisasikan Aturan Baru Tata Kelola Awak Kapal

“Dana ini dapat dimanfaatkan komunitas, termasuk klub film di pesantren. Kami berharap santri dapat memanfaatkannya untuk pengembangan kapasitas, mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, hingga produksi dan pascaproduksi,” jelasnya.

Sementara Ketua Komite Santri Film Festival (SANFFEST) 2025, Neno Warisman, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Santri Film Festival tahun ini merupakan sebuah perjalanan panjang yang penuh tantangan sekaligus membanggakan.

“SANFFEST 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi film, tetapi juga ruang pembelajaran dan pendampingan kreatif bagi para santri dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Neno Warisman menjelaskan, rangkaian kegiatan SANFFEST berlangsung selama kurang lebih dua bulan, dimulai sejak tahap ta’aruf pada 21 Oktober hingga malam penganugerahan pada 21 Desember 2025.

“Selama periode tersebut, tim SANFFEST melakukan pendampingan intensif ke berbagai wilayah, dilanjutkan dengan proses kurasi, penjurian, hingga persiapan acara puncak,” jelas

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Kota Bakti dan UPT Pemasyarakatan Pidie Gelar Donor Darah Serentak
MAN 1 Pidie Perkuat Kiprah di Kancah Internasional, Dua Siswa Raih Juara III Robotik
Bukan Sekadar Tanpa Plang! P3-TGAI Desa Rikit Disorot: Pekerjaan Bergelombang, K3 Dipertanyakan, Aspirasi Dewan Ikut Disorot
Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan
Ketika Sumber Daya Habis — Lalu Ke Mana Bangsa Ini Akan Melangkah?
Di Norwegia Melayani dengan Sederhana — Di Indonesia Justru Dilayani Berlebihan
Selamat Jalan Kak, Semoga Husnul Khatimah
Dinas DPKP Bireuen dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Empat Kecamatan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:02

Ironi Negeri Ini — Guru Disuruh Sarjana, Tapi Dewan Bisa Cukup Lulus SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:32

Memimpin Bukan Bermain Catur — Membangun Peradaban atau Menjadi Cerita Keruntuhan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:14

Peradaban Bangsa Akan Bersih dan Maju Jika Dimulai dari Indonesia Timur

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:44

Jack Ma: Seorang Guru yang Membuktikan — Bukan dengan Buku, Tapi dengan Karya

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:38

Sekolah Itu Fondasi: Di Situlah Identitas dan Masa Depan Bangsa Dibentuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:28

Perampasan Aset Koruptor: Antara Ketakutan Pemegang Kuasa dan Keadilan bagi Rakyat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:27

Pemimpin Itu Melayani, Bukan Dilayani

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:04

Kekerasan Tidak Pernah Menjadi Jalan Penyelesaian Sesungguhnya

Berita Terbaru

Headline news

KINERJA PEMKAB SIMEULUE DAPAT PENGAKUAN NASIONAL TAHUN 2026

Kamis, 13 Agu 2026 - 03:37