Zuli Zulkipli, S.H: Direktur LBH Arjuna Bakti Negara Nilai OTT KPK Kini Tak Lagi Menarik dan Berubah Menjadi Dagelan Publik

- Editor

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi | TribuneIndonesia.com

Kritik terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menguat dari kalangan pegiat hukum. Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arjuna Bakti Negara, Zuli Zulkipli, S.H, menilai lembaga antirasuah tersebut kini kehilangan wibawa dan kepercayaan publik. Ia menyebut Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang dulu menjadi instrumen paling dinantikan masyarakat, kini justru tidak menarik lagi dan bahkan berubah menjadi “dagelan publik”.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis (11/12/2025), Zuli Zulkipli, S.H menilai OTT yang dilakukan KPK dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi memberikan efek kejut maupun menghadirkan kepastian hukum yang kuat. Menurutnya, pola penindakan yang dilakukan lembaga tersebut justru kerap menimbulkan kegaduhan sesaat tanpa progres berarti dalam pemberantasan korupsi.

“OTT KPK dulu adalah simbol keberanian, tapi sekarang justru dipertanyakan efektivitasnya. Banyak kasus berhenti di tengah jalan, sementara isu korupsi di daerah terus meningkat. Masyarakat lama-lama melihatnya sebagai dagelan,” ujarnya.

Soroti Lemahnya Pengawasan dan Praktik Penyimpangan

Zuli Zulkipli, S.H menambahkan bahwa berbagai persoalan seperti dugaan penyimpangan anggaran, proyek-proyek rawan permainan, serta lemahnya pengawasan internal — termasuk yang berkaitan dengan NPCI hingga Sekretariat DPRD — semakin menunjukkan rapuhnya tata kelola di sejumlah daerah.

“Ketika daerah-daerah terus menjadi sorotan, ini pertanda serius bahwa penindakan tidak berjalan maksimal. OTT KPK seolah hanya menangkap aktor kecil, sementara akar persoalan tidak pernah dibongkar,” tegasnya.

Menurut Zuli Zulkipli, S.H kondisi tersebut mempertegas bahwa OTT yang dilakukan KPK selama ini tidak menyentuh akar permasalahan dan gagal memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi, khususnya di tingkat daerah.

Baca Juga:  AWDI–GWI Desak DPMPD Bertindak: Ada Apa di Balik Pemecatan Perangkat Desa Cipinang

Turunnya Kepercayaan Publik terhadap KPK

Ia turut menyoroti semakin merosotnya kepercayaan publik terhadap KPK. Kontroversi internal, perubahan regulasi, hingga dinamika politik disebut menjadi faktor yang memperburuk citra lembaga yang pernah menjadi harapan utama masyarakat dalam memerangi korupsi.

Zuli Zulkipli, S.H mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme OTT, mulai dari proses pengumpulan informasi, koordinasi antar-penegak hukum, hingga pengembangan perkara ke level yang lebih strategis.

“Kalau KPK ingin kembali dipercaya, langkah pertama adalah mengembalikan integritas lembaga. Perkuat sumber daya manusia, perbaiki pola kerja, dan hentikan manuver yang membuat publik bingung. Pemberantasan korupsi itu bukan tontonan, tapi kerja serius,” ucapnya menegaskan.

Harapan Pembenahan dan Penegakan Hukum yang Lebih Tegas

Zuli Zulkipli, S.H juga berharap pemerintah pusat serta DPR RI memberikan ruang dan dukungan penuh agar KPK dapat kembali menjalankan perannya secara independen dan efektif. Ia menegaskan bahwa masyarakat di daerah, termasuk Kabupaten Bekasi, sangat mengharapkan penegakan hukum yang tegas dan konsisten demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Jika OTT hanya menjadi aksi seremonial tanpa pembenahan sistemik, maka zona merah korupsi di berbagai daerah tidak akan pernah berkurang. KPK harus bangkit, bukan menjadi bahan tertawaan publik,” pungkasnya.

Penulis: Haris Pranatha

Berita Terkait

Dokter Spesialis Anak Bukan Menolak Tugas, Persoalkan Kesesuaian Penempatan dan Kompetensi
Polemik Penugasan Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat, Regulasi dan Kebutuhan Pelayanan RSUD Waisai Jadi Sorotan
Delapan Tahun Mengabdi di Raja Ampat, Perjalanan dr. Laura Christanty Tak Selalu Berjalan Mulus
Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026
Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung
PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI
LMND SIMEULUE MINTA COPOT KOMANDAN, ADILI OKNUM.
SERUAN KEMANUSIAAN SITI MUNAWAROH MEMBUTUHKAN 2 KANTONG DARAH O POSITIF, KELUARGA BERHARAP PEMERINTAH, BUMN, BUMS, TNI, POLRI DAN RELAWAN BERGERAK
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 17:38

Dokter Spesialis Anak Bukan Menolak Tugas, Persoalkan Kesesuaian Penempatan dan Kompetensi

Sabtu, 7 November 2026 - 17:17

Polemik Penugasan Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat, Regulasi dan Kebutuhan Pelayanan RSUD Waisai Jadi Sorotan

Sabtu, 7 November 2026 - 17:00

Delapan Tahun Mengabdi di Raja Ampat, Perjalanan dr. Laura Christanty Tak Selalu Berjalan Mulus

Sabtu, 7 November 2026 - 12:43

Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung

Sabtu, 7 November 2026 - 01:09

PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI

Sabtu, 7 November 2026 - 01:03

LMND SIMEULUE MINTA COPOT KOMANDAN, ADILI OKNUM.

Jumat, 6 November 2026 - 16:00

SERUAN KEMANUSIAAN SITI MUNAWAROH MEMBUTUHKAN 2 KANTONG DARAH O POSITIF, KELUARGA BERHARAP PEMERINTAH, BUMN, BUMS, TNI, POLRI DAN RELAWAN BERGERAK

Jumat, 6 November 2026 - 12:29

Terima Penghargaan dari KPU Bitung, PWI Komit Tingkatkan Profesionalisme Jurnalis

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung Altin Abraham Tumengkol SIP, M.Si  saat memberikan Materi Pinter Bermedsos kepada Anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 1 Bitung. (ft. Dinas Kominfo Bitung)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Kadis Kominfo Altin Tumengkol Bekali PMR SMPN 1 Bitung Ilmu Bermedsos Sehat

Sabtu, 7 Nov 2026 - 13:57