Ketika Keberanian Menjadi Awal dari Segala Prestasi

- Editor

Selasa, 25 November 2025 - 02:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : penulis Helen, alumni Fakultas Farmasi USU Medan

Caption : penulis Helen, alumni Fakultas Farmasi USU Medan

TribuneIndonesia.com — Tidak semua orang langsung tahu jalan suksesnya sejak awal. Ada yang perlu waktu untuk mengenal dirinya, menata langkah, dan berani mencoba hal baru. Helen, alumni Fakultas Farmasi

Universitas Sumatera Utara (USU), adalah salah satu di antaranya. Ia membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari keberanian kecil untuk keluar dari zona nyaman.

Saat duduk di bangku SMA, Helen bukanlah sosok yang aktif di luar akademik. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dan belum menemukan ketertarikan pada dunia organisasi maupun kegiatan sosial. Namun, segalanya berubah ketika ia memasuki dunia perkuliahan. Di kampus, Helen mulai membuka diri terhadap pengalaman baru, mencoba berbagai hal yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan.

“Dulu saya bukan anak yang aktif, lebih suka belajar di kelas daripada ikut kegiatan. Tapi sejak kuliah, saya mulai sadar pentingnya pengalaman. Dari situ saya belajar bahwa aktif itu bukan cuma soal CV, tapi tentang bertumbuh dan memberi dampak,” ujarnya.

Lingkungan kampus yang dinamis mendorongnya untuk berkembang. Helen mulai aktif di organisasi, mengikuti pelatihan, dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Ia sempat kesulitan menyesuaikan diri dengan jadwal kuliah Farmasi yang padat, namun semangatnya untuk belajar hal baru membuatnya terus bertahan.

“Yang paling sulit itu manajemen waktu dan melawan rasa takut gagal. Tapi saya percaya, kalau terus mencoba, lama-lama pasti terbiasa,” tuturnya.

Kerja keras dan konsistensi itu akhirnya berbuah hasil. Helen berhasil meraih sederet prestasi gemilang, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya, lolos pendanaan PKM-Kewirausahaan 2023 dengan inovasi KOPIT SEHAT, minuman tradisional kopi Arabika Aceh dicampur kunyit sebagai pencegah diabetes dan hipertensi melalui strategi digital marketing. Ia juga berhasil mendapatkan pendanaan PKM-Karsa Cipta 2023 dengan proyek 3in1 Mihuband: Inovasi Smartband SDs Sleepy Detector berbasis IoT untuk mendeteksi kantuk saat beraktivitas. Selain itu, ia juga beberapa kali menjuarai kompetisi ilmiah dan menjadi peraih penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi di tingkat fakultas maupun universitas.

Baca Juga:  Arief Martha Rahadyan: Demokrasi Sehat Bertumpu pada Pers yang Berintegritas

Tak hanya aktif di bidang akademik, Helen juga menunjukkan kontribusinya di ranah riset. Beberapa karyanya telah dipublikasikan di jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus. Ia meneliti beragam topik mulai dari potensi senyawa alami dalam dunia farmasi hingga peran bioteknologi dalam kesehatan. Bagi Helen, publikasi ilmiah bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga wujud nyata kontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

Semua pencapaian itu tidak diraih dengan mudah. Helen pernah mengalami banyak kegagalan, ditolak menjadi asisten laboratorium, tidak lolos beasiswa, kalah dalam lomba, bahkan sempat merasa ingin berhenti. Namun, setiap kegagalan menjadi bahan bakar untuk terus maju.

“Saya pernah gagal berkali-kali, tapi ternyata dari kegagalan itu saya belajar banyak. Mungkin saat itu bukan waktunya, tapi bukan berarti saya berhenti,” ujarnya mantap.

Kini, setelah menamatkan studinya di Fakultas Farmasi USU, Helen terus membawa nilai yang ia pelajari selama prosesnya: disiplin, konsisten, dan pantang menyerah. Ia percaya bahwa kesuksesan tidak diukur dari seberapa cepat seseorang berhasil, tetapi dari seberapa gigih ia bertahan untuk terus belajar.

Kisah Helen menjadi pengingat bahwa setiap orang punya waktunya sendiri untuk bersinar. Tidak ada kata terlambat untuk berubah, dan tidak ada usaha yang sia-sia bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin maju. Sebab, seperti yang selalu dipegang Helen, prestasi sejati bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang tidak berhenti melangkah

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara
Angkat Bicara, Anggota LSM KPK RI Saidul Amran: “Kalau Dugaan Penyimpangan Terus Bermunculan Tapi Tak Ada Respons, Publik Berhak Curiga Ada yang Salah”
Jadup Bukan Sulap: Jangan Politisasi Perjuangan, Beri Kesempatan Jeffry Sentana Bekerja
Negara ikut Melegalkan Korupsi melalui Metode Tender Epurchasing, Ekatalog untuk Pengadaan Barang dan Mini Kompetisi untuk pekerjaan Konstruksi.
 HIDUP KITA DITENTUKAN OLEH PERKATAAN TUHAN, BUKAN OLEH PERKATAAN MANUSIA 
Lebih Baik Seperti Anjing Gila daripada Seperti Anjing Mati
Arief Martha Rahadyan: Demokrasi Sehat Bertumpu pada Pers yang Berintegritas
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:39

​AKBP Albert Zai Turun Lapangan, Semarak Kapolres Cup Bitung Makin Sengit

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:41

Kilas Balik Sejarah: Mengapa 1 Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Islam?

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:07

Tampil Produktif, Penyerang RR FC Daniel Hendatu Raih Top Scorer Youth Kampis Cup 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:39

​Lewat Ucapan Selamat 1 Muharram, Pemkot Bitung Gaungkan Jargon “Hijrah untuk Berbenah”

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:23

​Hujan Lebat Picu Bencana di Sejumlah Kelurahan, Plt Kalakas BPBD Bitung Turun Lapangan

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:54

​Borong Penghargaan di HKG ke-54 Sulut, TP-PKK Kota Bitung Ukir Prestasi Gemilang

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:29

Khidmat dan Syahdu, Ratusan Jemaah Masjid Al Muttaqien Bitung Sambut Tahun Baru 1 Muharram 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 13:17

Peringati 1 Muharram 1448 H,Wabup Bireuen Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Muhasabah Diri

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Sukses Dukung Pembukaan MTQ Sumut 2026 di Astaka Pancing

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:28