Langkah Tegas Mabes Polri: Melindungi Jurnalis, Mengingatkan Pers Jangan Jadi Penyalahguna Kebebasan

- Editor

Rabu, 27 Agustus 2025 - 08:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Chaidir Toweren

TribuneIndonesia.com

Langkah Mabes Polri menginstruksikan seluruh jajaran, dari Polda hingga Polsek, agar melindungi profesi jurnalis adalah keputusan yang tepat dan patut dipuji. Instruksi ini menjadi jawaban atas keresahan publik terkait kekerasan yang kerap dialami wartawan ketika meliput peristiwa di lapangan. Sudah terlalu lama kasus pemukulan, pengusiran, hingga intimidasi terhadap pewarta terjadi dengan dalih “mengganggu tugas aparat.” Kini, Mabes Polri menegaskan: jurnalis adalah mitra, bukan musuh.

Namun, mari kita bicara lebih jujur. Perlindungan terhadap jurnalis tidak boleh berhenti pada sebatas imbauan manis. Polri harus memastikan bahwa setiap oknum aparat yang berani bertindak represif terhadap wartawan dihukum tanpa pandang bulu. Jika tidak, perintah ini hanya akan jadi angin lalu. Publik menunggu bukti, bukan sekadar janji.

Di sisi lain, pers juga wajib bercermin. Kebebasan pers bukan cek kosong untuk bertindak sesuka hati. Ada segelintir oknum yang justru menodai profesi mulia ini dengan pemerasan, ancaman, atau menjadikan “kartu pers” sebagai tameng mencari keuntungan pribadi. Inilah penyakit yang membuat citra pers tercoreng dan kepercayaan publik luntur. Jika wartawan menuntut dihormati, maka terlebih dahulu mereka wajib menjaga kehormatan profesinya.

Baca Juga:  Kritik Bukan Kejahatan, Mengapa Pemerintah Harus Belajar Mendengar Pers

Kita harus tegas: pers yang bekerja profesional layak dibela habis-habisan, sementara pers yang bermental preman pantas disingkirkan. Jangan sampai kebebasan pers yang diperjuangkan dengan darah dan air mata berubah menjadi kebebasan liar tanpa etika.

Oleh karena itu, langkah Mabes Polri ini harus dibaca sebagai dua sisi mata uang. Aparat tidak boleh represif terhadap jurnalis, tapi pers juga tidak boleh mempermainkan kewenangan. Sinergi hanya bisa terbangun jika masing-masing pihak sadar akan batas dan tanggung jawabnya.

Demokrasi hanya akan sehat jika Polri tegak dengan penegakan hukum dan pers tegak dengan kode etik. Tanpa itu, rakyat akan terus jadi korban, korban informasi yang bias dan korban kekuasaan yang sewenang-wenang. (#)

Berita Terkait

“Waiwo Diburu, Tahura Ditantang Dibuka! Warga: Jangan Ada Aset Pemda yang ‘Kebal’ Disentuh”
Ketika Jabatan Lebih Ditentukan Jaringan Daripada Kemampuan “Quo Vadis Kepemimpinan Indonesia?” 
Siapa Berhak Menentukan OAP di Raja Ampat? Carles Imbir: Kembalikan kepada Marga dan Suku
Ketika Jabatan Lebih Ditentukan Jaringan Daripada Kemampuan, Quo Vadis Kepemimpinan Indonesia?
Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Bangsa Indonesia
Mengapa Bangsa Ini Tidak Maju?
Pemimpin yang Membangun, Pemimpin yang Menghancurkan
Kemerdekaan yang Tak Selesai di Atas Kertas
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:39

Cabai Beringin dan Hitungan Harga di Pasar

Selasa, 15 September 2026 - 13:00

Pesisir 65 Km Jadi Jalur Rawan, Pengamanan Laut Diperkuat

Selasa, 15 September 2026 - 11:06

Sinergi Pemkot Bitung dan TP PKK: Sekolah Lansia Laskar Bintang Hadir Wujudkan Lansia Tangguh

Selasa, 15 September 2026 - 08:03

Pembayaran Asrama Mahasiswa Raja Ampat Tertunda, Dinas Pendidikan Akui Salah Input Kode Rekening

Selasa, 15 September 2026 - 07:58

Gembleng Mental Juara PORA 2026, Taekwondo Simeulue Tuntaskan TC 10 Hari di Dojang Kodim 0115

Selasa, 15 September 2026 - 07:08

PFM Desak Kapolda Baru Tuntaskan Dugaan Korupsi Sekretariat DPR PBD: “Itu Uang Rakyat”

Senin, 14 September 2026 - 12:42

Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan

Senin, 14 September 2026 - 11:09

Lima Pegawai Dihukum Berat, Disiplin ASN Disorot

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Cabai Beringin dan Hitungan Harga di Pasar

Selasa, 15 Sep 2026 - 14:39

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pesisir 65 Km Jadi Jalur Rawan, Pengamanan Laut Diperkuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:00

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x