160 Warga Aceh Tengah Dapat Keterampilan Keahlian Siap Jadi Entrepreneur

- Editor

Jumat, 28 Februari 2025 - 03:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah | Tribuneindonesia.com

Sebanyak 160 warga Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, mendapat pembekalan keahlian (life skill) menjadi peracik kopi (barista), tukang jahit, teknisi handphone (servis HP) dan petani ikan darat, sebagai bekal dalam meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Pembekalan sejumkah keahlian ini diprakarsai Lembaga Pelantihan Kerja Edukasi Training Centre Indonesia (ETCI) bekerjasama dengan dan pihak terkait yang berlangsung selama 5 hari di Parkside Petro Gayo Hotel Takengon, Aceh Tengah, Aceh, sejak 24 hingga 28  Februari 2025.

Ketua Panitia, Rahmat mengatakan, para peserta pembekalan keahlian serius mengikuti kegiatan, terutama saat praktik lapangan setelah mendapatkan materi dari narasumber bersertifikat.

“Peserta antusias, karena pembekalan fokus pada praktik langsung yang dibimbing oleh praktisi profesional di bidangnya masing-masing. Baik itu cara meracik kopi, menjahit, servis HP bahkan bagaimana mengembangkan budidaya perikana darat,” jelas Rahmat.

Pelaksanaan pembekalan keahlian ini berlangsung di empat kelas sesuai bidang minat para peserta.

“Untuk peserta barista ada 57 orang, menjahit 65 orang, service HP 13 orang dan peserta bidang pengembangan perikanan darat ada 25 orang. Mereka perwakilan dari 80 desa,” jelas Rahmat.

Selain mendapatkan pembekalan keahlian, para peserta juga memperoleh alat dukung membangun usaha sesuai bidang pilihan. Barista mendapatkan sertifikat dan 1 set alat peracik kopi yang dapat digunakan untuk membuka gerai kopi.

Demikian juga dengan peserta bidang jahit, mereka mendapat Sertifikat serta mesin jahit yang bisa digunakan membuka usaha tukang jahit. Sedang peserta teknisi handphone memperoleh Sertifikat dan 1 set perangkat servis HP yang bisa digunakan membuka usaha perbaikan HP. Ada pun peserta budidaya ikan, dibekali dengan kolam terpal dan bibit ikan.

Baca Juga:  BREAKING! Waisai Diselimuti Asap Karhutla, Ketua DPRK Raja Ampat Turun ke Jalan Bagikan Masker ke Warga

Ketua ETCI, Edi Saputra berharap, usai kegiatan, tiap peserta diharapkan dapat langsung membuka usaha dengan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarganya

“Idealnya, peserta sudah siap buka usaha mandiri sebagai entrepreneurs di desanya masing-masing. Bila perlu, buat inovasi dan kreativitas baru, sesuai potensi yang ada di desa masing-masing” harap Edi.

Salah seorang peserta barista perwakilan Kampung Blang Kekumur Kecamatan Celala, Akbar mengaku, terinspirasi menjadi ingin menjadi barista profesional, karena potensi kopi sangat menjanjikan di Aceh Tengah.

“Bila ada kesempatan lain, saya akan terus mendalami kemampuan menjadi peracik kopi. Biar terlatih, handal dan profesional,” ujar Akbar.

Senada, peserta jahit perwakilan Kampung Takengon Timur, Wulan mengatakan, kendala terbesar dalam memulai usaha adalah modal awal pembelian alat pendukung usaha.

“Dari kegiatan ini, kita diberi mesin jahit portable. Jadi sudah bisa langsung buka usaha jahit. Semua ini, berkat persatuan dari reje-reje Kampung (Kepala Desa) yang telah sudi mengirim kami ke acara pelatihan ini,” sebut Wulan.

Salah seorang Reje Kampung Paya Jeget,  Darwin menyatakan, masyarakat sangat membutuhkan pembekalan keterampilan sebagai bekal membuka usaha, misalnya keterampilan budi daya ikan, sesuai dengan program peningkatan ketahanan pangan yang gencar digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

“Tujuannya adalah untuk mendukung kemandirian masyarakat sekaligus mendorong peningkatan ekonomi warga desa,” sebut Darwin.

Seluruh Peserta dibimbing Oleh Narasumber yang ahli dan profesional di bidangnya yang semuanya sudah layak dan bersertifikat yang sah.

Berita Terkait

Kapolres Tegas! Ganja 121,54 Gram Dimusnahkan, Pelajar Diingatkan Jauhi Narkoba dan Miras
Kasat Resnarkoba Tegas! Polisi Kejar Pelaku Lain di Balik Peredaran Cap Tikus Ilegal di Raja Ampat
Polres Raja Ampat Musnahkan Ganja dan 200 Liter Cap Tikus, Kapolres: Kami Terus Kejar Pihak Lain yang Terlibat
18 Kasus Karhutla Ditangani, Kapolres Muaro Jambi dan AWaSI Perkuat Sinergi Pers–Polri
Waka Polres R4 Respons Cepat Informasi Dugaan Peredaran Cap Tikus di Waisai, Kasat Narkoba Diperintahkan Lidik
Udara Waisai Diselimuti Asap, Bupati Raja Ampat Kerahkan BPBD, TNI-Polri Lindungi Pelajar
BREAKING! Waisai Diselimuti Asap Karhutla, Ketua DPRK Raja Ampat Turun ke Jalan Bagikan Masker ke Warga
Tak Tinggal Diam! Ketua DPRK Raja Ampat Turun Langsung Bagikan Masker di Tengah Kepungan Asap
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:39

Wapres Lulusan SMP, Wilson Lalengke: Wajar, Ini Cerminan Rata-rata IQ Manusia Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:35

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:03

Perkuat Keselamatan Lalu Lintas, Jasa Raharja Cabang Jakarta Barat Aktif Dorong Kolaborasi FLLAJ Jakarta Barat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:40

IPNU Bireuen Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan Siswi oleh guru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:05

Kapolres Tegas! Ganja 121,54 Gram Dimusnahkan, Pelajar Diingatkan Jauhi Narkoba dan Miras

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:01

Kasat Resnarkoba Tegas! Polisi Kejar Pelaku Lain di Balik Peredaran Cap Tikus Ilegal di Raja Ampat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46

Polres Raja Ampat Musnahkan Ganja dan 200 Liter Cap Tikus, Kapolres: Kami Terus Kejar Pihak Lain yang Terlibat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:18

Siswa Boarding SMPN 2 Bireuen Komit Jaga Lingkungan Lewat Aksi “Jumat Bersih”

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x