Manado, Sulut|TribuneIndonesia.com
Wali Kota Manado, Andrei Angouw, memimpin langsung rapat koordinasi teknis bersama jajaran direksi PDAM Wanua Wenang di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (22/01/26).
Pertemuan strategis ini diagendakan guna membedah capaian kinerja perusahaan sepanjang tahun anggaran 2025 sekaligus mematangkan proyeksi kerja untuk tahun 2026.
Fokus utama pembahasan tertuju pada stabilitas finansial perusahaan, khususnya terkait proyeksi laba rugi yang menjadi indikator kesehatan operasional penyedia air bersih tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Andrei Angouw tampak proaktif memberikan catatan kritis setelah menyimak pemaparan dari tim teknis.
Ia secara mendalam mempertanyakan efektivitas sejumlah program yang telah digulirkan selama setahun terakhir.
Diketahui, turut hadir mendampingi Wali Kota yakni Sekretaris Kota Manado, dr. Steaven Dandel, M.Ph., Asisten II Atto Bulo, S.H., M.M., serta Kepala Bagian Ekonomi David Kambey, S.E., guna memastikan sinergi antara kebijakan pemerintah kota dan operasional perusahaan daerah.
Merespons dinamika tersebut, Direktur Utama PDAM Wanua Wenang Manado, Meiky Taliwuna, S.E., M.Si., menguraikan realitas lapangan yang menjadi hambatan utama perusahaan.
Ia mengakui bahwa performa pendapatan dan distribusi air masih terbebani oleh tingginya angka kebocoran pipa serta maraknya aksi pencurian air oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kendala teknis dan non-teknis ini diakui berdampak langsung pada optimalisasi pelayanan kepada pelanggan di berbagai wilayah.
Satu poin krusial yang menjadi sorotan tajam Wali Kota adalah mengenai brand image atau citra pelayanan PDAM yang kini bersaing ketat dengan tren penggunaan air bor di masyarakat.
Andrei menekankan perlunya langkah konkret agar masyarakat kembali beralih dan menaruh kepercayaan pada layanan air bersih pemerintah.
Tak hanya itu, Walikota meminta PDAM tidak hanya fokus pada teknis distribusi, tetapi juga pada strategi komunikasi publik untuk memperbaiki persepsi negatif yang selama ini berkembang.
Menanggapi tantangan tersebut, manajemen PDAM memaparkan serangkaian inovasi yang tengah dipersiapkan, mulai dari peningkatan standar kualitas air hingga modernisasi sistem pelayanan pelanggan.
Langkah-langkah strategis ini dirancang untuk menekan angka komplain serta membuktikan bahwa air hasil olahan PDAM jauh lebih layak dan berkelanjutan dibanding alternatif sumber air mandiri lainnya.
Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan kinerja PDAM Wanua Wenang dalam jangka panjang.
Dengan pemetaan masalah yang lebih tajam dan proyeksi anggaran yang terukur, Pemerintah Kota Manado menargetkan transformasi pelayanan air bersih yang lebih prima bagi seluruh warga kota sepanjang tahun 2026 ini. (Talia)














