Tahanan kabur di Pengadilan Negri Lubuk Pakam, Cipayung Plus desak pencopotan pejabat

- Editor

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG | TribuneIndonesia.com – Insiden kaburnya seorang tahanan saat proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam memicu gelombang kritik keras dari kalangan mahasiswa.

Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Kabupaten Deli Serdang menilai peristiwa itu sebagai kegagalan serius profesionalitas dan koordinasi aparat penegak hukum.

Mereka secara tegas menyoroti tanggung jawab tiga institusi utama, yakni Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kejaksaan Negeri, dan Kepolisian, yang dinilai lalai dalam sistem pengamanan tahanan.

Ketua Umum HMI Cabang Deli Serdang, Fredy Dermawan, menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan insiden biasa, melainkan cerminan rapuhnya sistem pengamanan negara di ruang hukum.

Kaburnya tahanan di ruang sidang adalah bukti kegagalan profesional PN, Kejari, dan Kepolisian. Jika tidak ada pejabat yang dicopot, berarti negara sedang menormalisasi kelalaian,” tegas Fredy.

Pernyataan senada disampaikan Ketua PC PMII Deli Serdang, Picky Sardo.

Ia menilai ruang sidang seharusnya menjadi simbol tegaknya wibawa hukum, bukan justru menunjukkan kelemahan negara dalam mengendalikan situasi.

“Peristiwa ini menunjukkan lemahnya profesionalitas dan koordinasi PN, Kejari, dan Kepolisian. Negara kecolongan di tempat yang seharusnya paling aman,” ujarnya.

Ketua Umum GMNI Deli Serdang, Ronald Simatupang, menyebut kaburnya tahanan sebagai kegagalan negara menjaga otoritas hukum. Ia menegaskan tidak boleh ada saling lempar tanggung jawab antar lembaga.

“PN, Kejari, dan Kepolisian tidak boleh saling cuci tangan. GMNI menuntut pencopotan pejabat pengamanan yang lalai. Negara tidak boleh kalah di ruang sidang,” katanya.

Baca Juga:  Dorong Koordinasi yang Baik untuk Kesiapan Pelaksanaan Operasi Ketupat 2025, Korlantas dan Jasa Raharja Survei Jalur Bopuncur

Dari unsur IMM Deli Serdang, Ketua Umum Arief menilai persoalan ini berakar pada buruknya manajemen risiko serta lemahnya sistem pengamanan tahanan saat persidangan.

Ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan kegagalan profesional. Kami mendesak audit menyeluruh terhadap SOP pengamanan serta penonaktifan pejabat terkait sampai investigasi tuntas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Al Washliyah, Hafiz Ayatullah Tampubolon, juga menyampaikan desakan keras kepada Kapolri dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan agar turun tangan langsung mengusut tuntas peristiwa tersebut. Ia menilai ada kejanggalan yang harus dibuka secara transparan ke publik.

“Kami mendesak pengusutan menyeluruh. Jika terbukti ada kelalaian komando, copot Kalapas dan Kapolresta Deli Serdang. Ini soal wibawa negara dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh berhenti pada klarifikasi administratif semata. Mereka menuntut langkah tegas, evaluasi sistem pengamanan tahanan di pengadilan, serta sanksi nyata terhadap pejabat yang bertanggung jawab.

Menurut mereka, kegagalan pengamanan di ruang sidang bukan hanya persoalan teknis, tetapi ancaman serius terhadap kredibilitas sistem peradilan dan rasa keadilan masyarakat.

“Jika ruang sidang saja tidak aman, lalu di mana lagi hukum berdiri dengan wibawa,” tutup pernyataan aliansi mahasiswa.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Mahkamah agung RI mengugat PKN ke PTUN Jakarta , sebuah Fradigma Utamakan kekuasaan
Gerak Cepat Polres Agara! Seorang Pria Penyalahguna Sabu di Babussalam Berhasil Diamankan
Diduga Ancam Pasien dengan Golok, Dokter di Bogor Dilaporkan ke Polisi
Kontributor tvOne Diduga Dianiaya Oknum ASN di Paluta Usai Lakukan Konfirmasi
Polres Aceh Tengah Periksa Dugaan Pungli Bantuan Kemensos
Tekan Overkapasitas Rutan Kelas I Medan Pindahkan 85 Napi Tipikor Selama 2025–2026
Dugaan Korupsi Proyek AMI PLN Rp5 Triliun, Relawan Desak KPK dan Kejagung Lakukan Penyelidikan
Rudenim Denpasar Deportasi WN Amerika Serikat Pembunuh Dalam Koper
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 03:39

Di Tengah Luka Banjir: Insentif Dayah Jadi Penguat Asa Jelang Idhul Fitri

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:53

Pak Safrizal Silakan Tanya Langsung ke Pengungsi, Jangan Cuma Dengar Info di Pendopo Bupati

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:53

TNI AL Evakuasi 4 Nelayan yang Tenggelam di Perairan Bitung Akibat Cuaca Buruk

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35

​Queen Mary 2 Sandar di Bitung: Diplomasi Pariwisata dan Kehangatan “Harmony In Diversity”

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:45

Gerindra Blitar Gelar Jumpa Pers – Ratna Dewi: Media Sebagai Jembatan Antar Wakil Rakyat dan Masyarakat

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:13

Polres Bireuen Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibawah Umur simpang mamplam

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:09

Jasa Raharja kembali menyelenggarakan program mudik gratis Idulfitri 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:05

Pemkab Bireuen Sudah Carikan Solusi untuk Pengungsi yang Membangun Tenda di Kantor Bupati

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Ramadan Menyatukan, Deli Serdang Menguat

Rabu, 18 Mar 2026 - 01:30

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Hutama Karya Maksimalkan Pelayanan Tol Regional Sumbagut Jelang Lebaran 2026

Selasa, 17 Mar 2026 - 21:02