Suku Mayoritas Alas Kecewa pada Peringatan HUT ke-52 Aceh Tenggara, Budaya Lokal Dinilai Hanya Jadi Penonton di Rumah Sendiri

- Editor

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIMBUNEINDONESIA | KUTA CANE – Pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara yang digelar di Stadion H. Syahadat Kutacane, Selasa (23/6/2026), menuai kekecewaan dari sebagian masyarakat, khususnya kalangan Suku Alas yang merupakan suku mayoritas sekaligus identitas budaya utama daerah tersebut.

 

Kekecewaan itu disampaikan Ketua Fraksi Selayakh, M. Rafi Sekedang. Menurutnya, momentum hari jadi kabupaten merupakan agenda sakral yang semestinya menjadi panggung utama untuk menampilkan dan membanggakan budaya lokal Aceh Tenggara.

 

“Sebagian masyarakat merasa kecewa. Hari jadi Kabupaten Aceh Tenggara ke-52 adalah momen sakral yang seharusnya menjadi ajang menampilkan kekayaan budaya daerah sendiri,” ujar Rafi kepada media ini Rabu (24/6/26)

 

Ia menilai, sejak pembukaan acara sekitar pukul 16.30 WIB hingga berakhirnya rangkaian kegiatan, masyarakat lebih banyak disuguhi pertunjukan tarian dan busana adat dari luar Aceh Tenggara. Sementara budaya Alas yang selama ini melekat sebagai identitas daerah dinilai nyaris tidak mendapat ruang yang memadai.

 

“Dari awal hingga akhir acara, masyarakat lebih banyak menyaksikan tarian dan pakaian adat dari luar daerah. Bahkan pakaian adat Alas hampir tidak terlihat dikenakan dalam rangkaian pertunjukan tersebut,” katanya.

 

Menurut Rafi, kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai konsep dan arah penyelenggaraan acara yang dilaksanakan oleh panitia.

 

“Banyak masyarakat mempertanyakan, ada apa dengan panitia penyelenggara sehingga budaya Alas yang merupakan budaya mayoritas di Aceh Tenggara justru tidak mendapat porsi yang layak dalam perayaan hari jadi daerah sendiri,” tuturnya.

 

Ia menegaskan, kritik tersebut bukan bentuk penolakan terhadap keberagaman budaya yang hidup di Aceh Tenggara. Sebaliknya, kritik itu lahir dari keinginan agar budaya Alas tetap menjadi tuan rumah dalam setiap momentum penting daerah.

 

“Masyarakat tidak mempersoalkan hadirnya keberagaman budaya dalam perayaan HUT Aceh Tenggara. Namun menjadi pertanyaan besar ketika pada momentum hari jadi daerah sendiri, budaya Alas sebagai identitas mayoritas justru nyaris tidak terlihat. Jika bukan pada perayaan hari lahir Aceh Tenggara, lalu pada momentum apa lagi budaya Alas diberikan ruang utama untuk tampil di rumahnya sendiri?” tegasnya.

Baca Juga:  ​Hadiri Peresmian Mako Sathantai Kodaeral VIII, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai Tegaskan Komitmen Sinergitas TNI-Polri

 

Menurutnya, banyak masyarakat yang hadir berharap dapat menyaksikan penampilan khas budaya Alas, seperti Tari Landok Alun maupun parade busana adat Alas yang selama ini menjadi simbol kebanggaan daerah. Namun harapan tersebut tidak terpenuhi sebagaimana yang diinginkan.

 

Lebih jauh, Rafi mempertanyakan apakah tokoh adat dan pegiat budaya Alas dilibatkan dalam penyusunan konsep acara tersebut.

 

“Apakah panitia melibatkan tokoh adat Alas dalam penyusunan acara? Atau jangan-jangan kita mulai lupa bahwa Aceh Tenggara lahir, tumbuh, dan berkembang dengan identitas budaya Alas yang kuat?” ujarnya.

 

Ia menambahkan, peringatan hari jadi daerah seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya yang dimiliki.

 

“Perayaan HUT ke-52 Aceh Tenggara seharusnya menjadi panggung kebanggaan budaya Alas. Namun yang dirasakan sebagian masyarakat justru sebaliknya, seolah-olah budaya lokal menjadi tamu di daerahnya sendiri,” katanya.

 

Rafi berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan panitia pelaksana dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi budaya lokal dalam setiap kegiatan resmi daerah, sehingga generasi muda tidak kehilangan jati diri dan kebanggaan terhadap warisan leluhur mereka.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia pelaksana terkait kritik yang disampaikan sejumlah elemen masyarakat tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada panitia maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.***

Berita Terkait

Penyerahan Aset Renovasi Puskesmas Langsa Barat Berjalan Tertib, Pengelolaan Kekayaan Negara Ditegaskan
Pemimpin Bukan Mengubah-Ubah Kurikulum, Tapi Membangun Fondasi yang Kuat
Sambut HUT Kemerdekaan RI Ke 81 Wartawan Gayo Gelar Lomba Photo dan Karya Tulis Jurnalistik
Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Tuntaskan Pembangunan Tempat Wudhu, Kini Siap Dimanfaatkan Santri dan Jamaah
Dr. Dedy Cahyadi, S.SiT., MT. Berhasil Raih Gelar Doktor dari ITL Trisakti
Guru adalah Pahlawan Sesungguhnya yang Membangun Peradaban Bangsa
Arief Martha Rahadyan Serukan Gerakan Bersama Cegah Karhutla di Tengah Cuaca Ekstrem
PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Gelar Bakti Sosial di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Jakarta Timur
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:20

TAMPERAK dan PEPABRI Soroti Stok Menipis, Harga Semen di Aceh Melambung hingga Rp90 Ribu per Zak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:03

Mengangkat Rasa Nusantara, Menghidupkan Kuta: Gerakan Baru Industri F&B Bali

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:06

BUPATI SIMEULUE SAMPAIKAN PESAN KEPADA MAHASISWA BARU UTU KAMPUS PAHLAWAN NASIONAL

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:36

BUPATI SIMEULUE RESMIKAN CAR FREE DAY, DORONG SILATURAHMI DAN PENGGERAK EKONOMI UMKM*

Senin, 10 Agustus 2026 - 03:48

LAPAS KLAS III SIMEULUE OPTIMALKAN PEMBINAAN WARGA BINAAN PERKUAT PROGRAM KEROHANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:29

Al Amin, S.Pd., M.Si Kepala UPTD KPH Wilayah X Aceh Mengucapkan DIRGAHAYU HUT RI KE-81 BERSATU BERDAULAT, RAKYAT SEJAHTERA, INDONESIA MAJU🇮🇩

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:18

HUT IWO ke-14, IWO Bali Perkuat Komitmen: Pers Merdeka, Organisasi Makin Solid

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:58

KELUARGA 8 TERDAKWA KASUS DUGAAN PEMALSUAN STNK DAN MOTOR BODONG DI SIMEULUE DESAK PENEGAKAN ASAS PERSAMAAN HUKUM*

Berita Terbaru