SIMEULUE Tribune Indonesia.com Isak tangis menyelimuti keluarga almarhum Ruslan di Desa Kuala Makmur, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue. Pria perantau tersebut menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, namun raga dinginnya sempat tertahan selama beberapa hari di sana. Ironis, ketiadaan jadwal kapal feri yang menjadi urat nadi penghubung pulau memperpanjang duka keluarga di tengah keterbatasan biaya.
Di balik tembok dingin rumah sakit, harapan keluarga seakan meredup. Bagaimana membawa pulang jenazah sang terkasih ke pelukan tanah kelahirannya, melintasi lautan lepas menuju Simeulue?
Namun, di titik terendah itulah, esensi sejati dari persaudaraan masyarakat Simeulue bangkit melampaui batas jarak. Kabar duka ini dengan cepat memantik empati, mengetuk hati sesama perantau dan warga di kampung halaman. Paguyuban Teupah Timur “Sao Lahan” mengambil inisiatif, menginisiasi gerakan kemanusiaan dalam bentuk penggalangan donasi.
Seperti air bah yang tak terbendung, kepedulian mengalir deras dari berbagai penjuru. Pemerintah Kabupaten Simeulue, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati hingga jajaran Sekda dan Forkopimda, turut ambil bagian. Dukungan juga datang dari gedung parlemen melalui Anggota DPRA Ir. Iskandar dan jajaran DPRK Simeulue. Tak ketinggalan, masyarakat umum dan para dermawan, baik yang berada di dalam maupun luar daerah, bahu-membahu menyisihkan rezekinya.
Gelombang solidaritas ini tak sekadar mengumpulkan angka. Ketika donasi akhirnya ditutup, terkumpul dana sebesar Rp5.950.000. Sebuah nominal yang mungkin bagi sebagian orang biasa, namun bagi keluarga almarhum Ruslan, itu adalah wujud nyata mukjizat persaudaraan yang mereka harapkan.
Serah Terima Bantuan Penuh Haru
Tepat pada Selasa (15/9/2026), Ketua Paguyuban Teupah Timur Sao Lahan, Asmadi. MS, SE, bersama perwakilan pengurus, melangkah menuju kediaman duka di Desa Kuala Makmur. Dengan penuh ketulusan, mereka menyerahkan donasi tersebut langsung kepada keluarga almarhum. Pertemuan itu bukan sekadar serah terima formal, melainkan momen penuh kehangatan dan simpati yang mendalam.
Dalam sambutannya, Asmadi menekankan bahwa bantuan ini adalah cerminan ketulusan para donatur yang ikut merasakan penderitaan keluarga. “Bantuan ini merupakan donasi dari para dermawan di Kabupaten Simeulue maupun dari luar daerah sebagai bentuk solidaritas untuk membantu kenduri dan pemulangan jenazah almarhum Ruslan yang sempat lama tertahan di RSUZA karena tidak adanya jadwal kapal feri menuju Simeulue,” paparnya.
Lebih dari sekadar nominal, bagi Asmadi, kepedulian inilah yang menjadi esensi. “Semua ini berkat bantuan dan donasi para dermawan serta masyarakat Simeulue yang digalang oleh rekan-rekan Paguyuban Teupah Timur Sao Lahan. Dukungan juga datang dari Pemda Simeulue, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, Anggota DPRA Ir. Iskandar, DPRK serta seluruh masyarakat yang ikut membantu,” tambahnya, menegaskan kolaborasi lintas elemen dalam aksi kemanusiaan ini.
Kini, penantian panjang keluarga berakhir. Alhamdulillah, jenazah almarhum Ruslan telah tiba di Desa Kuala Makmur pada Sabtu, 12 September 2026 dan telah dimakamkan di tanah kelahirannya. Bagi keluarga, kepulangan jenazah sang abang bukan sekadar urusan logistik, melainkan pemenuhan sebuah harapan luhur agar sang terkasih dapat beristirahat dengan tenang di pelukan bumi yang melahirkannya.
Kisah di balik duka ini mengajarkan kita satu hal fundamental: di tengah cobaan terberat, kita tidak pernah benar-benar sendiri. Ada tangan-tangan tak kasat mata yang terulur, ada hati yang tergerak tanpa harus saling mengenal sebelumnya. Ketika seorang warga Simeulue terluka, rasa sepenanggungan itu menyeruak, menjelma menjadi kekuatan kolektif yang mampu meringankan beban.
Mewakili pihak keluarga, Erin, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Paguyuban Teupah Timur Sao Lahan, para donatur, dan seluruh masyarakat yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, Terkhusus kepada Paguyuban Teupah Timur Sao lahan dan pak Iskandar DPRA. Semoga setiap rupiah yang disumbangkan menjadi amal kebaikan dan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT,” pungkasnya dengan nada bergetar penuh syukur. (*)




















