TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Di Dusun Kauman, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, perluasan lahan cabai merah mulai mengubah perhitungan petani. Sebanyak 11 kelompok tani kini menanam komoditas itu. namun, bertambahnya produksi belum otomatis membuat harga cabai mudah dijangkau konsumen.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri, Sugiarto, menyampaikan perkembangan tersebut kepada Asri Ludin Tambunan dan Lom Lom Suwondo seusai panen cabai merah bersama pada Selasa 15 September 2026.
menurut Sugiarto, Gapoktan Mandiri menaungi 11 kelompok tani. Sebelumnya, hanya lima kelompok yang aktif menanam cabai. Kini, seluruh kelompok telah ikut membudidayakan komoditas tersebut.
Perubahan itu turut mengerek aktivitas ekonomi kelompok tani. Sugiarto menyebut kondisi keuangan kelompok mulai membaik seiring bertambahnya kegiatan tanam dan panen.
namun, persoalan produksi cabai tidak berhenti pada luas lahan. hama, waktu tanam, dan kesinambungan pasokan menjadi faktor yang menentukan hasil panen sekaligus harga jual.
Sugiarto mengatakan para petani mulai menyusun jadwal tanam secara bersama. Kesepakatan itu ditujukan untuk mengurangi risiko serangan hama serta menjaga agar panen tidak berlangsung serentak.
ini juga berkat Pak Bupati. Kami sekarang rapat dulu sebelum tanam dan menyepakati kapan mulai tanam. Dengan pola tanam yang teratur, pengendalian hama juga lebih mudah dan panen bisa terus-menerus,” ujar Sugiarto.
Asri Ludin Tambunan mengapresiasi perluasan budidaya cabai tersebut. Ia menyatakan dukungan terhadap petani akan diarahkan pada kebutuhan produksi, termasuk alat mesin pertanian dan sarana penunjang lainnya.
Pemerintah pada prinsipnya pasti mendukung kebutuhan petani untuk memaksimalkan hasil, menjaga stabilitas komoditas, sekaligus menjaga penyangga pangan,” katanya.
harga cabai merah yang masih tinggi mendorong Pemerintah Deli Serdang menempuh intervensi pasar melalui Toko Pengendali dan Pantau Inflasi (TOPPIS). Gerai tersebut disiapkan pada enam lokasi pasar tradisional.
Operasi pasar murah juga digelar untuk menekan beban belanja masyarakat. Petani lokal diarahkan ikut memasok cabai ke TOPPIS, sehingga program pengendalian harga sekaligus membuka akses penjualan bagi hasil panen mereka.
ada batas pembelian yang diberlakukan. Setiap keluarga hanya diperbolehkan membeli maksimal satu kilogram cabai melalui TOPPIS. Pembelian cabai di TOPPIS dibatasi maksimal satu kilogram per keluarga agar manfaat intervensi dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas,” ujar Asri Ludin.
Kebijakan itu memperlihatkan persoalan yang hendak diatasi. harga cabai tinggi di pasar, sementara petani membutuhkan kepastian penjualan. Pemerintah berusaha mempertemukan kedua kepentingan tersebut melalui jalur distribusi yang mereka siapkan.
akan tetapi, efektivitas intervensi tetap bergantung pada ketersediaan pasokan, harga pembelian dari petani, biaya distribusi, serta kemampuan gerai menjangkau konsumen. Pemerintah Deli Serdang juga berencana memperkuat kerja sama antar daerah untuk menjaga pasokan cabai. Langkah itu dipandang penting karena produksi lokal belum tentu mampu memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten.
Lom Lom Suwondo menilai peningkatan produksi perlu diikuti perbaikan kondisi ekonomi petani. Ia menyebut sejumlah indikator perbankan akan digunakan untuk melihat perkembangan kesejahteraan masyarakat. Tabungan, penggunaan QRIS, dan aktivitas perbankan lainnya menjadi bagian dari ukuran yang akan diperhatikan.
Intinya, tingkat ekonomi masyarakat dan petani akan kita ukur. Salah satu indikatornya adalah peningkatan tabungan, penggunaan QRIS, serta instrumen-instrumen lain yang berkaitan dengan perbankan,” kata Lom Lom.
ukuran tersebut menggeser perhatian dari luas tanam dan hasil panen menuju kemampuan petani mengelola pendapatan. Sebab, peningkatan produksi tidak selalu berarti kenaikan kesejahteraan apabila biaya pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan distribusi ikut membesar.
Panen cabai di Beringin pun menyisakan sejumlah pekerjaan. memastikan jadwal tanam berjalan, menjaga hasil produksi, menjamin serapan pasar, dan menguji apakah intervensi harga mampu memberi manfaat bagi petani sekaligus konsumen.(Ilham Gondrong)




















