Bitung | Tribuneindonesia.com – Acara nonton bareng (nobar) yang digelar oleh Kapolres Bitung di Aspol Pinokalan berlangsung meriah.
Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran personel Polres Bitung serta para awak media Kota Bitung pada Sabtu malam (30/05).
Laga baru berjalan lima menit di babak pertama ketika Kai Havertz, penyerang asal Jerman, sukses menyarangkan bola ke gawang PSG melalui sepakan kaki kirinya di ruang sempit.
Gol cepat ini spontan membuat Kapolres Albert Zai berdiri dan bersorak “Gol!” demi mendukung Arsenal, yang langsung membakar keriuhan di lokasi nobar.
Hingga paruh babak pertama berjalan, skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal tetap bertahan. Kendati demikian, jika melihat dari tempo permainan yang ada, PSG justru tampil lebih dominan dalam menguasai si kulit bundar.
Dominasi The Gunners tersebut sukses dijaga hingga turun minum. Namun memasuki menit ke-65 di babak kedua, Dembele yang mengenakan nomor punggung 10 berhasil merobek Gawang Arsenal membuat kedudukan menjadi 1-1 lewat titik putih, setelah penetrasi berbahaya Kvara Khvicha Kvaratskhelia di sisi kiri dihentikan paksa oleh Christian Mosquera di area terlarang.
Tensi pertandingan pun menegang drastis setelah gol penyeimbang tersebut, hingga memaksa sang pengadil lapangan mengadiahi kartu kuning untuk masing-masing tim.
Ketegangan terus berlanjut di menit-menit krusial saat wasit kembali merogoh kantong untuk mengeluarkan kartu kuning ketiga. Laga babak kedua akhirnya harus ditutup dengan skor seri 1-1 setelah peluit panjang ditiupkan.
Memasuki babak tambahan waktu, kebuntuan tetap tidak terpecahkan selama 120 menit penuh, sehingga pemenang drama final ini harus ditentukan lewat babak adu penalti.
Sayangnya, dua eksekutor Arsenal, Gabriel dan Eberechi Eze, gagal menunaikan tugasnya dengan baik di babak penentuan ini, tendangan Eze melebar, sedangkan sepakan Gabriel melambung tinggi di atas mistar gawang Safonov, padahal sebelumnya David Raya sempat membuka asa dengan menepis penalti Nuno Mendes.
Berkat kemenangan dramatis 4-3 via adu penalti atas Arsenal di final Liga Champions ini, nama Luis Enrique kini resmi sejajar dengan jajaran pelatih elite Benua Biru.
Juru taktik asal Spanyol yang pernah membawa Barcelona juara pada musim 2014/2015 tersebut menjadi pelatih keempat yang mengoleksi tiga atau lebih trofi Piala Eropa, menyusul jejak Carlo Ancelotti (lima), serta Bob Paisley, Zinedine Zidane, dan Pep Guardiola (masing-masing tiga).
Begitu drama adu penalti berakhir dengan kegagalan Eberechi Eze, atmosfer di lapangan olahraga Aspol Pinokalan yang semula riuh seketika berubah menjadi senyap.
Di lokasi nobar, tampak hadir membersamai jalannya laga yaitu Kapolsek Aertembaga, Kapolsek Maesa, Kapolsek Matuari, dan Kapolsek Ranowulu.
Terlihat pula Kasi Humas Polres Bitung, Kasi Propam, serta Kapolres yang duduk satu meja bersama Wakapolres, para Kasat, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Bitung, hingga rekan-reken media. (kiti)

















