Respons BKSDA Disorot Pasca Serangan Gajah Liar di Bener Meriah

- Editor

Minggu, 22 Juni 2025 - 12:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi Gajah Liar masuk kebun petani

Bener Meriah | TribuneIndonesia.com

Respons Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh terhadap insiden serangan gajah liar yang melukai seorang warga di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, mendapat sorotan tajam dari masyarakat.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (22/6) sekitar pukul 07.30 WIB. Abdul Talep (50), warga setempat, diserang seekor gajah liar saat dalam perjalanan menuju kebun. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius akibat tusukan gading. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Muyang Kute untuk penanganan lebih lanjut.

Namun hingga pukul 11.53 WIB, warga memastikan belum ada tanda-tanda kehadiran tim dari BKSDA di lokasi kejadian. Hal ini memicu kekecewaan dan kekhawatiran masyarakat, yang merasa ditinggalkan di tengah meningkatnya ancaman konflik satwa liar di wilayah mereka.

Meski ada pernyataan pihak BKSDA pada salah satu media online saat dikonfirmasi yang mengatakan bahwa penanganan tengah dilakukan dari perwakilan BKSDA.

Baca Juga:  CSR Disalurkan Keluar Aceh, SAPA Desak Pemerintah Evaluasi PT PEMA

Namun, klaim tersebut dibantah oleh warga. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa hingga siang hari, belum ada petugas yang terlihat di lapangan. “Saya pastikan belum ada yang turun ke lapangan. Kalau memang ada, kami pasti tahu,” ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kepala Desa Negeri Antara. Ia membenarkan bahwa sejauh ini baru terjadi koordinasi lewat sambungan telepon, tanpa kehadiran fisik dari pihak BKSDA. “Baru sebatas koordinasi lewat telepon saja,” ungkapnya saat dihubungi.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran yang mendalam di kalangan warga. Pergerakan gajah liar yang semakin sering memasuki areal permukiman dan perkebunan membuat masyarakat merasa tidak aman. Warga pun mendesak BKSDA dan instansi terkait untuk segera turun langsung ke lapangan guna mengantisipasi jatuhnya korban berikutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak BKSDA terkait keberadaan tim yang diklaim telah berada di lokasi. (Red)

Berita Terkait

Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri
Truk Box Hantam Antrian Solar, Sopir Menghilang
SELAMAT DALAM KECELAKAAN TUNGGAL DIDESA LAPAKHA DIDUGA KONDISI JALAN LONGSOR DAN LICIN
Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter
Nekat Tulis Nama Lengkap Terduga Pelaku? Media dan Wartawan Bisa Digugat, Kebebasan Pers Bukan Kebal Hukum
Kriminalitas Jalanan Ancam Rasa Aman Warga Medan dan Deli Serdang
Kebakaran Gudang Yumeida Gegerkan Sunggal, Api Hanguskan Area Penyimpanan Bahan Baku Sepatu
Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:33

Survei Merit dan Jejak Kesiapan ASN

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:16

Kas dan Kewajiban Jadi Sorotan, BPK Sebut Pemkab Simeulue Belum Mampu Bayar Seluruh Utang Jangka Pendek

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:37

Jalur Tikus di Tengah Macet Jamin Ginting

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:36

Dipimpin Dirut Alfred Salindeho, PDAM Dua Sudara Meriahkan Lomba Gerak Jalan HUT RI di Bitung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:45

Di Balik Cerita Zafira, Bakat Anak yang Mulai Diuji

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:04

FORPROVSU dan Janji Olahraga Rakyat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:43

Jejak India di Balik Promosi Wisata Sumatera

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:58

Lau Simeme Mulai Digenangi, Warga Hilir Diminta Waspada

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Survei Merit dan Jejak Kesiapan ASN

Rabu, 12 Agu 2026 - 10:33

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x