Pemerintah Kab. Minahasa Utara Tampilkan Potensi Unggulan Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026

- Editor

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta/Tribuneindonesia.com

Potensi komoditas unggulan dari berbagai daerah di Indonesia kembali dipertemukan dengan peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama melalui APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026.

Pameran yang memasuki penyelenggaraan ke-7 tersebut resmi dibuka di Hall 3 dan 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang. Kamis (27/8/2026).

Pembukaan AOE 2026 diwakili Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya atas nama Presiden RI Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Gubernur Banten Andra Soni, Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi, Sekretaris Jenderal APKASI yang juga Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, para bupati se-Indonesia, mitra pembangunan, pelaku usaha, serta duta besar negara sahabat.

Mengusung tema “Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas”, AOE 2026 diarahkan bukan hanya sebagai ajang promosi produk daerah, tetapi menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kekuatan ekonomi daerah dengan pasar, investor, dan peluang kerja sama yang menghasilkan manfaat nyata.

Dalam sambutannya, Bima Arya menegaskan bahwa AOE 2026 tidak boleh berhenti sebagai pameran ataupun agenda seremonial tahunan. Menurutnya, ukuran keberhasilan expo harus mulai diarahkan pada transaksi dan investasi yang benar-benar terealisasi.

“Jangan sampai expo ini hanya menghasilkan MoU saja. Jangan sampai targetnya hanya MoU. Tetapi tentu ada fase berikutnya dari MoU, yaitu realisasi dan groundbreaking yang harus dikawal,” tegas Bima.

Ia mengakui tingginya jumlah pengunjung merupakan hal positif, namun bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan sebuah expo. Menurut Bima, indikator yang lebih tepat adalah seberapa besar investasi yang benar-benar masuk dan terealisasi.

“Nilai investasi yang cair, nilai investasi yang terealisasi, itu rasanya jauh lebih pas,” ujarnya.

Bima bahkan mendorong agar penilaian stan terbaik tidak hanya berdasarkan aspek visual atau kreativitas tampilan.

Lebih dari itu, stan diharapkan mampu menghasilkan investasi konkret.

“Bukan hanya stan yang cantik terlihat oleh mata, tapi investasi yang terealisasi dari stan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Bima meminta pemerintah daerah memahami secara menyeluruh potensi ekonomi yang menjadi kekuatan utama masing-masing wilayah atau yang disebutnya sebagai “DNA ekonomi”.

Baca Juga:  Buka Puasa Bersama di Bitung, Simbol Hubungan Harmonis antara Pemerintah dan Masyarakat

Setelah mengetahui kekuatan tersebut, kepala daerah perlu menentukan produk unggulan yang benar-benar kompetitif, memiliki nilai ungkit dan pasar. Pemerintah daerah juga harus memahami kebutuhan pasar, termasuk standar produk, harga, sertifikasi, volume hingga calon pembeli.

“Mulai dari pasar. Kata Pak Menteri, para bupati tolong petakan permintaan. Petakan juga standar, harga, sertifikasi, volume, dan siapa buyer-nya,” ujar Bima.

Menurutnya, potensi daerah selanjutnya harus dikembangkan menjadi proyek yang matang dan siap ditawarkan kepada investor.

Sebab, tidak sedikit daerah yang memiliki potensi ekonomi besar, tetapi belum didukung konsep investasi secara detail, baik dari sisi infrastruktur, perizinan maupun kelayakan proyek.

Bima juga mendorong pemerintah daerah agar belanja melalui APBD dapat lebih produktif dengan memberikan dampak langsung terhadap pengembangan produk dalam negeri dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Selain itu, ia menilai penting membangun rantai nilai antardaerah. Daerah yang menjadi produsen perlu dihubungkan dengan daerah pengolah maupun wilayah yang memiliki akses pasar, sehingga potensi ekonomi tidak berhenti pada produksi semata.

“Produsen bertemu pasar, komunitas yang ada meet the standard, dan peluang investasi menjadi proyek yang riil, dan setiap pertemuan mengarah pada kontrak dan realisasi,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Bima menekankan bahwa integritas, transparansi dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel merupakan fondasi penting dalam menciptakan kepercayaan investor serta menjaga keberlanjutan investasi dalam jangka panjang.

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Minahasa Utara turut mengambil bagian dengan menampilkan berbagai potensi daerah, di antaranya produk Industri Kecil Menengah (IKM), sektor pariwisata serta peluang investasi yang dimiliki daerah.

Keikutsertaan Minahasa Utara dalam AOE 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas promosi potensi daerah sekaligus membuka jejaring dengan pelaku usaha, investor dan mitra strategis, sehingga berbagai keunggulan daerah dapat semakin dikenal dan dikembangkan menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Berita Terkait

PMI Bireuen memperkuat silaturahmi dan kolaborasi kemanusiaan dengan Pemerintah Bireuen
SMPN 2 Bireuen Gebrak Pendidikan, Boarding School Jadi Generasi Qurani
Peradi Profesional DKI Jakarta Dilantik Di JW Marriot, Tekanan Peran Advokat Di Tengah Tantangan Hukum Kota Global 
STOP VANDALISME! BIJAK BEREKSPRESI DI MEDIA SOSIAL, BUKAN MERUSAK FASILITAS UMUM
Perkuat Kesadaran Hukum, Kasi Intel Kejari Bitung Beberkan Pilar Pemilu Demokratis
Aneka kegiatan yang digelar oleh DPC Demokrat Bireuen dan Gelar Donor Darah
Tuntutan Para Nasabah Wanaartha Life Kepada OJK
Gandeng Kemenkum Sulut dan BNN, Ical Mawuntu Dorong Perlindungan Hukum Nelayan Hingga Pelosok Bitung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:47

Pemerintah Kab. Minahasa Utara Tampilkan Potensi Unggulan Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:40

PMI Bireuen memperkuat silaturahmi dan kolaborasi kemanusiaan dengan Pemerintah Bireuen

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 03:56

Peradi Profesional DKI Jakarta Dilantik Di JW Marriot, Tekanan Peran Advokat Di Tengah Tantangan Hukum Kota Global 

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 03:45

STOP VANDALISME! BIJAK BEREKSPRESI DI MEDIA SOSIAL, BUKAN MERUSAK FASILITAS UMUM

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:31

Perkuat Kesadaran Hukum, Kasi Intel Kejari Bitung Beberkan Pilar Pemilu Demokratis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:27

Aneka kegiatan yang digelar oleh DPC Demokrat Bireuen dan Gelar Donor Darah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:03

Tuntutan Para Nasabah Wanaartha Life Kepada OJK

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:48

Gandeng Kemenkum Sulut dan BNN, Ical Mawuntu Dorong Perlindungan Hukum Nelayan Hingga Pelosok Bitung

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pagar Besi di Bantaran Sungai Ular

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:22