BERINGIN I TribuneIndonesia.com–Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menata ulang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) agar lebih berintegritas, berdaya saing, dan berdampak luas bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat membuka MTQ ke-59 tingkat kabupaten di Lapangan Bola Emplasemen Kualanamu, Kecamatan Beringin, Rabu (6/5/2026).
Suasana pembukaan berlangsung semarak. Sebanyak 504 peserta dari 22 kafilah kecamatan hadir membawa semangat religius yang berpadu dengan nuansa kebudayaan lokal. Di tengah gemuruh antusiasme masyarakat, pemerintah daerah menampilkan wajah MTQ yang tidak hanya sakral secara spiritual, tetapi juga hidup sebagai ruang ekspresi seni, budaya, dan kebersamaan sosial.
dalam sambutannya, Bupati Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa MTQ merupakan bagian penting dari arah pembangunan daerah yang berorientasi pada penguatan karakter masyarakat. Ia menyebutkan, berbagai agenda yang dihadirkan pemerintah daerah, termasuk MTQ, menjadi ruang tumbuhnya aktivitas positif yang menyentuh langsung kehidupan warga.
kegiatan seperti ini menjaga denyut kehidupan masyarakat tetap aktif dan produktif. Kita ingin ruang-ruang keagamaan berjalan seiring dengan penguatan seni, budaya, dan kebersamaan,” ujarnya dengan nada tegas namun hangat.
MTQ ke-59 yang berlangsung pada 6 hingga 9 Mei 2026 ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan kawasan kegiatan. Kehadiran stan-stan kafilah dan pameran menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung, sekaligus membuka peluang perputaran ekonomi lokal.
Namun, sorotan utama dalam pelaksanaan tahun ini terletak pada kebijakan baru yang dinilai strategis. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menetapkan aturan tegas bahwa peserta MTQ wajib berasal dari kecamatan domisilinya. Langkah ini diambil untuk memastikan pembinaan berjalan secara nyata di tingkat bawah, bukan bergantung pada peserta dari luar daerah.
kita ingin pembinaan itu tumbuh dari desa dan kecamatan. Tidak ada lagi ruang bagi praktik yang melemahkan semangat pembinaan,” tegas Bupati.
Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah penting untuk menciptakan keadilan sekaligus memperkuat kualitas kafilah yang nantinya akan mewakili Deli Serdang pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sumatera Utara pada Juli 2026. Dengan sistem yang lebih terarah, pemerintah berharap lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara kompetitif, tetapi juga kuat dalam pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.
Bupati juga mengungkapkan adanya peningkatan apresiasi bagi peserta berprestasi. Tahun ini, tiga peserta terbaik akan mendapatkan hadiah umroh dari para sponsor yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Penambahan jumlah hadiah ini menjadi dorongan moral yang signifikan bagi para peserta.
ini bentuk dukungan nyata dari para sponsor. Kami berharap dapat memacu semangat peserta untuk tampil maksimal,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-59 yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zainal Abidin Gutagalung, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan pawai taaruf yang diikuti seluruh kafilah dari 22 kecamatan. Kegiatan ini mengusung tema membangun Generasi Qur’ani yang Beriman, Bertaqwa, dan Berakhlak Mulia Menuju Deli Serdang Sehat, Cerdas, Sejahtera, Religius, dan Berkelanjutan.”
Selain perlombaan, masyarakat juga dapat mengunjungi pameran stan kafilah yang menampilkan berbagai potensi daerah. Kehadiran stan tersebut memperkaya suasana MTQ menjadi lebih inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pembukaan MTQ ke-59 turut dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo SS, Ketua TP PKK Deli Serdang Jelita Asri Ludin Tambunan, jajaran staf ahli, Sekretaris Daerah Dedi Maswardy, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, Ketua LPTQ Deli Serdang, serta berbagai elemen masyarakat.
dengan penataan yang semakin terarah, MTQ Deli Serdang kini tampil sebagai panggung pembinaan yang lebih kuat, tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga memperkokoh fondasi religius masyarakat dari tingkat desa hingga kabupaten.
Ilham Gondrong
















