Enam Bulan Pasca Banjir, SD Negeri 5 Tanah Jambo Aye Masih Belum Pulih Sepenuhnya

- Editor

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

P

Enam Bulan Pasca Banjir, SD Negeri 5 Tanah Jambo Aye Masih Belum Pulih Sepenuhnya

Aceh Utara|Tribuneindonesia.com
Selasa/5 Mei 2026

— Enam bulan lalu, wilayah Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, dilanda banjir besar yang merusak berbagai fasilitas umum, termasuk lingkungan pendidikan. Hingga hari ini, kondisi SD Negeri 5 Tanah Jambo Aye masih menunjukkan bekas dampak bencana, di mana proses pemulihan belum berjalan optimal. Salah satu masalah yang dirasakan langsung oleh peserta didik adalah belum adanya distribusi seragam sekolah yang seharusnya menjadi fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.Selasa 5 Mei 2026

Berdasarkan pengamatan Media ini di lokasi, bangunan sekolah meskipun sebagian sudah dapat digunakan, namun banyak bagian yang masih terlihat rusak dan belum diperbaiki secara sempurna. Lahan sekitar sekolah juga masih terlihat ada kerusakan pada permukaan tanah yang belum ditangani dengan baik. Fasilitas pendukung lainnya juga belum kembali berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga suasana belajar mengajar terasa kurang nyaman dibandingkan sebelum bencana terjadi.

Kepala Sekolah SD Negeri 5 Tanah Jambo Aye,”Samsul Bahri menyampaikan,” bahwa kerusakan yang ditimbulkan banjir tidak hanya terbatas pada bangunan fisik, tetapi juga memengaruhi aspek pendukung kegiatan sekolah lainnya. “Selama enam bulan pasca banjir, kami masih berusaha menata kembali lingkungan sekolah. Namun, keterbatasan bantuan dan proses penanganan yang memakan waktu membuat banyak kebutuhan sekolah belum terpenuhi. Salah satu yang paling dirindukan oleh siswa adalah seragam sekolah, hingga saat ini kami belum menerima distribusi seragam dari pihak terkait,” ujarnya Bahri

Baca Juga:  Serunya Sudaryono Makan MBG Bareng Siswa di Kupang

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa siswa dan orang tua murid sudah menunggu kehadiran seragam sekolah sejak awal tahun ajaran baru. Keterlambatan ini membuat sebagian siswa kesulitan dalam mengikuti kegiatan sekolah yang mengharuskan penggunaan seragam. “Banyak siswa yang terpaksa menggunakan pakaian sehari-hari karena tidak memiliki seragam. Hal ini tentu saja mengganggu rasa kebersamaan dan identitas sekolah yang seharusnya terwujud melalui penggunaan seragam,” tambahnya.

Salah satu orang tua murid, sebut saja siti, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi sekolah dan keterlambatan distribusi seragam. “Kami mengerti bahwa pemulihan pasca banjir membutuhkan waktu, tetapi harapannya kebutuhan dasar seperti seragam sekolah dapat segera dipenuhi. Anak-anak kami juga merasa tidak nyaman karena tidak bisa menggunakan seragam saat berangkat ke sekolah,” katanya.

Pihak berwenang terkait di tingkat kabupaten menyatakan bahwa proses penanganan pemulihan pasca bencana masih berlangsung secara bertahap. Mereka mengakui bahwa terdapat kendala dalam penyaluran bantuan dan penyelesaian kerusakan, namun berjanji akan terus berupaya agar semua kebutuhan sekolah dapat terpenuhi secepatnya. “Kami memahami keluhan dari pihak sekolah dan masyarakat. Tim kami terus melakukan pengecekan dan pengurusan agar bantuan termasuk seragam sekolah dapat segera disalurkan. Proses ini membutuhkan waktu karena banyaknya wilayah yang terkena dampak, namun kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Berita Terkait

GEGER! Kantor Desa Paya Metah Karang Baru Diduga Numpang di Rumah Pribadi Datok, Dana Sewa Kemana?
Eks GAM Denmark: Aceh Harus Melegalisasi Izin Tambang Emas Rakyat
WANITA: YANG MEMBENTUK ARAH KEHIDUPAN
MENYAMBUT INDONESIA EMAS 2045: WISUDA DIES NATALIS KE-31 UBHARA JAYA
Arief Martha Rahadyan: Menatap Pasar Eropa, IEU-CEPA Momentum Perluas Pasar Ekspor
Akreditasi RSUD dr. Fauziah, Wabup Tekankan Pelayanan Aman dan Bermutu
Polres Bireuen Tingkatkan Patroli Cegah Gangguan Keamanan dan Kriminalitas
Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 07:25

GEGER! Kantor Desa Paya Metah Karang Baru Diduga Numpang di Rumah Pribadi Datok, Dana Sewa Kemana?

Selasa, 29 September 2026 - 05:42

Eks GAM Denmark: Aceh Harus Melegalisasi Izin Tambang Emas Rakyat

Selasa, 29 September 2026 - 04:03

MENYAMBUT INDONESIA EMAS 2045: WISUDA DIES NATALIS KE-31 UBHARA JAYA

Selasa, 29 September 2026 - 03:56

Arief Martha Rahadyan: Menatap Pasar Eropa, IEU-CEPA Momentum Perluas Pasar Ekspor

Selasa, 29 September 2026 - 02:50

Akreditasi RSUD dr. Fauziah, Wabup Tekankan Pelayanan Aman dan Bermutu

Selasa, 29 September 2026 - 02:37

Polres Bireuen Tingkatkan Patroli Cegah Gangguan Keamanan dan Kriminalitas

Senin, 28 September 2026 - 16:33

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Senin, 28 September 2026 - 15:29

BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal

Berita Terbaru