Deli Serdang | TribuneIndonesia.com
Duka mendalam menyelimuti Desa Mesjid, Dusun III, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Seorang bocah perempuan berusia lima tahun, sebut saja Mawar (nama samaran), harus menanggung derita tak terbayangkan setelah menjadi korban kebiadaban tetangganya sendiri, M. AS.63,Perbuatan bejat ini membuat warga terkejut, geram, dan menuntut pelaku dihukum seberat-beratnya.
Tragedi memilukan itu terjadi pada Kamis (28/8/2025). Usai pulang mengaji, Mawar sempat makan, bermain, hingga belajar di depan rumahnya. Namun, beberapa saat kemudian, orang tuanya tidak lagi melihat keberadaan sang anak.
“Saya pikir dia main ke rumah neneknya, tapi setelah dicari-cari, tidak ada. Sudah tiga kali saya panggil, tetap tidak menjawab,” tutur Misni (31), ibu korban, dengan suara lirih penuh tangis.
Kegelisahan keluarga memuncak setelah ada warga yang melihat Mawar terakhir kali bersama pelaku. Tak lama kemudian, sang bocah pulang dengan kondisi lemah dan kesakitan. Saat dimandikan, Mawar mengeluhkan perih setiap kali buang air kecil maupun besar. Dari situlah terungkap perbuatan keji yang dialaminya.
“Saya tidak sanggup membayangkan. Anak saya diperlakukan seperti binatang. Pelaku bukan hanya mencabuli, tapi juga memaksa anak saya melakukan hal-hal yang tidak pantas. Hati saya hancur,” ucap Misni sambil terisak.
Lebih memilukan lagi, dugaan kuat menyebutkan bahwa perbuatan keji ini bukan kali pertama terjadi. Misni meyakini, pelaku sudah berulang kali melampiaskan nafsu bejatnya, hanya saja baru kali ini terbongkar. Luka yang dialami Mawar kecil bukan hanya di tubuh, tetapi juga di jiwanya yang polos.
Pihak keluarga segera membawa korban untuk divisum dan melaporkan kasus ini ke Polres Deli Serdang, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Saya hanya ingin pelaku segera ditangkap dan dipenjara. Tidak ada ampun. Anak saya sudah kehilangan masa depannya karena perbuatan setan itu,” tegas sang ibu.
Kabar ini memicu kemarahan warga sekitar. Mereka menilai, tindakan pelaku telah melampaui batas kemanusiaan. Warga mendesak aparat penegak hukum bertindak cepat tanpa memberi sedikit pun celah bagi pelaku untuk lolos.
Kini, Mawar kecil masih menjalani perawatan medis dan pendampingan psikologis. Namun jelas, luka yang ia tanggung tidak akan mudah sembuh. Tangisan polosnya kini menjadi jerit pilu yang merobek hati siapa saja yang mendengarnya, sekaligus peringatan keras agar anak-anak lebih dijaga dari ancaman predator di sekitar kita.
TribuneIndonesia.com