Galaksi Literasi Menyalakan Cahaya Membaca Tanpa Sekat

- Editor

Selasa, 30 September 2025 - 12:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batang Kuis I TribuneIndonesia.com-Di tengah derasnya arus digital, minat baca anak-anak menghadapi tantangan serius. Buku kerap kalah pamor dibanding gawai. Namun pengalaman di sekolah kami membuktikan bahwa anak-anak sejatinya masih haus bacaan. Masalahnya sederhana: akses dan suasana membaca yang ramah belum sepenuhnya tersedia.

Dari evaluasi awal, siswa berjumlah 359 orang, tetapi rata-rata pengunjung perpustakaan harian hanya 10–18 anak. Koleksi buku pun didominasi buku pelajaran, sementara bacaan kreatif, cerita bergambar, dan ensiklopedia masih sangat minim. Perpustakaan yang kaku dan formal membuat anak-anak enggan berlama-lama.

Kondisi inilah yang melahirkan gagasan Galaksi Literasi—Gerakan Akses Literasi Tanpa Sekat, Inspiratif, dan Kolaboratif. Filosofi galaksi dipilih karena setiap buku ibarat bintang: menyinari pikiran, memberi arah, dan membuka cakrawala baru bagi pembacanya.

Literasi yang Inklusif dan Menyenangkan

Galaksi Literasi dirancang bukan sekadar program membaca, melainkan sebuah gerakan. Ruang baca dibuat lebih terbuka: karpet, bean bag, hingga pojok tematik di kelas. Jam kunjungan perpustakaan yang terbatas diatasi dengan sudut baca outdoor dan mini library di setiap kelas.

Orang tua dilibatkan melalui kegiatan Galaksi Literasi Bersama Orang Tua setiap Jumat, di mana mereka membacakan cerita atau berdiskusi bersama siswa. Sementara itu, siswa didorong menjadi Duta Literasi, mendampingi teman-temannya agar aktif membaca.

Baca Juga:  Kualitas MBG Diprotes, 171 Paket Makanan Diduga Tak Layak Konsumsi di SMKN Kutacane

Teknologi juga dimanfaatkan. Selain buku cetak, tersedia jurnal literasi berbasis aplikasi dan story book digital yang dirancang agar anak lebih tertarik membaca dibanding hanya berselancar di gawai.

Dampak Nyata

Hanya dalam beberapa bulan, perubahan terlihat jelas. Antusiasme siswa meningkat, perpustakaan kini lebih ramai, dan kegiatan literasi terasa hidup. Berdasarkan evaluasi, 80 persen siswa rutin membaca minimal satu buku per minggu, sementara 70 persen sudah terbiasa menulis ringkasan atau refleksi bacaan mereka.

Lebih dari itu, keterlibatan orang tua juga semakin terasa. Banyak keluarga kemudian menjadikan membaca sebagai rutinitas di rumah. Literasi pun meluas dari sekolah hingga lingkungan keluarga.

Menyalakan Bintang di Galaksi

Galaksi Literasi bukan proyek sesaat, melainkan budaya yang diharapkan tumbuh berkelanjutan. Tentu masih ada tantangan, mulai dari keterbatasan koleksi buku hingga keberlanjutan program. Namun dengan kolaborasi guru, orang tua, komunitas literasi, dan perpustakaan desa, gerakan ini akan terus diperkuat.

Kami percaya setiap sekolah berhak memiliki galaksi literasinya sendiri. Dengan literasi, anak-anak bukan hanya belajar membaca, tetapi juga membangun karakter, rasa ingin tahu, dan kepercayaan diri. Seperti bintang di langit, setiap buku adalah cahaya yang akan menerangi masa depan mereka.

TribuneIndonesia.com

Oleh: Adrin Febrian, S.Pd. Kepala UPT SPF SD Negeri 101873 Desa Baru

Berita Terkait

PEMILIHAN KETUA OSIS SMP NEGERI 1 MANYAK PAYED JADI IMPLEMENTASI P5 TEMA SUARA DEMOKRASI
Sekolah Jadi Ladang Pungli dan Eksploitasi Anak! Kepala SDN 101865 di Batang Kuis Diduga Peras Pedagang dan Jadikan Murid Tukang Kebersihan
93 Siswa SMA Negeri 3 Langsa Lolos SNBP 2026, Kepala Sekolah Apresiasi Kerja Keras Siswa dan Guru
Kualitas MBG Diprotes, 171 Paket Makanan Diduga Tak Layak Konsumsi di SMKN Kutacane
Dana BOS Mengalir untuk 57 Siswa, Dapodik Hanya 50: Ada Apa di SMK Ulang Kisat?
Singgah di SMAN 1 Meukek, Kadisdik Aceh Beri Motivasi ke Siswa dan Guru
SMAN 2 Percut Sei Tuan Buktikan Sekolah Pinggiran Mampu Cetak Anak Bangsa Berkarakter
Diterpa Pemberitaan Miring Dana BOS, Fakta Lapangan Bantah Tuduhan ke SMAN 2 Percut Sei Tuan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:55

Dankodaeral VIII Hadiri Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Yulius: Pendidikan Harus Adaptif

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:24

​Miris, Dua Pelajar di Bitung Terjaring Tim Tarsius Saat Hendak Tawuran Antar Kampung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:59

Rayakan Hari Buruh Internasional, Pelindo Regional 4 Bitung Komitmen Melangkah Maju Bersama Pekerja

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:16

Wujudkan Pendidikan Bermutu, Jajaran Polres Bitung dan Bhayangkari Beri Ucapan Spesial

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:39

Hardiknas 2026: Pemkot Bitung Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif Demi Cetak Generasi Berkarakter

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:43

​Akhiri Perseteruan, Pemuda Pateten Satu dan Kampung Unyil Sepakat Berikrar Damai

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:12

Sinergi Pemkot dan Polres Bitung Kawal Keberangkatan Calon Tamu Allah Menuju Asrama Haji

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:22

Gema Keadilan dari Mimbar Agung: Pesan Menyentuh Ustadz Jufri Naki di Hari Buruh

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x