
Takengon — Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah berencana menyambangi seluruh instansi yang terlibat aktif dalam penanggulangan bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi sekaligus evaluasi atas sinergi lintas sektor dalam menghadapi bencana alam.
Sebelumnya, DPRK Aceh Tengah telah memberikan penghargaan kepada Kapolres Aceh Tengah atas peran dan kepemimpinan institusi kepolisian dalam penanganan bencana. Namun, agenda DPRK tidak berhenti pada satu institusi saja. Seluruh unsur yang terlibat dalam upaya penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana akan mendapatkan perhatian yang sama.
Ketua DPRK Aceh Tengah, Fitriana Mugie, menyampaikan bahwa penanggulangan bencana di Aceh Tengah merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga relawan dan masyarakat.
“DPRK Aceh Tengah akan menyambangi Kodim 0106 Aceh Tengah, Yonif 114/Satria Musara Bener Meriah, Batalyon Brigif Pameu Aceh Tengah, serta Kompi 3 B Pelopor Brimob Bener Meriah. Kunjungan ini untuk mengucapkan terima kasih sekaligus memberikan penghargaan atas dedikasi mereka, sebagaimana yang telah kami lakukan kepada Kapolres Aceh Tengah,” ujar Fitriana Mugie.
Dalam bencana tersebut, peran TNI disebut menjadi garda terdepan, khususnya dalam membuka kembali keterisolasian wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah. Sejumlah akses jalan darat sempat terputus akibat longsor dan rusaknya jembatan bailey di beberapa titik.
Personel TNI bersama instansi terkait berjibaku di lapangan untuk memulihkan konektivitas antarwilayah agar distribusi logistik dan mobilitas warga kembali normal.
Menurut DPRK, kerja sama lintas sektor ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan koordinasi dan solidaritas yang kuat antarinstansi.
“Semua stakeholder yang telah berupaya membantu warga terdampak musibah, mulai dari tim relawan hingga unsur Forkopimda, kami atas nama perwakilan rakyat Kabupaten Aceh Tengah mengucapkan ribuan terima kasih,” kata Fitriana.
DPRK Aceh Tengah berharap masa pemulihan pascabencana dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana di masa mendatang. Selain itu, kolaborasi yang telah terbangun diharapkan terus terjaga dalam upaya membangun kembali Aceh Tengah.
“Semoga Tanoh Gayo segera pulih. Pada masa pemulihan ini, mari kita bergandengan tangan untuk membangun kembali Aceh Tengah dari musibah yang telah menimpa negeri kita,” pungkasnya.












