Dari Luka hingga Wabah, Tim Kesehatan Polri Tak Kenal Lelah di Medan Bencana Tiga Provinsi

- Editor

Minggu, 7 Desember 2025 - 13:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung, Sulut|Tribuneindonesia.com

Dalam sebuah operasi kemanusiaan yang menembus rintangan medan terberat, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berpacu melawan waktu guna menyelamatkan nyawa dan memberikan layanan kesehatan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Minggu (7/12/25).

Komitmen ini diwujudkan dengan menyebarluaskan tim medisnya ke titik-titik terdampak paling parah, di tengah infrastruktur yang rusak dan komunikasi yang terbatas.

Di garis depan,Tim Kesehatan Pusdokkes Polri yang bergabung dengan Biddokkes Polda Jambi dan RS Bhayangkara Jambi berhasil menembus Aceh Tamiang pada Sabtu (6/12) sore.

Mereka tiba di Pos Bencana depan Mako Polres setempat pukul 17.00 WIB, setelah menempuh perjalanan penuh hambatan akibat jalan terputus dan wilayah blank spot.

Sementara itu, kedatangan tim tersebut langsung menjadi penguat vital bagi sistem kesehatan lokal yang sempat lumpuh diterjang banjir.

Mereka segera menjalankan tugas, menangani korban luka, dan mengantisipasi potensi wabah penyakit pasca-bencana seperti diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta infeksi kulit yang mulai mengintai di pos-pos pengungsian.

Kontingen medis dari Jambi itu hanyalah salah satu dari beberapa tim yang disebar Pusdokkes Polri secara serentak.

Strategi penyebaran lintas provinsi ini dirancang untuk membangun jaringan respons cepat, memastikan bantuan tenaga kesehatan dapat segera memperkuat daerah yang beban penanganannya meningkat drastis.

Diketahui, data per Sabtu kemarin menggambarkan betapa masifnya kebutuhan akan layanan medis.

Secara kumulatif, bakti kesehatan Polri telah menjangkau 12.242 warga di ketiga provinsi. Pasien datang dengan beragam keluhan, mulai dari hipertensi, gangguan lambung, influenza, hingga luka-luka fisik pasca-evakuasi.

Baca Juga:  SANFFEST 2025: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Apresiasi Karya Santri Berharap Memperkuat Ekosistem Perfilman

Aceh mencatatkan kondisi paling memprihatinkan dengan korban jiwa tertinggi, mencapai 356 orang. Sementara itu, Sumatera Barat justru menanggung beban rawat terberat, di mana posko layanan kesehatan Polri telah menangani 7.153 pasien, angka tertinggi di semua wilayah terdampak.

Operasi kemanusiaan ini tidak hanya mengandalkan tenaga medis. Polri juga mengerahkan 34 personel Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi korban meninggal, 12 psikolog untuk trauma healing, serta memobilisasi sedikitnya 86 unit ambulans yang disiagakan di ketiga provinsi.

Hingga pukul 16.30 WIB, upaya tersebut telah membuahkan hasil konkret. Sebanyak 26 jenazah berhasil teridentifikasi (25 di Aceh, 1 di Sumbar) dan 593 pengungsi mendapat penanganan medis.

Secara keseluruhan, 1.243 personel Polri dikerahkan dalam operasi multifase ini, melayani 848.076 pengungsi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa perjalanan tim kesehatan ini adalah tentang memastikan pertolongan tiba tepat waktu.

“Setiap menit sangat berarti bagi penyelamatan warga. Polri hadir memperkuat layanan kesehatan dan bahu-membahu bersama relawan serta pemerintah daerah,”

Tegasnya.

Lebih dari sekadar menembus jalur yang rusak, Polri menunjukkan transformasinya dalam operasi kemanusiaan.

Dengan semangat “berpacu dengan waktu”, institusi ini berkomitmen menghadirkan pertolongan hingga ke titik terdampak terakhir, melampaui segala keterbatasan medan untuk mengemban tugas kemanusiaan. (Kiti)

Berita Terkait

Enam Bulan Pasca Banjir, SD Negeri 5 Tanah Jambo Aye Masih Belum Pulih Sepenuhnya
​Apresiasi Dedikasi, Pelindo Bitung Ganjar 10 Karyawan Predikat Pegawai Terbaik 2025
​Polres Bitung Kawal Aksi Damai Buruh KSBSI Secara Humanis
BALIK “AMAN-AMAN SAJA”: Dugaan Pelanggaran Sertifikasi dan Status Honorer di SMPN 4 Kutacane Kian Menguat
SKANDAL SERTIFIKASI MENGUAT: Pernyataan “Aman-Aman Saja” di SMP Negeri 4 Kutacane Diduga Abaikan Aturan Negara
​Sasar Warga Kasawari, Pegadaian Edukasi Strategi Investasi Emas dan Optimalisasi ‘Aset Tidur’
GURU “SILUMAN” DI SD NEGERI 1 SEMADAM, ACEH TENGGARA: TIGA NAMA MASUK RADAR PENYELIDIKAN, KEPSEK DAN DINAS DIDUGA TUTUP RAPAT INFORMASI
Diduga Menggunakan Material Ilegal Humas DPC GBNN Agara Minta PT. Hutama Karya Jangan Bayarkan Proyek Bronjong
Berita ini 32 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:09

Enam Bulan Pasca Banjir, SD Negeri 5 Tanah Jambo Aye Masih Belum Pulih Sepenuhnya

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:06

​Apresiasi Dedikasi, Pelindo Bitung Ganjar 10 Karyawan Predikat Pegawai Terbaik 2025

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:39

​Polres Bitung Kawal Aksi Damai Buruh KSBSI Secara Humanis

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:05

BALIK “AMAN-AMAN SAJA”: Dugaan Pelanggaran Sertifikasi dan Status Honorer di SMPN 4 Kutacane Kian Menguat

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:57

​Sasar Warga Kasawari, Pegadaian Edukasi Strategi Investasi Emas dan Optimalisasi ‘Aset Tidur’

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:32

GURU “SILUMAN” DI SD NEGERI 1 SEMADAM, ACEH TENGGARA: TIGA NAMA MASUK RADAR PENYELIDIKAN, KEPSEK DAN DINAS DIDUGA TUTUP RAPAT INFORMASI

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:23

Diduga Menggunakan Material Ilegal Humas DPC GBNN Agara Minta PT. Hutama Karya Jangan Bayarkan Proyek Bronjong

Senin, 4 Mei 2026 - 20:05

​Bitung Pertegas Komitmen Pendidikan Transparan dan Bebas Perundungan di Hardiknas 2026

Berita Terbaru