Dari Keraguan ke Kepercayaan: Suara Warga Mengantar RSU Cut Mutia Menjadi Pilihan Utama di Langsa

- Editor

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com — Perubahan reputasi sebuah rumah sakit tidak pernah lahir dari slogan. Ia tumbuh dari pengalaman pasien, cerita keluarga, dan kesan yang dibawa pulang setelah layanan diberikan. Dalam lima tahun terakhir, Rumah Sakit Cut Mutia mengalami pergeseran citra yang signifikan di mata publik. Dari yang dulu kerap diposisikan sebagai pilihan terakhir, kini justru menjadi tujuan utama banyak warga Kota Langsa saat membutuhkan layanan kesehatan.

Perubahan ini bukan sekadar narasi institusional, melainkan rekam jejak pengalaman masyarakat. Opini ini disusun dari hasil wawancara dengan sejumlah warga yang pernah menggunakan layanan rumah sakit tersebut mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga situasi darurat.

M.Nasir (52), warga Langsa Barat, mengingat betul bagaimana persepsinya dulu terhadap rumah sakit ini. Ia mengaku pernah menghindari berobat ke sana kecuali terpaksa. Namun pengalaman dua tahun terakhir mengubah pandangannya. “Sekarang alurnya lebih jelas, petugas lebih komunikatif, dan penanganan terasa lebih cepat. Saat orang tua saya dirawat, koordinasinya rapi,” ujarnya.

Kesaksian serupa datang dari Nuraini (35), warga Langsa Kota, saat menemani salah seorang keluarga menjalani persalinan di sana. Ia menyoroti perubahan pendekatan layanan. “Tenaga kesehatannya menjelaskan kondisi pasien dengan bahasa yang mudah dipahami. Kita sebagai keluarga merasa dilibatkan, tidak bingung, ”katanya.

Menurutnya, aspek komunikasi menjadi pembeda paling terasa dibanding pengalaman masa lalu. Transformasi tersebut tidak terjadi secara instan. Rumah sakit yang sebelumnya berada di bawah struktur PTPN I kemudian berkembang menjadi entitas anak perusahaan dengan penguatan tata kelola. Restrukturisasi diikuti pembenahan sistem layanan, disiplin operasional, serta peningkatan standar prosedur. Dampaknya terasa langsung di level pelayanan, bukan hanya di struktur organisasi.

Tokoh masyarakat setempat, Amrizal (50), menilai perubahan paling tampak pada manajemen antrean dan kedisiplinan layanan. “Sekarang lebih tertib. Dulu orang sering mengeluh soal lambatnya proses. Sekarang masih ada kekurangan, tapi arah perbaikannya jelas,” ujarnya. Ia menyebut konsistensi sebagai kunci agar kepercayaan publik tidak kembali turun.

Ujian paling menentukan datang ketika Langsa dilanda banjir. Dalam situasi ketika akses terganggu dan tekanan meningkat, rumah sakit tetap beroperasi. Sejumlah responden menyebut momen itu sebagai titik balik kepercayaan masyarakat.

Baca Juga:  Meningkatnya Perceraian di Aceh: Potret Retaknya Ikatan Sosial Keluarga

Fharid (29), warga terdampak banjir, menceritakan pengalamannya membawa anak dengan demam tinggi di tengah kondisi darurat. “Kami kira layanan akan terbatas. Ternyata tetap jalan. Dokter ada, perawat ada, pelayanan tetap diberikan,” katanya. Dalam perspektif pelayanan publik, respons saat krisis memang sering menjadi tolok ukur integritas lembaga.

Dari sisi tata kelola, penguatan manajemen juga mendapat perhatian publik dengan hadirnya unsur komisaris yang berpengalaman di birokrasi daerah, termasuk Sayid Mahdum Majid, yang dikenal pernah memegang sejumlah posisi strategis di pemerintahan Kota Langsa. Pengalaman di bidang perencanaan pembangunan, infrastruktur, hingga kepemimpinan daerah dinilai memberi warna baru dalam arah pengawasan dan pengembangan rumah sakit.

Siapa sangka, tangan dingin Ir. Ernawati merubah segalanya dan ia juga dinilai mampu memenej bidang kesehatan dengan pendekatan manajerial yang terukur dan disiplin operasional. Latar belakang teknis yang kuat dipadukan dengan tata kelola layanan menjadikan ritme pembenahan berjalan lebih sistematis.

Kini dua insinyur berada dalam satu barisan kepemimpinan sebuah duet teknokratik yang oleh banyak pihak diyakini dapat membawa RSU Cut Mutia terus menanjak menuju puncak kinerja layanan.

Meski demikian, suara warga tidak hanya berisi pujian. Ada pula harapan lanjutan,  penambahan ruang perawatan, penguatan fasilitas penunjang, dan peningkatan kapasitas agar lonjakan pasien tidak menimbulkan kepadatan.

Kritik ini justru menjadi sinyal positif  menunjukkan bahwa ekspektasi publik sudah naik dan rumah sakit dipandang layak untuk dituntut lebih tinggi.
Bagi institusi layanan kesehatan, tantangan terbesar bukan meraih kepercayaan, melainkan menjaganya. Kepercayaan publik bersifat dinamis, dibangun perlahan namun bisa terkikis cepat. Karena itu, konsistensi mutu, transparansi layanan, dan investasi sumber daya manusia menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar.

Perjalanan RSU Cut Mutia menunjukkan bahwa reformasi layanan kesehatan di daerah bukan sekadar wacana. Ia mungkin terjadi ketika pembenahan dilakukan terus-menerus dan pengalaman pasien dijadikan pusat evaluasi. Pada akhirnya, suara warga adalah cermin paling jujur. Dan dari suara itulah, reputasi sejati terbentuk.

Penulis : Om wen                                   Editor : Redaksi TribuneIndonesia.com

Berita Terkait

Kualanamu Tetap Beroperasi Normal di Tengah Black Out Sumbagut, Sistem Cadangan Bandara Berjalan Optimal
Negara ikut Melegalkan Korupsi melalui Metode Tender Epurchasing, Ekatalog untuk Pengadaan Barang dan Mini Kompetisi untuk pekerjaan Konstruksi.
 HIDUP KITA DITENTUKAN OLEH PERKATAAN TUHAN, BUKAN OLEH PERKATAAN MANUSIA 
Lebih Baik Seperti Anjing Gila daripada Seperti Anjing Mati
Arief Martha Rahadyan: Demokrasi Sehat Bertumpu pada Pers yang Berintegritas
semua perjuangan itu tidak sia-sia. “Detik yang Tak Terbeli : Ketika Nama Kita Dipanggil sebagai Pemenang”
Maling Teriak Maling: Cermin Retaknya Integritas di Lingkar Kekuasaan
Banda Aceh Rayakan HUT ke-821, Momentum Sinergi di Tengah Sorotan Efisiensi Anggaran
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:31

Pendalaman Target Info Datater Satkowil 2026, Tim Pusterad Mabes TNI Sambangi Polres Badung

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:10

Kapolri Beberkan Inovasi Polri Manfaatkan dan Tingkatkan Produksi Pertanian

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:54

Hari Bakti ke-69, Kodam IX/Udayana Gelar Ziara Rombongan, Bakti Sosial dan Anjangsana

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:34

Sinergi TNI-Pemerintah Perkuat Ekonomi Desa, Pangdam IX/Udayana Ikuti Lounching 1.061 Koperasi Desa Merah Putih Bersama Presiden RI

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:56

Pangdam I/BB Kawal Koperasi Merah Putih, Sumut Siap Bangun 6.110 Unit Demi Kebangkitan Ekonomi Rakyat

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:42

Kodam IX/Udayana Gandeng Akademisi dan Praktisi Atasi Krisis Sampah di Bali

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:52

Brimob Polda Sumut Tebar Kepedulian untuk Rakyat, Hadirkan Harapan di Minggu Kasih

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:41

Sejumlah Pejabat Kodam IX/Udayana Diserahterimakan Termasuk Kapendam

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Satpol PP Bergerak, Bangunan Bermasalah di Pagar Merbau Disorot

Sabtu, 23 Mei 2026 - 04:52