Bila gubernur Sayang Kepada Wilayah dan Masyarakat Aceh, Maka Perjuangankan Pemekaran Provinsi Aceh!..ALA

- Editor

Minggu, 20 April 2025 - 08:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Tribuneindonesia.com

9 April 2025, Gerakan Pemuda ALA (GERPA) pernyataan terbuka kepada publik nasional terkait perjuangan panjang masyarakat wilayah 7 kabupaten di Aceh. yang mendambakan hadirnya Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA). Bertempat di Jakarta melalui pesan rilisnya Ketua GERPA Gilang Ken Tawar, menyampaikan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya hadir di tataran kata, tetapi mesti menegaskan sikap melalui kebijakan yang adil dan berani.

“Cinta kepada rakyat bukanlah slogan di spanduk atau kutipan dalam pidato. Cinta sejati adalah ketika seorang pemimpin berani berdiri di persimpangan sejarah dan memilih jalan yang paling sunyi: jalan keadilan. Jika pemerintah benar-benar mencintai Aceh, maka pemerintah tidak akan menghindari perjuangan pemekaran Provinsi ALA,” ujar Gilang dalam nada tenang namun penuh makna.

Menurut Gilang, wilayah ALA yang meliputi Takengon (Aceh Tengah), Bener Meriah, Gayo Lues, Kutacane (Aceh Tenggara), Singkil, Subulussalam, dan Aceh Tamiang, selama ini berada dalam bayang-bayang pembangunan yang tidak setara. Ia mengibaratkan ALA sebagai taman yang subur, namun terus-menerus disiram dari jarak jauh.

“Kami bukan menuntut istana, kami hanya menuntut atap bagi rumah kami sendiri(pemerataan). Jangan biarkan sejarah mencatat bahwa yang kita sebut ‘Aceh’ ternyata tak pernah benar-benar satu. Pemimpin, jika engkau berdiri di sisi rakyat dan berdirilah juga di bawah bendera keadilan. Bukan keadilan semu yang terucap, tapi keadilan yang hidup dalam tindakan,” lanjut Gilang.

Baca Juga:  Pengadaan Bahan Makanan Tidak Berkualitas dan Transparan, Kinerja Kepala Dapur SPPG Kecamatan Patia Dipertanyakan

Dalam waktu yang bersamaan Wakil Ketua GERPA, Sinar Harapan, menambahkan dengan bahasa yang tak kalah tajam namun elegan.

“Kami tidak sedang menggugat Aceh. Kami justru ingin menyelamatkan Aceh dari ketimpangan yang kian melebar. ALA bukan perpecahan, melainkan pemekaran dari harapan. Dan seorang pemimpin besar tidak takut pada suara rakyat yang jujur—ia justru menyambutnya dengan keberanian,” ujar Sinar.

“Terlalu lama wilayah kami bersabar, terlalu lama kami menunduk. Kini kami berdiri. Dan kepada pemimpin kami berkata: jika engkau ingin dikenang bukan hanya sebagai penguasa, tapi sebagai negarawan, maka ukirlah namamu dalam sejarah ALA.”

GERPA menyerukan agar seluruh masyarakat persiapan kp3ALA tetap menjaga semangat dan kesabaran, sembari melangkah pasti di jalan konstitusi. Bagi mereka, pemekaran bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan zaman. Tutup sinar harapan

Pewarta: CT

Berita Terkait

GMNI Apresiasi Respons Cepat Polres Aceh Tengah Periksa Dugaan Pungli Bantuan Kemensos
Buka Puasa Berujung Duka, Ibu Muda di Sunggal Hilang Bersama Balitanya
Pemuda Gunung Putri Soroti Persoalan Daerah, Minta Pembangunan Berpihak pada Masyarakat
Panas di Paya Gambar! Kades Paya Gamabar Dituding Intimidasi, Sengketa Lahan Petani Meledak di Ujung Ramadan
GMNI Desak Bupati Aceh Tengah Buka Data Penanganan Bencana hidrometeorologi Secara Transparan
Ucapan “Hailli Ogoh” Lukai Warga, Ketua PJS Aceh Minta Oknum Karyawan Finance Diproses Hukum
Teknisi Telkom Akses Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan di Langsa, Alami Luka Bakar Serius
Hutama Karya Gelar Apel Siaga Mudik Lebaran 2026, Perkuat Kesiapan Layanan Jalan Tol
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:14

Tekan Overkapasitas Rutan Kelas I Medan Pindahkan 85 Napi Tipikor Selama 2025–2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 07:15

Dugaan Korupsi Proyek AMI PLN Rp5 Triliun, Relawan Desak KPK dan Kejagung Lakukan Penyelidikan

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:09

Rudenim Denpasar Deportasi WN Amerika Serikat Pembunuh Dalam Koper

Sabtu, 21 Februari 2026 - 03:19

Dumas Desa Aras Kabu Mandek, Warga Kepung Kejaksaan & Inspektorat

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:04

Mafia Tanah Dibidik, P2BMI Puji Polresta Deli Serdang

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:19

Setahun berlalu, kasus penikaman Abdul Hadi di Batang Kuis belum terungkap

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:47

Bantah Tuduhan Surat Palsu, Pihak Desa Pagar Merbau I Tegaskan Dokumen untuk Cagar Budaya

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:43

Dumas Proyek Fiktif Desa Aras Kabu memanas! DPW P2BMI Sumut desak Kejari Deli Serdang Serius bongkar dugaan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x