Bireuen/Tribuneindonesia.com
Bupati Bireuen yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen menghadiri acara Simbolis Penanaman Jeruk Bali Varietas Giri Matang di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Senin (7/9/26).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Revitalisasi Komoditas Jeruk Bali dalam kerangka Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Banjir Aceh yang digagas oleh Lembaga Resiliensi Bencana (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Camat dan Unsur Forkopimcam Peusangan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bireuen beserta Pimpinan Cabang Muhammadiyah Peusangan, rekan-rekan dari MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan LAZISMU, Badan Penyuluh Pertanian Kabupaten Bireuen, Keuchik, dan unsur Masyarakat serta Kelompok Tani Desa Pante Lhong, serta Tengku Dayah Raudhatul Ma’arif.
Dalam rangkaian acara, sambutan diawali oleh Keuchik Pante Lhong, Murizal Haryanto, menurutnya, bagi warga Gampong Pante Long, pengembangan Jeruk Pamelo menjadi tumpuan ekonomi utama di tengah keterbatasan lahan sawah dan kerusakan irigasi pascabencana. Mengingat tingginya ketergantungan masyarakat pada sektor ini, para petani mengharapkan intervensi konkrit dari pemerintah daerah dan Dinas Pertanian dan Perkebunan melalui program stimulan serta rehabilitasi sektor pertanian. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan lokal sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani Bireuen.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Mulyadi, SE., MM, menegaskan komitmennya untuk mempertahankan Jeruk Pamelo Giri Matang sebagai produk hortikultura ikonik dan ciri khas daerah. Hal ini disampaikan menyusul rampungnya penandatanganan penetapan nama/status Jeruk Pamelo pada Desember 2024 setelah melalui proses panjang sejak 2018.
Merespons dampak bencana banjir yang merusak kawasan perkebunan hortikultura, khususnya komoditas Jeruk Pamelo sebagai terdampak paling parah, pemerintah daerah menyiapkan langkah pemulihan. Setelah fokus awal penanganan pada sektor persawahan, Dinas Pertanian mengalokasikan bantuan sekitar 2.000 bibit Jeruk Pamelo yang dijadwalkan untuk disalurkan pada bulan November mendatang ke desa-desa prioritas, termasuk Gampong Pante Long dan wilayah sekitarnya (wilayah Peusangan).
Selain itu, skema perbaikan dan rehabilitasi perkebunan jangka panjang juga telah disusun untuk masa pemulihan hingga 2027.
Dalam kesempatan tersebut, pihak dinas juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang telah mendampingi dan melatih warga desa selama tiga bulan. Pemerintah daerah berharap pendampingan dan pengembangan potensi Jeruk Pamelo ini tidak berhenti di satu desa saja, melainkan dapat terus diperluas ke desa-desa tetangga lainnya.
Terakhir, Bupati Bireuen yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Ismunandar, ST., MT, dalam sambutannya menyatakan kehadiran jajaran pemerintah daerah ini menegaskan bentuk apresiasi dan perhatian khusus Pemkab Bireuen terhadap dedikasi para relawan di tingkat gampong.
Kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk penilaian dan penghargaan tinggi atas kerja keras para relawan serta pengurus Muhammadiyah dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir.
”Ini suatu bukti kepedulian Pemerintah Kabupaten Bireuen, dalam hal ini Bupati beserta jajarannya terhadap program atau kegiatan ini. Ini suatu penghargaan, suatu penilaian yang tidak bisa diukur,” ucapnya.
Melihat besarnya dampak positif dari program yang dijalankan oleh relawan MDMC DIY selama bertugas, Pemkab Bireuen berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut. Pihak Pemkab secara terbuka mengundang Pengurus Muhammadiyah DIY maupun Pusat untuk kembali membawa program-program pemberdayaan ke wilayah Bireuen.
”Ayo dorong Pengurus Muhammadiyah D.I. Yogyakarta, kalau perlu Pengurus Muhammadiyah Pusatnya, perhatikan Bireuen dengan program-program dan kegiatan-kegiatan lainnya. Kita welcome. Jadi ayo bawa program, bawa kegiatan, bawa contoh yang baik bagi kami masyarakat Aceh”, lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Bireuen juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim relawan MDMC dan jajaran pimpinan Muhammadiyah atas kontribusi nyata dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana.
Puncak acara ditandai dengan Proses Simbolis Penanaman bibit jeruk Bali Giri Matang oleh Sekda Bireuen bersama perwakilan Lembaga Resiliensi Bencana MDMC dan Keuchiek Gampong Pante Lhong.*





















