Kutacane/Tribuneindonesia.com
Ketua DPC Garda Bela Negara Nasional (GBNN) Kabupaten Aceh Tenggara, Syah Putra, angkat bicara terkait kondisi gizi santri di pondok pesantren se-Aceh Tenggara. Selasa 8 September 2026
Kantor DPC GBNN Aceh Tenggara.
Jam 09 : 00 Wib
Syah Putra meminta perhatian serius dari Pemerintah Aceh melalui Kepala Dayah Provinsi Aceh agar segera melakukan pengecekan terhadap standar nilai gizi untuk para santri/santriwati.
“Dengan semakin banyaknya pesantren khusus yang berdiri di Kabupaten Aceh Tenggara, kami mendesak adanya evaluasi menyeluruh. Bukan hanya soal gizi, tapi juga kebersihan, kenyamanan, dan keselamatan lingkungan pesantren,” ujar Syah Putra di Kantor DPC GBNN Aceh Tenggara, Desa Biak Muli, Kec. Bambel, Kab. Aceh Tenggara.
Ia berharap Kementerian Agama Provinsi Aceh dapat turun langsung ke lapangan. Tujuannya memastikan para santri berada dalam kondisi aman, sehat, dan nyaman dalam menuntut ilmu.
“Pesantren adalah rumah kedua bagi santri. Negara wajib hadir menjamin hak dasar mereka, termasuk makanan bergizi dan lingkungan yang layak,” tegasnya.
DPC GBNN Aceh Tenggara menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah dan pihak dayah untuk melakukan pengawasan serta pendampingan demi terwujudnya pesantren yang sehat dan berkualitas tutur Ketua GBNN Aceh Tenggara (Syahputra)
Press~Abdulgani~gasekk




















