Apa Penyebab Masyarakat Pindah Ke Rokok Murah, Sehingga Rokok Ilegal Marak

- Editor

Sabtu, 25 Januari 2025 - 02:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Jenis-jenis rokok ilegal yang banyak beredar di pasaran. (doc)

Tribuneindonesia.com

Pemicu naiknya tarif cukai hasil tembakau dari tahun ke tahun sehingga melambungnya harga rokok nasional, menjadikan banyaknya masyarakat Aceh secara khusus dan Indonesia secara umum yang beralih mengkonsumsi rokok murah.

Bahkan tren di industri rokok tanah air ini dibenarkan oleh direktorat Jendral Bea dan Cukai Kementrian Keuangan pada media CNBC yang diterbitkan 25 januari 2025 dengan judul “Masyarakat RI Ramai Pindah ke Rokok Murah, Ini Respons Bea Cukai”, disebutkan juga dengan adanya kasus ini, Pemerintah akan melihat alternatif kebijakan lainnya yaitu penyesuain kembali harga jual di Tingkat industri.

Nah, hal tersebut juga yang menjadi sebuah alasan penjualan rokok illegal semakin marak di pasar. Salah satu pemicunya ialah harga lebih terjangkau, sehingga masyarakat termasuk anak dibawah umur lebih mudah untuk membelinya.

Salah satu pengamat mengatakan bahwa peredaran rokok ilegal saat ini diperkirakan mengambil bagian hampir 10 % dari total penjual produk tembakau/rokok nasional. Menurut penulis, faktor ini selain merugikan masyarakat, maraknya rokok ilegal juga merugikan negara.

Bahkan beliau juga mengatakan ada empat faktor yang menyebabkan upaya pemerintah selama ini belum ampuh memberantas peredaran rokok ilegal dipasaran. Untuk itu penulis mencoba mengedukasi keempat faktor tersebut di tambah dengan kondisi alam yang terjadi selama ini.

Pertama, harga legal yang tidak terjangkau. Sebagai kebutuhan yang dianggap prioritas oleh sebahagian masyarakat berpenghasilan rendah, harga rokok legal yang mahal/tinggi menjadi penyebab utama.

Kedua, pasokan rokok ilegal yang melimpah. Rokok ilegal tersedia dalam berbagai merek dan mudah didapatkan. Pilihan yang banyak ini membuat konsumen tidak kesulitan mendapatkan produk alternatif dengan harga terjangkau atau jauh lebih murah dibandingkan rokok legal.

Baca Juga:  *Mari jadikan Reuni Akbar Under 1990 4 juli Tahun 2026 ini sebagai Semangat Baru Untuk Terus Menjaga Silaturahmi dan Kepedulian Antar Sesama Anak Simeulue

Ketiga, pemerintah harus serius dalam penindakan hukum, yang selama ini dinilai seakan memberikan ruang dengan tanda kutif adanya cukong yang bermain mata. Juga strategi yang saat ini dilakukan hanya mengadalkan pada operasi penindakan dan pemusnahan saja, tetapi Pemerintah gagal dalam memberikan solusi terhadap kebutuhan konsumen dan masalah ekonomi sehingga tinggi permintaan terhadap rokok ilegal.

Yang keempat, kurangnya pendekatan komprehensif. Dimana Upaya pemberantasan selama ini masih terfragmentasi. Pemerintah belum menerapkan kebijakan yang mencakup sisi ekonomi, distribusi, dan edukasi konsumen secara menyeluruh dan menyentuh. Dimana kondisi saat ini membuat masyarakat dengan gampang dan tanpa merasa bersalah saat membeli dan mengkonsumsi.

Padahal semua orang tahu bahwa tidak hanya merugikan penerimaan negara, tetapi juga memiliki resiko Kesehatan yang tinggi karena tidak melalui pengawasan yang sudah diberlakukan di tanah air. Terlepas dari apakah rokok atau kantong tembakau dibeli secara sah, salah satu artikel juga menyebutkan bahwa produk rokok ilegal dikhawatirkan mengandung lebih dari 5.000 bahan kimia, 60 diantaranya beracun bagi manusia.

Untuk itu penulis berharap, agar pemerintah melalui Bea dan cukai dimanapun, agar terus secara berkala melakukan sosialisasi secara berkala kepada masyarakat dan penjual tentang peredaran rokok ilegal yang semakin marak dengan melibatkan media sebagai penyuara pemerintah lewat berita dan iklan layanan. Dengan harapan pemberitahuan dan sosialisasi secara berkala membuat masyarakat mulai khawatir untuk mengunakan produk ilegal.

Penulis : Chaidir Toweren ketua  Persatuan Wartawan kota Langsa dan ketua DPD PJS Aceh

Berita Terkait

Tak Sekadar Memantau, Polsek Darul Hasanah Dampingi Warga Melintasi Jalur Darurat
DI BALIK KEKAYAAN SUMBER DAYA ALAM: PARADOKS KETERTINGGALAN DAN KETIMPANGAN KEADILAN EKOLOGIS DI DAERAH PERIFERI
Babinsa Posramil Peulimbang Bantu Petani Cabut Bibit Padi, Dukung Percepatan Musim Tanam
Tak Sekadar Bangun Rumah, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Hadirkan Kolam Lele untuk Kemandirian Pangan Masyarakat
Minta Transparansi Dana BOS di SDN 2 Biak Muli, LKGSAI Cium Ketidaksesuaian Data dan Honor Non-ASN
Baru Selesai Dikerjakan Proyek Pokir DPRK Kembali Amblas
Operasi Siber Polda Jabar Berhasil Ungkap Jaringan Judi Online Berkedok Hiburan Digital
Rehab RTLH TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Sasaran 5 Capai 35 Persen, Pemasangan Rangka dan Batu Bata Terus Dikebut
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:51

Tak Sekadar Memantau, Polsek Darul Hasanah Dampingi Warga Melintasi Jalur Darurat

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:26

Babinsa Posramil Peulimbang Bantu Petani Cabut Bibit Padi, Dukung Percepatan Musim Tanam

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:34

Tak Sekadar Bangun Rumah, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Hadirkan Kolam Lele untuk Kemandirian Pangan Masyarakat

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:52

Minta Transparansi Dana BOS di SDN 2 Biak Muli, LKGSAI Cium Ketidaksesuaian Data dan Honor Non-ASN

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:50

Baru Selesai Dikerjakan Proyek Pokir DPRK Kembali Amblas

Senin, 20 Juli 2026 - 15:07

Operasi Siber Polda Jabar Berhasil Ungkap Jaringan Judi Online Berkedok Hiburan Digital

Senin, 20 Juli 2026 - 10:49

Rehab RTLH TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Sasaran 5 Capai 35 Persen, Pemasangan Rangka dan Batu Bata Terus Dikebut

Senin, 20 Juli 2026 - 08:26

Dugaan Ketidakterbukaan Pengelolaan Dana BOS dan PIP di SDN 2 Biak Muli Jadi Sorotan Publik

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Fraksi Menguji Arah Anggaran

Selasa, 21 Jul 2026 - 10:42

Pemerintahan dan Berita Daerah

Jejak Kerikil di Balik Kaca Pecah

Selasa, 21 Jul 2026 - 10:18

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x