Bitung | Tribuneindonesia.com – Kawasan Cagar Alam Duasudara di Sulawesi Utara dilaporkan mengalami kebakaran hebat, Senin (22/06/26).
Peristiwa ini memicu kekhawatiran besar lantaran hutan konservasi tersebut menyimpan vegetasi kering yang melimpah, menjadikannya bahan bakar potensial yang dapat mempercepat penyebaran api.
Berdasarkan catatan historis, kawasan lindung ini terakhir kali mengalami kebakaran dalam skala luas tepat satu dekade lalu.
Menyikapi situasi kritis tersebut, para petani yang memiliki lahan di sekitar kawasan cagar alam, Pemerintah setempat melalui Dinas Kominfo diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh.
Warga diminta aktif menjaga dan mengawasi lahan pertanian masing-masing agar titik api tidak merembet semakin luas.
Kondisi ini diperparah oleh hembusan angin kencang di lokasi kejadian yang berisiko membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Di lini pemadaman, personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan saat ini tengah melakukan berbagai persiapan intensif untuk menjinakkan si jago merah.
Kendati demikian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara-Manado dipastikan akan memimpin pergerakan di lapangan. Sebagai otoritas resmi pengelola kawasan, BKSDA memegang komando utama dalam mengoordinasikan strategi lokalisasi api.
Demi menyelamatkan plasma nutfah yang ada di dalam cagar alam, seruan aksi kolaboratif mulai digelorakan kepada berbagai elemen masyarakat.
Komunitas lokal seperti Masyarakat Peduli Api, Forum Komunikasi Pencinta Alam, tim Caki Kaki, hingga kelompok Paka-Paka diharapkan dapat segera turun tangan.
Gotong royong ini dinilai krusial mengingat Cagar Alam Duasudara merupakan kawasan konservasi unik yang letaknya dikelilingi langsung oleh pemukiman dan kelurahan.
Kondisi terkini mengenai kebakaran tersebut pertama kali terdeteksi melalui rekaman video amatir yang diambil oleh seorang warga lokal di Kelurahan Duasudara.
Visualisasi pergerakan api yang mulai meluas itu kini menjadi basis informasi penting bagi tim gabungan dalam memetakan titik-titik krusial yang harus segera diisolasi sebelum mendekati wilayah pemukiman penduduk. (kiti)














