BANDA ACEH/Tribuneindonesia.com
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Provinsi Aceh pada Selasa (13/10/2026) malam. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang diprediksi akan berlangsung hingga pukul 23.30 WIB.
Kondisi ini mulai terjadi sejak pukul 20.30 WIB dan mencakup sejumlah wilayah strategis di Aceh, mulai dari bagian tengah, barat, hingga selatan.
Berdasarkan data BMKG, wilayah terdampak utama meliputi 10 kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah (seperti Silih Nara, Bebesen, dan Laut Tawar), serta 9 kecamatan di Aceh Barat (termasuk Johan Pahlawan dan Meureubo). Cuaca buruk ini juga melanda wilayah Nagan Raya, Kota Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Timur, Aceh Singkil, Gayo Lues, Aceh Jaya, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah.
Potensi Perluasan ke Wilayah Lain
BMKG memprediksi bahwa kondisi cuaca ekstrem ini masih berpotensi meluas ke berbagai daerah sekitarnya. Wilayah perluasan mencakup hampir seluruh kecamatan di Aceh Tenggara dan Aceh Barat Daya, sebagian besar Aceh Selatan dan Aceh Singkil (termasuk kawasan Pulau Banyak), hingga wilayah pegunungan seperti Geumpang dan Tangse di Kabupaten Pidie.
Selain itu, Kota Jantho di Aceh Besar, sebagian wilayah kepulauan Simeulue, serta beberapa titik di Pidie Jaya juga masuk dalam radar siaga perluasan cuaca buruk malam ini.
Masyarakat Diimbau Waspada
Meskipun beberapa wilayah seperti Kabupaten Bireuen dan sekitarnya saat ini tidak masuk dalam daftar utama terdampak, masyarakat di seluruh penuru Aceh tetap diimbau untuk waspada dan memantau perubahan cuaca yang dinamis.
Masyarakat yang sedang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menghindari berlindung di bawah pohon besar atau papan reklame guna mengantisipasi ancaman angin kencang. Penggunaan perangkat elektronik juga sebaiknya dibatasi apabila intensitas sambaran petir mulai meningkat demi menjaga keselamatan.












