JALAN NASIONAL DESA KUNING I ACEH TENGGARA HANCUR LEBUR BAK KUBANGAN KERBAU, LSM KPK-RI SEMPROT TEGAS KINERJA BPJN

- Editor

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​TRIBUNEINDONESIA| KUTACANE — Kondisi infrastruktur di ruas jalan nasional, tepatnya di depan SPBU Kuning, Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, hancur parah dan berubah menyerupai kubangan kerbau. Lubang besar yang menganga dipenuhi genangan air serta lumpur tebal menyulitkan kendaraan yang hendak melintas maupun yang mengantre panjang untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).

​Kerusakan ini dipicu oleh proyek pengaspalan ulang (overlay) yang tak kunjung tuntas, diperparah dengan sisa material banjir luapan dari Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga. Warga menilai upaya pembersihan yang dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh lamban dan tidak maksimal karena tidak disiram menggunakan mobil tangki air (water tank).

​Menanggapi penderitaan masyarakat yang terus berulang tanpa solusi permanen yang cepat, perwakilan LSM Komunitas Pemburu Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI), Saidul, melayangkan kritik keras terhadap instansi berwenang.

​”Jangan Jadikan Penderitaan Rakyat Komoditas Formalitas!”

​Saidul mengecam keras lambannya penanganan teknis di lapangan yang dinilai kerap mengabaikan keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, aksi turun tangan sekadar survei dan berfoto tanpa eksekusi nyata adalah bentuk pembohongan publik.

​“Jangan jadikan penderitaan warga Desa Kuning I sebagai komoditas formalitas atau proyek survei doang. Sudah berulang kali ditinjau, tetapi realisasinya lamban. Jalan nasional hancur total jadi kubangan lumpur, ekonomi warga lumpuh, pengendara taruhan nyawa setiap hari! Di mana tanggung jawab BPJN?” tegas Saidul dengan nada geram.

 

Baca Juga:  Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan

​Desakan Evaluasi dan Tindakan Nyata

​Elemen masyarakat bersama LSM KPK-RI mendesak agar pihak BPJN dan satuan kerja terkait tidak tinggal diam di balik meja. Beberapa poin tuntutan mendesak yang disuarakan meliputi:

  • ​Pembersihan Maksimal Jalan Nasional: Mendesak pengerahan armada water tank secara masif untuk membersihkan sisa lumpur licin yang membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat.
  • ​Kejelasan Proyek Jangka Panjang: Meminta realisasi percepatan pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir secara permanen agar jalur logistik vital lintas Aceh Tenggara ini tidak terus-menerus lumpuh setiap kali debit air sungai meningkat.

​Jika instansi terkait tetap lamban merespons, aliansi masyarakat dan penggiat antikorupsi bersiap mengambil langkah hukum serta menggelar aksi protes lebih besar demi menuntut hak atas infrastruktur yang layak.***

Berita Terkait

Job Fair 2026. Lowongan Terbuka, Kompetensi Masih Jadi Soal
Pasca Bencana, Anggaran Setdakab Aceh Tengah Bertambah Rp4,3 Miliar, Abdan Sakura Soroti Sejumlah Pos Belanja
GEGER! Kantor Desa Paya Metah Karang Baru Diduga Numpang di Rumah Pribadi Datok, Dana Sewa Kemana?
Selamat datang Peserta Pendidikan dan Pelatihan Laskar Gerindra Kabupaten Simeulue Tahun 2026.
APBK-P Aceh Tengah 2026 Naik Rp121 Miliar, Aktivis Gayo Pertanyakan Arah Kebijakan Pemulihan Pascabencana
Video TikTok Dipersoalkan, GRPK Desak TikTok Beri Klarifikasi
Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan
BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

JALAN NASIONAL DESA KUNING I ACEH TENGGARA HANCUR LEBUR BAK KUBANGAN KERBAU, LSM KPK-RI SEMPROT TEGAS KINERJA BPJN

Selasa, 29 September 2026 - 10:08

UBHARA JAYA RAYAKAN DIES NATALIS KE-31, 497 LULUSAN DILANTIK  

Selasa, 29 September 2026 - 08:07

Pasca Bencana, Anggaran Setdakab Aceh Tengah Bertambah Rp4,3 Miliar, Abdan Sakura Soroti Sejumlah Pos Belanja

Selasa, 29 September 2026 - 05:42

Eks GAM Denmark: Aceh Harus Melegalisasi Izin Tambang Emas Rakyat

Selasa, 29 September 2026 - 05:22

Selamat datang Peserta Pendidikan dan Pelatihan Laskar Gerindra Kabupaten Simeulue Tahun 2026.

Selasa, 29 September 2026 - 04:42

APBK-P Aceh Tengah 2026 Naik Rp121 Miliar, Aktivis Gayo Pertanyakan Arah Kebijakan Pemulihan Pascabencana

Selasa, 29 September 2026 - 04:09

WANITA: YANG MEMBENTUK ARAH KEHIDUPAN

Selasa, 29 September 2026 - 04:03

MENYAMBUT INDONESIA EMAS 2045: WISUDA DIES NATALIS KE-31 UBHARA JAYA

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Job Fair 2026. Lowongan Terbuka, Kompetensi Masih Jadi Soal

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:20