RAJA AMPAT – Tribuneindonesia.com — Keterlambatan pembayaran sejumlah asrama mahasiswa Kabupaten Raja Ampat di beberapa kota studi kembali menuai sorotan. Mahasiswa masih menunggu kepastian pembayaran kontrakan, sementara pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat mengakui adanya persoalan administrasi berupa kesalahan penginputan kode rekening anggaran belanja.
Pengakuan tersebut disampaikan Linda Moom, salah satu pegawai yang menangani administrasi pembayaran asrama mahasiswa Raja Ampat di sejumlah kota studi, saat dikonfirmasi, Senin (15/9/2026).
“Iya betul, kebetulan saya dipercayakan oleh pimpinan untuk menangani asrama mahasiswa Raja Ampat yang berada di beberapa kota studi,” ujar Linda.
Menurut Linda, anggaran untuk pembayaran asrama sebenarnya telah masuk dalam proses pergeseran anggaran. Namun, proses pembayaran belum dapat direalisasikan karena terdapat kesalahan dalam penginputan kode rekening. Jadi anggaran memang ada cuma ada kesalahan input ke rekening pembayaran, ke rekening belanja sehingga harus dilakukan perbaikan dan menunggu proses validasi.
“Anggaran sudah masuk pergeseran. Karena ada kesalahan input, kita masih menunggu dari bagian provinsi. Kita sudah melakukan pergeseran dan sekarang masih menunggu validasi penyusunan RAK anggaran,” jelasnya.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan tahapan administrasi dan penyesuaian anggaran sebelum pembayaran dapat dilakukan.
“Karena dari dinas provinsi yang melakukan itu dulu, baru kita bisa melakukan pergeseran,” katanya.
Tiga Kota Studi Belum Dibayar
Linda mengungkapkan, sedikitnya tiga kota studi masih menunggu pembayaran kontrakan asrama mahasiswa, yakni Manado, Yogyakarta, dan Manokwari.
Menurutnya, pembayaran ketiga asrama tersebut merupakan kebutuhan kontrakan selama satu tahun dan hingga kini belum direalisasikan karena masih menunggu penyelesaian proses administrasi anggaran.
“Pembayaran itu untuk satu tahun, baik Manado, Jogja maupun Manokwari. Ketiga kontrakan yang terpisah dari kota studi itu belum ada pembayaran karena masih menunggu,” ungkap Linda.
Ia memastikan proses pembayaran masih berjalan dan menargetkan kewajiban tersebut dapat diselesaikan paling lambat September 2026.
“Untuk tiga asrama itu pembayarannya satu tahun dan masih dalam proses. Paling lambat dilakukan bulan ini,” tegasnya.




















