Pembayaran Asrama Mahasiswa Raja Ampat Tertunda, Dinas Pendidikan Akui Salah Input Kode Rekening

- Editor

Selasa, 15 September 2026 - 08:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAJA AMPAT – Tribuneindonesia.com — Keterlambatan pembayaran sejumlah asrama mahasiswa Kabupaten Raja Ampat di beberapa kota studi kembali menuai sorotan. Mahasiswa masih menunggu kepastian pembayaran kontrakan, sementara pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat mengakui adanya persoalan administrasi berupa kesalahan penginputan kode rekening anggaran belanja.

Pengakuan tersebut disampaikan Linda Moom, salah satu pegawai yang menangani administrasi pembayaran asrama mahasiswa Raja Ampat di sejumlah kota studi, saat dikonfirmasi, Senin (15/9/2026).

 

“Iya betul, kebetulan saya dipercayakan oleh pimpinan untuk menangani asrama mahasiswa Raja Ampat yang berada di beberapa kota studi,” ujar Linda.

Menurut Linda, anggaran untuk pembayaran asrama sebenarnya telah masuk dalam proses pergeseran anggaran. Namun, proses pembayaran belum dapat direalisasikan karena terdapat kesalahan dalam penginputan kode rekening. Jadi anggaran memang ada cuma ada kesalahan input ke rekening pembayaran, ke rekening belanja sehingga harus dilakukan perbaikan dan menunggu proses validasi.

 

“Anggaran sudah masuk pergeseran. Karena ada kesalahan input, kita masih menunggu dari bagian provinsi. Kita sudah melakukan pergeseran dan sekarang masih menunggu validasi penyusunan RAK anggaran,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemilihan Ketua TKBM Kota Bitung Berakhir, Amir Inaku Moputi Raih Suara Terbanyak

Ia menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan tahapan administrasi dan penyesuaian anggaran sebelum pembayaran dapat dilakukan.

“Karena dari dinas provinsi yang melakukan itu dulu, baru kita bisa melakukan pergeseran,” katanya.

Tiga Kota Studi Belum Dibayar

Linda mengungkapkan, sedikitnya tiga kota studi masih menunggu pembayaran kontrakan asrama mahasiswa, yakni Manado, Yogyakarta, dan Manokwari.

Menurutnya, pembayaran ketiga asrama tersebut merupakan kebutuhan kontrakan selama satu tahun dan hingga kini belum direalisasikan karena masih menunggu penyelesaian proses administrasi anggaran.

“Pembayaran itu untuk satu tahun, baik Manado, Jogja maupun Manokwari. Ketiga kontrakan yang terpisah dari kota studi itu belum ada pembayaran karena masih menunggu,” ungkap Linda.

Ia memastikan proses pembayaran masih berjalan dan menargetkan kewajiban tersebut dapat diselesaikan paling lambat September 2026.

“Untuk tiga asrama itu pembayarannya satu tahun dan masih dalam proses. Paling lambat dilakukan bulan ini,” tegasnya.

Berita Terkait

Gembleng Mental Juara PORA 2026, Taekwondo Simeulue Tuntaskan TC 10 Hari di Dojang Kodim 0115
PFM Desak Kapolda Baru Tuntaskan Dugaan Korupsi Sekretariat DPR PBD: “Itu Uang Rakyat”
Lebih Inklusif, Perayaan HUT Negeri Aertembaga Dorong Ekonomi UMKM dan Edukasi Sejarah
Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan
Lima Pegawai Dihukum Berat, Disiplin ASN Disorot
Tiga Tahun Tanpa Kepastian, GRPK Adukan Dugaan Pelanggaran Etik Penyidik Harda ke Propam Polresta Deli Serdang
Dispora FC Terancam Sanksi Rp90 Juta, Mainkan 12 Pemain
Serap Aspirasi Diskusi Publik, Perumda Duasudara Bitung Buka Diri Terhadap Kritik Air Bersih
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:34

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pencurian Kabel PT Mark Dynamics di Tanjung Morawa

Senin, 14 September 2026 - 12:42

Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan

Senin, 14 September 2026 - 12:31

​Jaga Kondusifitas Kota Bitung, Kapolres Rangkul Pengurus Kerukunan Keluarga Jawa

Minggu, 13 September 2026 - 12:56

Tiket Sorong–Waisai Diduga Dikenai Tambahan Rp12 Ribu, DPRK Raja Ampat Didesak Memanggil Pengelola

Sabtu, 12 September 2026 - 05:12

Polres Bireuen Tingkatkan Ilmu Kehumasan Polri 

Jumat, 11 September 2026 - 10:24

Keluarga Sawoy Bongkar Riwayat Pengakuan Richard: “Sudah Diangkat Sejak 2009, Bukan Karena IPDN”

Jumat, 11 September 2026 - 06:59

“DDS Tahap I 2025, Rehab Jembatan Wejim Timur Baru Dikerjakan 2026: Warga Minta Inspektorat Turun!”

Kamis, 10 September 2026 - 13:39

Polres Aceh Tenggara Musnahkan Puluhan Gram Sabu dan Ribuan Gram Ganja

Berita Terbaru