Relawan SPPG Teumpeun: Jangan Ubah Pola MBG Sebelum Dampaknya Terukur

- Editor

Jumat, 11 September 2026 - 07:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidie|Tribuneindonesia.com

Relawan SPPG Teumpeun menyampaikan aspirasi agar wacana penerapan kantin sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak diterapkan secara tergesa-gesa.

Hal terpenting dalam setiap perubahan kebijakan MBG adalah memastikan penerima manfaat tetap memperoleh makanan yang aman, bergizi, tepat waktu dan sesuai ketentuan.

Pola pelaksanaan yang telah berjalan sebaiknya terlebih dahulu dievaluasi berdasarkan hasil dan kondisi nyata di lapangan, apabila masih terdapat kekurangan, perbaikan dapat dilakukan tanpa harus langsung mengubah mekanisme pelayanan secara menyeluruh.

Bagi kami, yang utama bukan mempertahankan pola tertentu, tetapi memastikan anak-anak tetap mendapatkan makanan yang berkualitas dan aman. Karena itu, setiap perubahan sebaiknya didasarkan pada evaluasi yang jelas dan terukur,” ujar perwakilan Relawan SPPG Teumpeun

Para Relawan juga menilai penerapan pola baru perlu memperhatikan kesiapan fasilitas, tenaga pelaksana, pengawasan serta kemampuan menjaga standar kualitas makanan secara konsisten.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pemagaran Tanah di Desa Amiria Bahagia

Sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap inovasi maupun evaluasi program. Sebaliknya, para relawan mendukung setiap upaya yang dapat meningkatkan kualitas MBG selama perubahan tersebut memiliki dasar kajian yang kuat dan tidak mengurangi mutu pelayanan.

Kami mendukung perbaikan program, namun,jangan sampai perubahan mekanisme justru membuat standar pelayanan berbeda-beda. Yang harus menjadi ukuran adalah kepentingan penerima manfaat,” katanya.

Mereka juga mendorong agar setiap kebijakan mempertimbangkan pengalaman operasional SPPG, kesiapan masing-masing wilayah serta kemampuan pengawasan secara berkelanjutan.

Program MBG merupakan program untuk kepentingan anak-anak. Karena itu, setiap kebijakan harus ditempatkan dalam kerangka menjaga kualitas, keamanan pangan dan keberlanjutan pelayanan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dugaan Bahan Rehab Jembatan Wejim Timur Dipakai untuk Kepentingan Pribadi, Warga Minta Kepala Kampung Diperiksa
Bireuen Juara III Forikan Masakan Menu Balita di Banda Aceh 
“DDS Tahap I 2025, Rehab Jembatan Wejim Timur Baru Dikerjakan 2026: Warga Minta Inspektorat Turun!”
PENUTUPAN PKKMB 2026 UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA
Apresiasi Persisma: Wilson Lalengke Sambut Positif Dukungan Yunani untuk Sahara Maroko
Cegah Laka Lantas, Satlantas Polres Bireuen Tambal Jalan Berlubang
Kapolres Bireuen Terima Kunjungan Manager PLN ULP Wilayah Bireuen, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Sidang TP-TGR Raja Ampat: 7 OPD Disidangkan, Batas Pengembalian Ditegaskan 90 Hari
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 04:59

Siapa Berhak Menentukan OAP di Raja Ampat? Carles Imbir: Kembalikan kepada Marga dan Suku

Selasa, 8 September 2026 - 00:59

Ketika Jabatan Lebih Ditentukan Jaringan Daripada Kemampuan, Quo Vadis Kepemimpinan Indonesia?

Senin, 17 Agustus 2026 - 03:31

Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Bangsa Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:35

Mengapa Bangsa Ini Tidak Maju?

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:20

Pemimpin yang Membangun, Pemimpin yang Menghancurkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:04

Kemerdekaan yang Tak Selesai di Atas Kertas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:11

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:51

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Berita Terbaru