Pidie|Tribuneindonesia.com
Relawan SPPG Teumpeun menyampaikan aspirasi agar wacana penerapan kantin sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak diterapkan secara tergesa-gesa.
Hal terpenting dalam setiap perubahan kebijakan MBG adalah memastikan penerima manfaat tetap memperoleh makanan yang aman, bergizi, tepat waktu dan sesuai ketentuan.
Pola pelaksanaan yang telah berjalan sebaiknya terlebih dahulu dievaluasi berdasarkan hasil dan kondisi nyata di lapangan, apabila masih terdapat kekurangan, perbaikan dapat dilakukan tanpa harus langsung mengubah mekanisme pelayanan secara menyeluruh.
Bagi kami, yang utama bukan mempertahankan pola tertentu, tetapi memastikan anak-anak tetap mendapatkan makanan yang berkualitas dan aman. Karena itu, setiap perubahan sebaiknya didasarkan pada evaluasi yang jelas dan terukur,” ujar perwakilan Relawan SPPG Teumpeun
Para Relawan juga menilai penerapan pola baru perlu memperhatikan kesiapan fasilitas, tenaga pelaksana, pengawasan serta kemampuan menjaga standar kualitas makanan secara konsisten.
Sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap inovasi maupun evaluasi program. Sebaliknya, para relawan mendukung setiap upaya yang dapat meningkatkan kualitas MBG selama perubahan tersebut memiliki dasar kajian yang kuat dan tidak mengurangi mutu pelayanan.
Kami mendukung perbaikan program, namun,jangan sampai perubahan mekanisme justru membuat standar pelayanan berbeda-beda. Yang harus menjadi ukuran adalah kepentingan penerima manfaat,” katanya.
Mereka juga mendorong agar setiap kebijakan mempertimbangkan pengalaman operasional SPPG, kesiapan masing-masing wilayah serta kemampuan pengawasan secara berkelanjutan.
Program MBG merupakan program untuk kepentingan anak-anak. Karena itu, setiap kebijakan harus ditempatkan dalam kerangka menjaga kualitas, keamanan pangan dan keberlanjutan pelayanan,” pungkasnya.




















