Bitung | Tribuneindonesia.com – Pemerintah Kota Bitung menerima kunjungan strategis para peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026.
Pertemuan ini berlangsung resmi di Ruang Sidang Lantai IV Kantor Walikota Bitung pada Kamis (10/9/26) mulai pukul 09.30 WITA.
Walikota Bitung, Hengky Honandar S.E, memimpin langsung agenda penerimaan kunjungan tersebut. Kehadiran para pimpinan BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara beserta jajaran pejabat Pemkot Bitung memperkuat suasana diskusi strategis dalam forum ini.
Kunjungan kepemimpinan tersebut mengusung fokus utama pada penguatan kapasitas kepemimpinan sektor publik. Para peserta mendalami penerapan tata kelola investasi yang ramah lingkungan serta relevan dengan dinamika ekonomi masa kini.

Fokus bahasan VKN kali ini mengangkat tema “Kepemimpinan Adaptif Dalam Tata Kelola Investasi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau”. Tema ini dirancang untuk menjawab tantangan tata kelola pemerintah daerah di tengah arus perubahan global.
Dua isu sentral yang menjadi perhatian utama dalam VKN ini mencakup akselerasi integrasi layanan investasi dan penetapan tata kelola investasi berkelanjutan berkonsep ekonomi hijau. Kota Bitung terpilih menjadi lokasi kajian utama (lokus) karena dinilai relevan dengan arah pembangunan daerah tersebut.
Walikota Bitung dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan ini. Ia mengapresiasi keberadaan para peserta PKN yang memilih Bitung sebagai lokasi pembelajaran kepemimpinan nasional.
”Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas penyertaan-Nya, kita dapat bersama-sama hadir dalam kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional PKN Tingkat II Angkatan XXIII BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 di Kota Bitung,”
ujar Walikota Hengky dalam pernyataan pertamanya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan pentingnya adaptabilitas seorang pemimpin dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Kepemimpinan yang adaptif menjadi kunci utama untuk merespons dinamika pembangunan yang semakin kompleks.
”Bagi kami sebagai Pemerintah Kota Bitung, kepemimpinan adaptif sangat dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dan memastikan pelayanan pemerintah semakin mudah, cepat, transparan, dan akuntabel,”
kata Walikota Bitung menegaskan arah kebijakan pelayanannya.
Walikota juga menggarisbawahi komitmen pemerintah kota dalam mendorong investasi daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan selaras dengan kelestarian ekosistem lingkungan.
”Investasi yang kita dorong bukan hanya harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,”
tutur Walikota Bitung dalam pernyataan ketiganya.
Prinsip investasi hijau tersebut mendukung langsung visi pembangunan daerah bertajuk “Harmonisasi Menuju Bitung Maju”. Strategi ini mengandalkan keterlibatan lintas sektor untuk mencapai target-target pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Bitung berharap forum VKN ini menghasilkan pertukaran ide, gagasan, serta gagasan inovatif bagi modernisasi tata kelola pemerintahan daerah. Diskusi ini diharapkan memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Rangkaian acara ditutup dengan dorongan moral kepada seluruh peserta VKN agar memanfaatkan momentum visitasi ini secara optimal demi kesejahteraan masyarakat luas.
Sejumlah pejabat penting turut mendampingi kegiatan ini, di antaranya Kepala BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara Dr. Franky A. Tintingon, S.STP., M.Si. beserta jajaran, Kepala BKPSDMD Kota Bitung, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bitung, serta Kepala DPMPTSP Kota Bitung. (kiti)




















