Rekanan ‘Bandel’ Abaikan Temuan BPK Denda Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan Rp732 Juta, Pemkab Simeulue Mandul Penagihan?

- Editor

Kamis, 10 September 2026 - 18:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SIMEULUETribune Indonesia.com Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Aceh menemukan indikasi kerugian daerah senilai Rp732,49 juta akibat denda keterlambatan pekerjaan yang belum disetorkan ke kas daerah.

Temuan tersebut menyasar lima Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simeulue berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor 17.B/T/LHP/DJPKN-V.BAC/PPD.01/06/2026 tertanggal 17 Juni 2026.

​Berdasarkan audit atas Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan Peraturan Perundang-undangan Tahun Anggaran 2025, total kekurangan penerimaan denda keterlambatan tersebut tercatat mencapai Rp732.496.065,12.

Potensi penerimaan negara yang tertahan ini tersebar di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah (DSIPD), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

​Dinas PUPR menyumbang porsi temuan terbesar dengan nilai pengenaan sanksi finansial mencapai Rp323,64 juta. Posisi berikutnya disusul oleh Dinas Kesehatan sebesar Rp197,41 juta dan RSUD sebesar Rp163,59 juta. Sanksi administrasi berupa kewajiban ganti rugi ini muncul akibat ketidakmampuan pihak ketiga atau penyedia barang/jasa dalam menuntaskan target pekerjaan sesuai dengan tenggat kontrak kesepakatan.

​Kondisi ini memicu sorotan publik terkait lemahnya efektivitas governance dan fungsi pengawasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada masing-masing SKPK. Lemahnya tata kelola pengawasan kontrak tercermin dari lambannya mitigasi risiko operasional, mulai dari tahap perhitungan beban denda, mekanisme penetapan sanksi, hingga eksekusi penagihan piutang daerah yang tidak berjalan optimal.

Baca Juga:  KEBAKARAN HANGUSKAN 5 RUMAH DI SIMPANG LIMA DESA SINABANG KABUPATEN SIMEULUE

​Hingga batas akhir downtime penyelesaian selama 60 hari kalender pada 22 Agustus 2026 sesuai mandat undang-undang, belum ada progress atau bukti repayment konkret dari pihak rekanan. Tidak adanya penyetoran kas dari para vendor mempertegas indikasi pengabaian terhadap kewajiban pengembalian kerugian keuangan daerah.

​Publik kini mendesak langkah tegas aparat pengawas internal maupun aparat penegak hukum untuk mengawal rekomendasi pemeriksaan tersebut secara transparan dan akuntabel. Komitmen Pemkab Simeulue dalam menegakkan tata kelola keuangan yang akuntabel kini diuji, mengingat penyelesaian temuan BPK bukan sekadar pemenuhan syarat administratif, melainkan wujud nyata integritas pengelolaan dana publik.

Hasil konfirmasi media Tribune Indonesia.com ke 5 SKPK :
-DLH memberikan jawaban
denda 35 juta yang baru disetorkan ke kas daerah sebanyak 10 juta oleh rekanan
” Ungkap alesuandi
– DSIPD memberikan Jawaban singkat sudah di tindaklanjuti
” Kata Safrinudin
– Dinkes memberikan jawaban
sudah menyurati kontraktor yang bersangkutan untuk menyelesaikan nya, sesuai dengan temuan BPK
” Jelas Heri Riswanto.
– PUPR memberikan jawaban kita konfirmasi ke kabitnya
” Jelas Samsuar.
– RSUD sampai berita ini di terbitkan tidak ada jawaban (*)

Berita Terkait

PAJAK KAMI DITAGIH SAMPAI KE LIANG LAHAT, TAPI HAK KORBAN BANJIR DIABAIKAN?” PEPABRI, PENA PUJAKESUMA DAN TAMPERAK SOROT BANTUAN REHAB RUMAH ACEH TAMIANG
Terpusat di Jakarta Secara Hibrida: Menkum RI Pimpin Penyerahan SK Kewarganegaraan Nasional yang Hubungkan Daerah dan Luar Negeri
Kelurahan Wangurer dan Kecamatan Girian Apresiasi Langkah Ditjen AHU Tuntaskan Status Kewarganegaraan
Selesaikan Persoalan Tanpa Dokumen, Ratusan Warga Keturunan Filipina di Bitung Jalani Verifikasi Faktual Terakhir
Antisipasi Kemacetan Nataru 2027, IWO Bali Minta Komisi III DPRD Bali Perjuangkan Perbaikan Jalur Gilimanuk
Rumah Hampir Rampung, PBG di Percut Sei Tuan Dipertanyakan
Tragedi Kebakaran Melanda Rumah Makan Rusni di Jantung Kota Bitung
IWO Bali Soroti Keluhan Warga soal Perbaikan Jalan Gajah Mada, Nyoman Suyasa Sentil Lemahnya Koordinasi PU dan PDAM
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:23

Apresiasi Kedisiplinan Warga, Satlantas Polres Bireuen Bagikan Paket bagi Pengendara Tertib

Minggu, 1 November 2026 - 06:39

Lewat Minggu Kasih, Polres Bireuen Ajak Jemaat Gereja Methodist Sinergi Jaga Kamtibmas dan Perangi Narkoba

Minggu, 1 November 2026 - 06:17

Tebing Krueng Peusangan Kritis: Ratusan Rumah Warga Menggantung di Bibir Jurang Erosi

Minggu, 1 November 2026 - 05:41

Wali Kota Bitung Serahkan SK Kewarganegaraan RI bagi Warga Keturunan Filipina di Ruang SH Sarundajang

Minggu, 1 November 2026 - 04:08

Diduga Dipicu Dendam Pribadi dan Oknum PPPK, Aksi GPM di CV Menara Biru Bakal Dihadang Massa BPPKB Banten

Minggu, 1 November 2026 - 03:03

Polsek Peusangan Intensifkan Patroli dan Sosialisasi Maklumat Kapolda Aceh Mencegah Karhutla

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:34

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:36

Subuh Keliling di Masjid Ridha Jeumpa, Kapolres Bireuen Ajak Jamaah Sinergi Bersama Polisi Berantas Narkotika

Berita Terbaru