KAHMI Gelar Simposium Nasional HUT ke-60, Bahas Kedaulatan Energi hingga Tata Kelola Hukum

- Editor

Selasa, 8 September 2026 - 04:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan menggelar Simposium Nasional dalam rangka memperingati HUT ke-60 KAHMI pada 9–10 September 2026 di Gedung Nusantara V MPR RI, Senayan, Jakarta.

Mengusung tema “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa”, kegiatan tersebut dirancang sebagai forum untuk membahas sejumlah persoalan strategis nasional, mulai dari kedaulatan energi dan pangan, penguatan sumber daya manusia dan kesehatan, hingga tata kelola ekonomi, politik, dan hukum.

Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Muhammad Romo Syafe’i, mengatakan momentum 60 tahun KAHMI menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kontribusi organisasi terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“KAHMI hadir bukan hanya sebagai wadah nostalgia para alumni. Kita menghadapi tantangan nyata di sektor pangan, energi, hukum, dan SDM,” kata Muhammad Romo Syafe’i dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).

Menurut dia, kedaulatan energi, pangan, kesehatan, ekonomi, politik, dan hukum merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.

“Melalui simposium ini, kami ingin menegaskan bahwa kedaulatan energi, pangan, kesehatan, ekonomi, politik, dan hukum adalah fondasi mutlak yang tidak bisa ditawar menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Empat Agenda Strategis

KAHMI menyebut simposium tersebut diarahkan pada empat agenda strategis. Pertama, merawat persatuan nasional dengan memperkuat jejaring alumni lintas profesi, generasi, dan latar belakang.

Kedua, memperkuat peran sektoral melalui gagasan dan rekomendasi yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ketahanan nasional.

Ketiga, mengisi kemerdekaan dengan menempatkan KAHMI sebagai mitra kritis pemerintah yang mengedepankan pendekatan objektif dan berbasis solusi.

Keempat, mempercepat kaderisasi intelektual dengan mempertemukan pengalaman tokoh senior dengan gagasan generasi muda sebagai bagian dari persiapan kepemimpinan nasional.

Hadirkan Sejumlah Tokoh Nasional

Pada hari pertama, Rabu (9/9/2026), simposium dijadwalkan dibuka dengan sidang pleno dan keynote speech Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Materi pembukaan akan membahas arah haluan negara serta peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga konstitusi.

Baca Juga:  Bahas Kesiapan Mudik Lebaran, Jasa Raharja Gelar “Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi”

Agenda berikutnya membahas isu energi dengan tema “Kandungan Bumi dan Kemandirian Energi untuk Kesejahteraan Rakyat”. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dijadwalkan menjadi narasumber.

Pembahasan akan mencakup strategi hilirisasi nasional dan transisi energi, termasuk kaitannya dengan kepentingan masyarakat.

Sesi berikutnya mengangkat tema “Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Maju” dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai narasumber. Diskusi akan menyoroti agenda swasembada pangan, dampak perubahan iklim, serta tantangan yang dihadapi petani di tengah modernisasi sektor pertanian.

Sementara itu, pada hari kedua, Kamis (10/9/2026), pembahasan diarahkan pada isu sumber daya manusia dan kesehatan. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, dijadwalkan menjadi narasumber dalam sesi “Akselerasi SDM dan Kesehatan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Sesi tersebut akan membahas transformasi pendidikan, pengembangan teknologi, serta penguatan riset untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Simposium kemudian ditutup dengan sesi “Restorasi Tata Kelola Ekonomi, Politik, dan Hukum untuk Kedaulatan Bangsa” yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Prof. Dr. Mahfud MD dan Prof. Dr. Arief Satria.

Forum pamungkas tersebut akan membahas penguatan kelembagaan hukum, etika politik, serta stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika dan ketidakpastian global.

KAHMI menyatakan hasil pembahasan simposium diharapkan dapat menghasilkan gagasan serta rekomendasi kebijakan yang relevan dengan tantangan pembangunan nasional.

Kegiatan berlangsung pukul 09.00–16.30 WIB di Gedung Nusantara V MPR RI. Peserta yang terdaftar akan mendapatkan e-sertifikat resmi Majelis Nasional KAHMI serta akses terhadap dokumen rekomendasi kebijakan.

Berita Terkait

POLANTAS BIREUEN PRIORITASKAN KESELAMATAN ANAK SEKOLAH DI JALAN RAYA
Perkuat Budaya K3, Pelindo Bitung Gelar Apel Keselamatan Kerja
TPP ASN Rp104,5 Miliar Tak Kunjung Cair, Ketua DPRK Raja Ampat Desak Pemda Buka-bukaan
Kodim 0111/Bireuen Laksanakan Upacara Bendera Mingguan
HRD Desak Pemerintah Pusat Pastikan Dana Otsus Aceh Berlanjut dalam APBN 2027
Polsek Makmur Gencarkan Patroli dan Sosialisasi Cegah Karhutla
Ketua Asrama Raja Ampat di Manado Desak Dinas Pendidikan Segera Bayar Kontrak Asrama
TPP ASN Rp104,5 Miliar Tak Kunjung Cair, Ketua DPRK Raja Ampat Desak Pemda Buka-bukaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 03:31

Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Bangsa Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:35

Mengapa Bangsa Ini Tidak Maju?

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:20

Pemimpin yang Membangun, Pemimpin yang Menghancurkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:04

Kemerdekaan yang Tak Selesai di Atas Kertas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:11

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:51

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:49

Janji Manis Tanpa Bukti — Kesejahteraan Guru yang Selalu Ditunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:18

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Berita Terbaru

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Dari Jalan hingga Air Bersih, Hutama Karya Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana

Selasa, 8 Sep 2026 - 04:09

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dapur Gizi dan Perburuan Pangan Lokal

Selasa, 8 Sep 2026 - 01:00