Kepling Pantai Burung di Balik Pod Getar

- Editor

Sabtu, 5 September 2026 - 09:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Medan-Sebuah minimarket tak jauh dari Jalan Brigjen Katamso, kawasan Pantai Burung, Kecamatan Medan Maimun, menjadi titik pertemuan yang berujung penangkapan. Seorang perempuan berusia 41 tahun pada Saptu 5 September 2026. diduga hendak menyerahkan narkoba.

Perempuan itu berinisial FAP. di lingkungannya, ia bukan sosok yang asing. FAP tercatat berprofesi sebagai kepala lingkungan atau kepling. namun, menurut polisi, dalam dua bulan terakhir perempuan itu juga menjalankan aktivitas lain.mengedarkan narkoba.

Personil Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap FAP ketika transaksi diduga akan berlangsung. dari tangannya, polisi menyita dua perangkat vape yang disebut petugas sebagai pod getar merek El Chapo dan dua butir ekstasi.

Kepala Satres Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan FAP diduga tidak hanya menjual narkoba kepada orang-orang di sekitar tempat tinggalnya. jangkauan peredarannya disebut meluas ke masyarakat di luar wilayah tugasnya sebagai kepling.

Pola transaksinya pun relatif sederhana. minimarket dan pinggiran jalan dipilih sebagai lokasi pertemuan. cara ini membuat transaksi berlangsung cepat dan tidak memerlukan tempat khusus.

menurut Rafli, keuntungan FAP dari setiap transaksi juga telah diketahui penyidik. Satu pod getar disebut memberikan keuntungan sekitar Rp200 ribu. Sedangkan satu butir ekstasi menghasilkan sekitar Rp30 ribu.

angka-angka itu memberi gambaran bahwa aktivitas tersebut bukan transaksi yang terjadi sekali. Polisi menyebut FAP telah menjalankannya selama sekitar dua bulan. yang masih menjadi teka-teki adalah dari mana narkoba tersebut diperoleh.

Baca Juga:  Operasi Besar Bongkar Sarang Narkoba di Medan, 59 Tersangka dan 35 Kg Sabu Disita

Polisi menyebut pemasok FAP berinisial M. Identitasnya telah diketahui penyidik dan kini menjadi sasaran pengejaran. Jika M berhasil ditangkap, penyidik berpeluang mengurai jalur pasokan yang berada di belakang FAP.

Sebab, dua pod getar dan dua ekstasi yang ditemukan pada FAP hanyalah barang yang berada di ujung rantai. Di belakangnya terdapat pemasok, jaringan distribusi, serta calon pembeli yang membuat peredaran narkoba terus bergerak.

Kasus ini juga menempatkan profesi FAP sebagai kepala lingkungan dalam sorotan. Kepling berada dekat dengan kehidupan warga dan menjadi salah satu unsur pemerintahan paling bawah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Polisi kini tidak hanya berupaya membuktikan dugaan peredaran yang dilakukan FAP. Mereka juga memburu M untuk mengetahui seberapa jauh jaringan tersebut bekerja dan siapa saja yang terlibat.

pelaku berprofesi sebagai Kepling di Kota Medan. Untuk barang bukti ada dua pod getar dan dua butir ekstasi,” kata Rafli. ia memastikan pengejaran terhadap pemasok terus dilakukan. pemasok narkoba kepada pelaku berinisial M, ini yang sedang kami kejar,” ujar Rafli.

di titik inilah kasus FAP belum berhenti. Penangkapan seorang kepling dengan dua pod getar dan dua ekstasi bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar rantai yang lebih panjang dari pemasok hingga jaringan peredarannya.(Ilham Gondrong)

 

Berita Terkait

Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Polres Langsa Bongkar 10 Kasus Narkoba, Hampir 40 Kilogram Ganja Disita
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
Kapolres Raja Ampat Perkuat Sinergi dengan Anggota DPR Papua Barat Daya Jamalia Tafalas dan Frangky Umpain
Anwar Kopong Ucapkan Selamat HUT ke-62 Partai Golkar, Tegaskan Komitmen Mengutamakan Kepentingan Rakyat
200 Liter Cap Tikus Dimusnahkan, Warga Waisai Minta Peredaran Miras Ilegal Ditelusuri
Tekan Peredaran Narkoba di Tempat Hiburan Malam, Polres dan BNNK Bitung Gelar Razia Gabungan
Kapolres Tegas! Ganja 121,54 Gram Dimusnahkan, Pelajar Diingatkan Jauhi Narkoba dan Miras
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:59

Selesaikan Persoalan Tanpa Dokumen, Ratusan Warga Keturunan Filipina di Bitung Jalani Verifikasi Faktual Terakhir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:40

Rumah Hampir Rampung, PBG di Percut Sei Tuan Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:49

Tragedi Kebakaran Melanda Rumah Makan Rusni di Jantung Kota Bitung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:43

IWO Bali Soroti Keluhan Warga soal Perbaikan Jalan Gajah Mada, Nyoman Suyasa Sentil Lemahnya Koordinasi PU dan PDAM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:30

Dikawal Paguyuban Driver, Perda Angkutan Sewa Khusus Bali Akhirnya Kantongi Nomor Register

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:06

Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:15

Pemkot Bitung Dukung Program KBK Keuskupan Manado, Fungsikan Lahan Tidur untuk Tekan Inflasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:30

Beri Kepastian Hukum, Kemenkumham Sulut Tuntaskan Dokumen Kewarganegaraan Ratusan Warga Keturunan Filipina

Berita Terbaru

Sosial

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Okt 2026 - 05:34