TribuneIndonesia.com I Deli Serdang- Lima kursi pimpinan tinggi pratama berganti penghuni Pada Senin, 31 Agustus 2026, nama-nama baru itu diumumkan di Aula Cendana, Kantor Bupati. Pelantikan ini tak berhenti pada pergantian nama di struktur organisasi. ada proses uji kompetensi, rekomendasi Badan Kepegawaian Negara, serta persetujuan teknis yang menjadi dasar pengangkatan.
Lima nama tersebut ialah Yetti Sembiring, Rio Laka Dewa, A. Fitryan Sukri, Suparno, dan Janso Sipahutar. Yetti menempati kursi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan. Rio mengisi jabatan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. A. Fitryan Sukri memimpin Dinas Pendidikan. Suparno dipercaya mengurus Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi. Janso Sipahutar mendapat tugas memimpin Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
Dua belas pejabat fungsional ikut dilantik. mereka masuk ke struktur kerja yang menuntut keahlian teknis, disiplin administrasi, dan kemampuan menerjemahkan kebijakan menjadi pelayanan yang terukur.
Dokumen pengangkatan menyebut proses itu berangkat dari rekomendasi hasil uji kompetensi Kepala BKN Nomor 43276/R-AK.02.03/SD/F/2026 tertanggal 26 Agustus 2026. Empat hari kemudian, persetujuan teknis diterbitkan melalui sistem Integrated Mutasi (I-Mut) BKN dengan Nomor 43866/R-AK.02.03/SD/O/2026.
Dua dokumen itu menjadi fondasi administratif pelantikan. namun ukuran keberhasilan lima pejabat baru tak berhenti pada kelengkapan berkas. Kursi yang mereka duduki membawa daftar persoalan yang harus dijawab melalui kerja.
Yetti akan berhadapan dengan pekerjaan perencanaan dan penyusunan arah pembangunan. Posisi itu menuntut kemampuan membaca kebutuhan wilayah sekaligus menguji apakah perencanaan benar-benar bertemu dengan kebutuhan warga.
Rio menghadapi urusan investasi dan pelayanan perizinan. di sektor ini, kecepatan pelayanan, kepastian prosedur, serta kemudahan pengurusan menjadi ukuran yang mudah diperiksa oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
A. Fitryan Sukri memperoleh tugas di bidang pendidikan. Bebannya tak ringan. kualitas sekolah, pemerataan layanan, persoalan tenaga pendidik, serta berbagai keluhan yang muncul dari satuan pendidikan membutuhkan keputusan yang terukur.
Suparno mendapat bidang yang bersentuhan langsung dengan infrastruktur. Jalan, drainase, sumber daya air, dan konstruksi adalah pekerjaan yang hasilnya mudah dilihat. mutu pekerjaan dapat diuji melalui kondisi fisik, ketepatan anggaran, serta daya tahan hasil pembangunan.
Janso Sipahutar menghadapi persoalan perumahan, kawasan permukiman, dan pertanahan. Bidang ini kerap bersentuhan dengan kepentingan warga, tata ruang, legalitas lahan, dan kebutuhan hunian.
di hadapan para pejabat yang dilantik, Lom Lom Suwondo menyebut jabatan itu membawa tanggung jawab besar. Ia meminta integritas, profesionalitas, disiplin, dan tanggung jawab menjadi ukuran kerja.
Ia juga meminta antar perangkat daerah memperkuat komunikasi dan koordinasi. Setiap pejabat diminta memahami persoalan lapangan, mendengar aspirasi warga, lalu menghadirkan penyelesaian melalui program yang terarah.
Tetapi lima kursi baru tersebut akan diuji oleh persoalan yang lebih rumit daripada pidato pelantikan. Perencanaan akan diuji oleh hasil pembangunan. Perizinan akan diuji oleh kecepatan layanan. Pendidikan akan diuji oleh kondisi sekolah dan mutu belajar. Infrastruktur akan diuji oleh kualitas fisiknya. urusan permukiman dan pertanahan akan diuji oleh kepastian hak warga.
Karena itu, pelantikan 31 Agustus bukan akhir dari proses seleksi. Ia justru membuka tahap yang lebih sulit. membuktikan bahwa pilihan atas lima pejabat itu menghasilkan kinerja yang dapat diukur.
nama telah ditetapkan. Dokumen telah diterbitkan. Kursi telah terisi. Setelah itu, angka, hasil kerja, dan perubahan kondisi lapangan yang akan berbicara.(Ilham Gondrong)
























