Soal Penyaluran TPG 2026, Begini Penjelasan Kabid GTK

- Editor

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA– Tunjangan Profesi Guru (TPG) Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Aceh Tenggara Tahun 2026 disebut sebut mengalami keterlambatan penyaluran.

Informasi yang diterima, keterlambatan tersebut terjadi pada penyaluran tunjangan profesi guru Juli dan Agustus 2026 . Kondisi ini, kini menimbulkan pertanyaan di ruang publik, khususnya bagi mereka guru penerima TPG di Aceh Tenggara.

Menjawab pertanyaan itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tenggara Yetti Aprita Roza mengatakan, pihaknya memahami dan menghormati keresahan dari para guru terkait pembayaran TPG ini. Karena, TPG merupakan hak bagi guru yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Yetti mengatakan, informasi terkini penyaluran TPG guru SD, SMP dan TK di Aceh Tenggara masih dalam proses penyaluran dari pemerintah pusat.

“Untuk TPG guru SD, SMP dan TK di Aceh Tenggara Juli dan Agustus masih proses penyaluran dari pusat,” kata Yetti, (29/8/2026).

Dia mengatakan, bidang GTK Disdikbud Aceh Tenggara telah melaksanakan tugas sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku serta terus melakukan koordinasi dan pemantauan informasi penyaluran TPG dari pusat.

Yetti menjelaskan, bahwa proses penyaluran TPG saat ini merupakan proses berjenjang yang melibatkan langsung satuan pendidikan, sistem dapodik. Kemudian, proses verifikasi dan validasi sistem kementerian, penetapan penerima, dan proses pembayaran oleh pemerintah pusat.

Dijelaskanya, GTK Disdikbud bertanggungjawab dalam bidang pengawasan, pemantauan dan menginformasikan tentang penyaluran tunjangan profesi guru kepada guru/Kepala Sekolah penerima TPG.

“ntuk mekanisme penyaluran TPG kini dilakukan melalui pemerintah pusat dan disalurkan ke rekening masing-masing guru penerima sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Baca Juga:  Hari Tani Nasional 2026, Arief Martha Rahadyan Apresiasi Pejuang Pangan

Menjawab pertanyaan terkait informasi yang menyebut pergantian atau mutasi pejabat pada Bidang GTK menyebabkan data TPG mengalami kerusakan, gangguan sehingga menjadi penyebab terhambatnya pembayaran, Yetti bilang hal itu tidaklah benar.

“Saya perlu meluruskan bahwa hal tersebut tidak dapat disimpulkan tanpa data dan keterangan resmi dari pihak yang berwenang,” jawabnya.

Yetti menambahkan, pergantian pejabat dalam suatu organisasi pemerintahan merupakan bagian dari dinamika administrasi dan tidak serta-merta menyebabkan data TPG rusak atau hilang. Sebab, pengelolaan data dilakukan melalui sistem dan mekanisme administrasi yang telah ditetapkan.

“Apabila ditemukan ketidaksesuaian data, maka dilakukan verifikasi dan perbaikan melalui prosedur yang berlaku,” jelasnya.

Yetti mengimbau Kepada seluruh guru penerima TPG, agar tetap tenang dan bersabar menunggu proses penyaluran dari pemerintah pusat sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku. Selama persyaratan dan data telah terpenuhi serta proses administrasi berjalan sesuai mekanisme.

“Kami berharap para guru tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,”tuturnya.

Dia mengatakan, menghormati kritik, pertanyaan, serta masukan yang disampaikan. Namun, Ia meminta agar semua hal itu disampaikan berdasarkan fakta, data, dan sumber resmi agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan guru.

Untuk itu, semua pihak diminta tidak meyebar luaskan informasi yang tidak sesuai dengan fakta-fakta, data dan informasi yang terverifikasi. Karena itu hanya akan menimbulkan kegaduhan.

Semoga hal ini dapat menjawab pertanyaan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan bagi guru,” tutupnya.

Berita Terkait

PT. Jasa Raharja (Persero) DKI Jakarta Gelar Rapat FLLAJ Bersama Stakeholder Jakarta Utara, Perkuat Sinergi Tekan Angka Kecelakaan
BMKG Mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh hingga Sore Ini, Wilayah Bireuen Berpotensi Terdampak Luasan
Akses Putus Akibat Sungai Alas, Pemkab Agara Mulai Bangun Jalan Darurat Natam-Tanjung
Polres Bireuen Gelar Operasi Patuh Seulawah 2026: Lawan Arus Jadi Target Utama Penindakan Tegas
Kapolres Bireuen Shalat Jum’at di Masjid Besar Peusangan, Bawa Pesan Kamtibmas kepada Masyarakat
Dukung Penilaian Adipura, Tim KLHK dan DLH Aceh Tenggara Sambangi SMPN 1 Kutacane
Polres Bireuen Gelar Operasi Patuh Seulawah 2026: Ajak Warga Jadi Pelopor Keselamatan Jalan Raya
Aktivis GRPM Desak Polres Pandeglang Berantas Peredaran Obat Keras Golongan G
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:41

PT. Jasa Raharja (Persero) DKI Jakarta Gelar Rapat FLLAJ Bersama Stakeholder Jakarta Utara, Perkuat Sinergi Tekan Angka Kecelakaan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:25

BMKG Mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh hingga Sore Ini, Wilayah Bireuen Berpotensi Terdampak Luasan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:18

Akses Putus Akibat Sungai Alas, Pemkab Agara Mulai Bangun Jalan Darurat Natam-Tanjung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:28

Polres Bireuen Gelar Operasi Patuh Seulawah 2026: Lawan Arus Jadi Target Utama Penindakan Tegas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:45

Dukung Penilaian Adipura, Tim KLHK dan DLH Aceh Tenggara Sambangi SMPN 1 Kutacane

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:39

Polres Bireuen Gelar Operasi Patuh Seulawah 2026: Ajak Warga Jadi Pelopor Keselamatan Jalan Raya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:16

Aktivis GRPM Desak Polres Pandeglang Berantas Peredaran Obat Keras Golongan G

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:01

Perkuat Sinergitas TNI–Polri, Kapolres Bireuen Hadiri Sertijab Danyonif 113 Jaya Sakti

Berita Terbaru