Bitung | Tribuneindonesia.com – Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung mengambil peran krusial dalam mendukung kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Sabtu (29/08/26).
BUMD milik Pemerintah Kota Bitung ini memastikan kesiapan penuh, baik dari suplai air hingga penyediaan fasilitas komunikasi darurat di lapangan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda dan Forum Lintas Sektoral yang berlangsung di Lounge Kantor Wali Kota Bitung pada Jumat (28/08).
Langkah ini menjadi bentuk respons cepat jajaran manajemen Perumda Air Minum Duasudara terhadap arahan langsung Wali Kota Bitung.
Hadir mewakili Direktur Utama Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung, Alfred Salindeho, S.E., M.M., yaitu Asisten Manager Umum, Oudy Lumingkewas, bersama Viandany.
Kehadiran jajaran manajemen ini menegaskan posisi strategis PDAM sebagai benteng pendukung operasional pemadaman.
Dalam forum tersebut, Viandany menyampaikan bahwa Perumda Air Minum Duasudara tidak hanya menyiapkan armada suplai air, tetapi juga siap berkoordinasi intensif dengan Dinas Pemadam Kebakaran.
Penyiapan armada dan sarana pendukung akan disesuaikan dengan titik-titik rawan yang telah dipetakan.
“Untuk titik-titiknya nanti dikoordinasikan dengan Pemadam Kebakaran, karena mereka yang lebih mengetahui lokasi mana yang rawan dan membutuhkan dukungan sarana,”
ungkap Viandany di sela-sela kegiatan.
Langkah taktis yang disiapkan Perumda Air Minum Duasudara mencakup penentuan lokasi penambahan sarana pendukung air di wilayah rawan kebakaran.
Skema ini dirancang agar armada pemadam kebakaran dapat melakukan pengisian ulang air secara cepat saat situasi darurat terjadi.
Selain fokus pada ketersediaan air, Perumda Air Minum Duasudara juga mengambil peran vital dalam memperkuat sistem komunikasi lintas sektor. Infrastruktur jaringan yang dimiliki BUMD ini dimanfaatkan untuk menunjang kelancaran koordinasi petugas di lapangan.
Dalam skema penanganan darurat, Perumda Air Minum Duasudara menyediakan fasilitas repeater (penguat sinyal) untuk mendukung penggunaan Handy Talky (HT). Perangkat komunikasi cepat ini diaktifkan kembali guna memangkas hambatan koordinasi antar-instansi.
Penggunaan jaringan repeater milik Perumda Air Minum Duasudara diharapkan membuat alur informasi antara Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI-Polri, hingga Tagana berjalan tanpa kendala teknis. Respon cepat di titik lokasi kebakaran pun dapat segera dieksekusi.
Langkah proaktif Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung ini mendapat apresiasi dalam rapat lintas sektoral tersebut. Keterlibatan aktif perusahaan daerah ini membuktikan bahwa penanganan bencana butuh kolaborasi nyata lintas instansi.
Sinergi antara Perumda Air Minum Duasudara dan Dinas Pemadam Kebakaran menjadi kunci utama ketersediaan pasokan air yang berkelanjutan selama proses mitigasi maupun pemadaman Karhutla.
Melalui integrasi sarana air dan jaringan komunikasi ini, Perumda Air Minum Duasudara mempertegas kesiapannya menjadi garda penopang utama Pemkot Bitung dalam melindungi wilayah dan masyarakat dari dampak Karhutla.
Rapat koordinasi yang dihadiri unsur Forkopimda ini menyimpulkan bahwa peran Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung menjadi salah satu pilar vital dalam menjaga stabilitas penanggulangan bencana di daerah. (kiti)


























