Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

- Editor

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI/Tribuneindonesia.com

 

Investasi dan pengembangan kendaraan listrik adalah langkah ke depan yang patut diapresiasi. Namun kita harus jujur dan realistis: pergantian total dari minyak ke listrik tidak bisa terjadi dalam semalam. Yang mau pakai listrik silakan, yang masih butuh minyak tetap berjalan — sampai minyak benar-benar tidak ada lagi dari perut bumi. Jumat 14 Agustus 2026

🔍 Belajar dari Tiga Negara: Belanda, Singapura, China

🇳🇱 BELANDA — Maju tapi Bertahap
Belanda adalah salah satu negara paling maju dalam kendaraan listrik — hampir 35% mobil baru yang terjual sudah berlistrik, dan stasiun pengisiannya paling padat di Eropa. Namun demikian, mobil berbahan bakar minyak tetap berjuta-juta berjalan di sana. Pemerintah Belanda menargetkan mobil baru bebas emisi pada 2030-2035, tetapi tidak melarang mobil BBM yang sudah ada. Mereka membangun dulu, baru beralih perlahan — tidak mendadak, tidak memaksakan.

🇸🇬 SINGAPURA — Terencana tapi Bertahap
Singapura sudah merencanakan transisi dengan sangat jelas: menghentikan pendaftaran mobil bensin baru pada 2030, dan menargetkan semua kendaraan bersih pada 2040. Tapi sampai tahun 2025–2026, mobil bensin dan solar masih berjalan berjuta-juta di jalanan Singapura! Bahkan di negara sekecil dan sekaya Singapura sekalipun, mereka memberi waktu 15–20 tahun penuh untuk transisi — bukan paksa dalam 5 tahun.

🇨🇳 CHINA — Terbesar di Dunia, Minyak Tetap Ada
China adalah pasar kendaraan listrik terbesar di dunia — lebih dari 60% mobil baru yang terjual sudah listrik. Tapi tetap saja, mobil berbahan bakar minyak belum hilang! Puluhan juta mobil BBM masih berjalan di seluruh penjuru negeri, terutama di daerah pedalaman. China tidak menghapus BBM secara mendadak — mereka membiarkan keduanya berjalan berdampingan sampai yang baru benar-benar siap merata.

Baca Juga:  Pemimpin Harus Siap Dikritik

⚡ Listrik Pun Punya Keterbatasan — Apakah Selalu Bisa Dicas?

Ada hal penting yang sering terlupakan: listrik sendiri belum tentu selalu ada. Listrik itu dihasilkan — sebagian besar masih dari batu bara, tenaga uap, dan sumber lain. Kalau aliran listrik mati, bagaimana kendaraan listrik mau dicas? Belum semua daerah punya jaringan listrik yang stabil. Belum semua orang mampu memasang pengisi daya di rumah. Baterai itu berat, mahal, dan butuh waktu lama untuk mengisi — belum secepat mengisi bensin yang cuma butuh hitungan menit.

🇮🇩 Indonesia — 250 Juta Jiwa, Ribuan Pulau

Kalau negara sekecil dan sekaya Singapura, sekecil Belanda, seluas China — semuanya butuh waktu belasan hingga puluhan tahun — bagaimana dengan Indonesia yang 250 juta jiwa, ribuan pulau, dan wilayah yang sangat luas?

Membangun jaringan listrik dan stasiun pengisian sampai ke ujung-ujung negeri butuh waktu puluhan tahun. Harga kendaraan listrik belum terjangkau semua. Pasokan listrik sendiri belum merata stabil. Truk jarak jauh, kapal, pesawat, industri berat — belum semuanya bisa digantikan listrik dalam waktu dekat.

🎯 Penutup

Majulah dengan teknologi baru, tetapi jangan tinggalkan yang lama sebelum yang baru benar-benar siap untuk semua orang. Yang mau pakai listrik — silakan. Yang masih butuh minyak — tetap berjalan. Biarkan rakyat memilih sesuai kemampuan dan kebutuhan. Transisi energi bukanlah paksaan sepihak, melainkan kesiapan menyeluruh — dari infrastruktur, harga, hingga pemerataan di seluruh penjuru negeri. Sampai minyak benar-benar habis dari perut bumi, biarkan keduanya berjalan berdampingan dengan damai.

Berita Terkait

Jangan Paksa Rakyat Pilihan Kendaraan, Bangunlah Kemandirian dan Pilihan yang Adil
Bangunlah Transportasi Umum yang Memadai, Bukan Memaksa Rakyat Mengganti Kendaraan
Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri
Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter
Nekat Tulis Nama Lengkap Terduga Pelaku? Media dan Wartawan Bisa Digugat, Kebebasan Pers Bukan Kebal Hukum
Kriminalitas Jalanan Ancam Rasa Aman Warga Medan dan Deli Serdang
Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara
Angkat Bicara, Anggota LSM KPK RI Saidul Amran: “Kalau Dugaan Penyimpangan Terus Bermunculan Tapi Tak Ada Respons, Publik Berhak Curiga Ada yang Salah”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:14

Perkuat Sinergi Syariah, Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp400 Juta Melalui Baitul Mal Simeulue

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:38

Dari Pinang Tak Produktif Menjadi Kebun Manfaat, SMA Negeri 1 Badar Sulap Halaman Sekolah Jadi Aset Pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:41

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Simeulue Hebat, Indonesia Kuat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:27

​Tekan Angka TBC, Pemkot Bitung Gencarkan Gerakan Terintegrasi “Ketuk Pintu” Hingga ke Rumah Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:09

Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:37

KINERJA PEMKAB SIMEULUE DAPAT PENGAKUAN NASIONAL TAHUN 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:59

Selamat Jalan Kak, Semoga Husnul Khatimah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:00

Satuan Lantas Polres Simeulue Semarakkan HUT RI ke 81 Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih di Jalan Raya

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

45 Paskibraka dan Amanah Merah Putih

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:35

Feature dan Opini

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:18