Tarmizi Age: Sawah Padi Kering Pemerintah di Usul Bangun Sumur Bor

- Editor

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh/Tribuneindonesia.com

Musim kemarau yang diperparah oleh ketiadaan irigasi yang bagus serta waduk yang tidak bisa menampung air, maka pemerintah bisa mencatat petani dalam kondisi terancam gagal panen, solusinya bangun sumur bor kata Tarmzi Age Inisiator Aceh Goet, Kamis (23/7/2026) di Banda Aceh.

Untuk menyelamatkan hasil produksi padi, “Tanpa pasokan air dari saluran irigasi, satu-satunya harapan petani adalah curah hujan yang justru tidak turun dalam bulan terakhir,” makanya pemerintah di minta segera ambil tindakan bangun sumur bor untuk sawah-sawah tadah hujan, katanya.

Melihat beberapa lokasi di kabupaten Bireuen seperti di kecamatan Peudada Berada dalam kondisi kritis dan terancam gagal panen maka pemerintah perlu mengambil inisiatif dengan cepat, tepat dan terukur.

Minimnya curah hujan dan tidak tersedianya sumber air permukaan, debit air yang menyusut hingga mengering, serta lokasi sumber air yang terlalu jauh dari lahan persawahan sehingga menyulitkan proses, maka sumur bor adalah solusinya.

Baca Juga:  Chaidir, SE, MM Dilantik Jadi Sekretaris Dinas Sosial Aceh

“Upaya darurat agar rakyat tidak lapar dan terbukanya mata pencaharian, maka pemerintah harus bangun sumur bor, sayang petani menjerit dan menangis,” ujar Tarmizi Age yang akrab disapa Mukarram.

Lelaki yang pernah bermukim di Denmark, Eropa ini mengatakan “Untuk mengurangi risiko kerugian petani, Dinas Pertanian harus menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, seperti penggunaan varietas padi tahan kekeringan, penyesuaian pola tanam berdasarkan kalender iklim, penerapan sistem tumpang sari, pengembangan tanaman palawija di lahan kering, hingga pemanfaatan sumur bor dalam di daerah yang belum memiliki jaringan irigasi,” katanya lagi.

Tak ada alasan rakyat dan petani harus gagal panen dan lapar. pemerintah harus bertanggung jawab sekaligus menyayangi rakyatnya, tutup Tarmizi Age.

Berita Terkait

Bangun Kepercayaan Publik, Kapolres Aceh Tenggara Rangkul Wartawan dan LSM: “Mari Jaga Daerah Ini Bersama”
kekayaan yang melayang: di balik gemerlap ekspor, daerah asal tetap terabaikan
SELAMAT DALAM KECELAKAAN TUNGGAL DIDESA LAPAKHA DIDUGA KONDISI JALAN LONGSOR DAN LICIN
RTRW Tanpa Uang Pelicin
Deddy Indrasetiawan Dilantik dan Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum APERSI 2026 – 2031
Pertumbuhan Kinerja Perkuat Layanan Jasa Raharja bagi Masyarakat
Alat Berat Beroperasi Penuh, Satgas TMMD Ke-129 Genjot Pengerasan Jalan Pertanian di Lhok Panah
Bupati Bireuen,membuka Muskab VI PMI Kabupaten Bireuen Tahun 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:01

Prakarsai Seminar Hukum di Bitung, Kajari Erwin Widihantono Dorong Penguatan Strategi Follow the Money dan DPA

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:10

Sambut HAN 2026, Pesan Menteri Imipas Agus dan KSP Dudung ke Anak Binaan “Masa Depan Kalian Masih Cerah

Senin, 20 Juli 2026 - 11:35

Jangan Seret Kejaksaan ke Polemik APBK! Pendampingan Dana Desa Adalah Amanat Negara, Bukan Beban Daerah

Senin, 20 Juli 2026 - 08:31

Kejari Subulussalam Tegaskan Independensi Penegakan Hukum Tak Dipengaruhi Dukungan Anggaran

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:55

Ahli Waris I BIR Desak Peninjauan Ulang, Sebut Batas Tanah Tidak Sesuai Obyek Sengketa

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:19

Babinsa Koramil 05/Juli Bantu Warga Ratakan Timbunan Tanah Demi Kenyamanan Pengguna Jalan

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:26

Sinergi Baru, Kejari dan Polres Bitung Perkuat Komitmen Penegakan Hukum Berkeadilan

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:26

GRPK Desak Kejari Deli Serdang Naikkan Status Kasus Alsintan ke Penyidikan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Anak-Anak Menjadi Pusat Perhatian

Kamis, 23 Jul 2026 - 10:39